Website yang rapi, komunitas yang ramai, dan dashboard yang terus menunjukkan profit bisa membuat sebuah penawaran investasi terlihat meyakinkan. Namun, semua itu belum menjawab pertanyaan paling pentWebsite yang rapi, komunitas yang ramai, dan dashboard yang terus menunjukkan profit bisa membuat sebuah penawaran investasi terlihat meyakinkan. Namun, semua itu belum menjawab pertanyaan paling pent

Crypto Scam di Indonesia: Modus Baru yang Perlu Diwaspadai

Website yang rapi, komunitas yang ramai, dan dashboard yang terus menunjukkan profit bisa membuat sebuah penawaran investasi terlihat meyakinkan. Namun, semua itu belum menjawab pertanyaan paling penting: siapa yang mengelola dana dan apakah aset tersebut benar-benar bisa ditarik?

Pertanyaan itu kembali relevan setelah Satgas PASTI menghentikan kegiatan YWWSDC dan RTHAE pada 31 Agustus 2026. Keduanya diduga menawarkan investasi aset kripto tanpa memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital.

YWWSDC membawa klaim lisensi dari Amerika Serikat dan menyebut proses perizinannya di Indonesia masih berjalan. RTHAE menawarkan token yang diklaim akan listing, lengkap dengan janji pengembalian dana apabila rencana tersebut gagal.

Pola seperti ini membuat scam kripto semakin sulit dikenali dari penampilannya. Pelaku memakai istilah yang memang dikenal dalam industri kripto, mulai dari pre-sale dan listing hingga staking serta automated trading. Istilah tersebut kemudian dicampur dengan klaim yang sulit diperiksa oleh calon investor.

Angka Pengaduan Menunjukkan Besarnya Masalah

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Satgas PASTI menerima 25.875 pengaduan mengenai aktivitas keuangan ilegal. Sebanyak 22.529 pengaduan berkaitan dengan pinjaman online ilegal, 3.170 dengan investasi ilegal, dan 176 lainnya dengan gadai ilegal.

Pinjaman online masih mendominasi laporan. Sementara itu, angka investasi ilegal mencakup beragam produk sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai jumlah kasus kripto.

Pada periode yang lebih panjang, Indonesia Anti-Scam Centre atau IASC menerima 637.055 laporan sejak mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 31 Juli 2026. Laporan tersebut melibatkan 1.179.881 rekening atau akun yang telah dilaporkan dan diverifikasi.

Jumlah rekening yang lebih besar daripada jumlah laporan memberi gambaran tentang rumitnya aliran dana dalam sebuah kasus. Satu korban dapat diminta mentransfer uang ke beberapa rekening, sementara dana yang masuk bisa kembali dipindahkan melalui rekening lain.

Dari seluruh rekening dan akun yang dilaporkan, 607.210 telah diblokir. Artinya, sedikit lebih dari separuh rekening dalam data hingga 31 Juli 2026 sudah mendapat tindakan pemblokiran.

Perbandingan itu tidak sama dengan tingkat keberhasilan penyelesaian kasus. Satu laporan dapat melibatkan banyak rekening, dan pemblokiran belum tentu berarti dana di dalamnya masih utuh atau siap dikembalikan kepada korban.

IASC mencatat sekitar Rp724,1 miliar dana terkait scam berhasil diblokir. Sebanyak Rp204,3 miliar telah dikembalikan kepada korban. Selisih antara dana yang diblokir dan dana yang dikembalikan menunjukkan bahwa menghentikan rekening hanyalah satu tahap dari proses yang lebih panjang.

Verifikasi kepemilikan, penelusuran aliran dana, proses hukum, dan koordinasi antara penyedia jasa keuangan dapat memengaruhi kapan dana bisa dikembalikan. Karena itu, angka Rp204,3 miliar tidak dapat digunakan sebagai patokan peluang pemulihan untuk setiap korban.

Data IASC juga mencakup berbagai bentuk penipuan transaksi keuangan. Menyebut 637.055 laporan tersebut sebagai jumlah kasus crypto scam akan melebih-lebihkan skala penipuan kripto yang sebenarnya belum dirinci oleh OJK.

Sumber: OJK dan Satgas PASTI. Data hingga 31 Juli 2026. Statistik IASC mencakup berbagai bentuk penipuan transaksi keuangan, bukan hanya crypto scam.

Klaim Lisensi Asing dalam Kasus YWWSDC

Menurut Satgas PASTI, YWWSDC mengklaim sebagai bagian dari YWWSDC Group US Ltd yang disebut mempunyai izin di Colorado, Amerika Serikat.

Nama perusahaan asing dan dokumen dari luar negeri dapat memberi kesan bahwa sebuah platform telah melewati pemeriksaan regulator. Kenyataannya, registrasi badan usaha belum tentu menjadi izin untuk menawarkan investasi. Wilayah berlakunya juga perlu diperhatikan karena izin di satu negara tidak langsung memberikan kewenangan beroperasi di Indonesia.

Setelah melakukan klarifikasi, Satgas PASTI menyatakan bahwa YWWSDC tidak memiliki izin OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital. Regulator juga menemukan ketidaksesuaian antara kegiatan yang dijalankan dan izin usaha yang diterbitkan melalui BKPM.

Aplikasi serta website yang digunakan tidak tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik di Kementerian Komunikasi dan Digital. Selain itu, terdapat indikasi perubahan alamat website dengan nama berbeda tetapi tampilan serupa.

Temuan itu memperlihatkan mengapa pemeriksaan legalitas tidak boleh berhenti pada satu dokumen. Badan hukum, izin usaha, pendaftaran sistem elektronik, dan izin menawarkan perdagangan aset keuangan digital merupakan lapisan yang berbeda.

Status PSE, misalnya, berkaitan dengan penyelenggaraan sistem elektronik. Status tersebut bukan izin untuk menghimpun dana atau menawarkan investasi. Hal yang sama berlaku pada sertifikat pendirian perusahaan. Dokumen itu menunjukkan keberadaan badan usaha, bukan persetujuan regulator terhadap seluruh produknya.

Perubahan nama dan domain menambah kesulitan. Calon pengguna bisa menemukan website baru yang terlihat bersih tanpa mengetahui bahwa tampilan serupa sebelumnya pernah digunakan melalui alamat lain.

Janji Listing dan Pengembalian Dana dalam Kasus RTHAE

RTHAE menawarkan investasi melalui platform yang disebut Retail Trader Hosted Automates Engine. Salah satu produknya berupa penjualan awal token yang diklaim akan listing.

Calon pengguna juga mendapat janji bahwa dana akan dikembalikan apabila token tersebut tidak jadi diperdagangkan. Sekilas, mekanisme itu terlihat seperti perlindungan terhadap risiko kegagalan listing.

Namun, janji pengembalian dana baru mempunyai arti apabila pihak yang menyimpan dana, rekening penampung, dasar kontrak, dan proses pengembaliannya dapat diverifikasi. Tanpa struktur tersebut, jaminan hanya bergantung pada pernyataan pihak yang menerima uang.

Satgas PASTI menemukan bahwa RTHAE tidak mempunyai badan hukum di Indonesia dan tidak memiliki izin OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital. Kegiatan yang dijalankan juga disebut tidak sesuai dengan izin melalui BKPM, sedangkan aplikasi dan website-nya tidak tercatat sebagai PSE.

Kegiatan YWWSDC dan RTHAE kemudian dihentikan. Akses terhadap aplikasi serta tautan terkait diblokir, sementara Satgas PASTI menyatakan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses berikutnya.

Kedua kasus tersebut masih harus ditulis dalam konteks dugaan investasi ilegal berdasarkan temuan regulator. Penghentian kegiatan tidak sama dengan putusan pengadilan dan tidak boleh dikembangkan menjadi tuduhan yang belum diumumkan secara resmi.

Sumber: OJK dan Satgas PASTI, 31 Agustus 2026. YWWSDC dan RTHAE dihentikan terkait dugaan investasi ilegal aset kripto.

Saat Istilah Resmi Dipakai untuk Membangun Kepercayaan

Klaim “izin sedang diproses” sering terdengar seperti persoalan administratif yang tinggal menunggu waktu. Padahal, proses pengajuan izin dan persetujuan operasional adalah dua status yang berbeda.

Hal serupa berlaku pada regulatory sandbox. Sebuah produk yang masuk atau lulus sandbox tidak serta-merta memperoleh seluruh izin yang dibutuhkan untuk beroperasi. Sandbox dipakai untuk menguji model bisnis dan teknologi dalam ruang yang diawasi, bukan memberikan jaminan terhadap keuntungan atau keamanan dana pengguna.

Janji token akan listing juga perlu diperiksa langsung melalui platform yang disebut. Promotor proyek tidak dapat menjamin keputusan pihak lain tanpa pengumuman atau perjanjian yang bisa diverifikasi.

Sebelum mempercayai informasi tersebut, cocokkan nama token, ticker, alamat smart contract, jaringan, tokenomics, dan jadwal distribusinya. Perbedaan satu karakter pada alamat kontrak dapat mengarah ke aset yang sepenuhnya berbeda.

Profit di Layar Belum Tentu Bisa Dicairkan

Dashboard keuntungan menjadi salah satu alat paling efektif untuk mempertahankan kepercayaan korban. Saldo dibuat seolah terus tumbuh, transaksi terlihat aktif, dan profit harian tercatat dengan rapi.

Namun, angka di layar belum berarti apa-apa jika dananya tidak bisa ditarik.

Masalah biasanya muncul ketika korban mengajukan penarikan dalam jumlah besar. Sistem mendadak meminta pembayaran tambahan dengan alasan pajak, biaya verifikasi, deposit keamanan, atau peningkatan level akun.

Setelah satu biaya dibayar, permintaan lain dapat menyusul. Korban terus menambah uang karena merasa tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan kembali saldo yang sudah terlihat di dashboard.

Platform yang sah seharusnya menjelaskan biaya dan ketentuan penarikan sejak awal. Permintaan mentransfer biaya ke rekening pribadi atau wallet yang tidak tercantum dalam ketentuan resmi merupakan tanda bahaya serius.

Customer Service Palsu Memanfaatkan Kepanikan

Modus lain dimulai dari pesan yang menyebut akun pengguna sedang bermasalah. Alasannya dapat berupa transaksi mencurigakan, pelanggaran keamanan, bonus yang belum diklaim, atau kewajiban melakukan verifikasi tambahan.

Pelaku berharap korban bereaksi sebelum sempat memeriksa kebenaran pesan. Dalam kondisi panik, korban diminta memberikan password, kode OTP, recovery phrase, private key, atau akses terhadap perangkat.

Ada pula yang diarahkan menuju website palsu dengan tampilan menyerupai halaman login resmi. Setelah kredensial dimasukkan, pelaku memperoleh akses ke akun korban.

Customer service resmi tidak membutuhkan seed phrase atau private key. Transfer ke wallet pribadi juga bukan bagian dari proses verifikasi akun.

Apabila sebuah pesan mengatasnamakan MEXC, periksa email, nomor telepon, website, dan akun media sosialnya melalui layanan resmi. Hindari membuka halaman verifikasi dari tautan yang dikirim pihak tersebut.

Verifikasi Kanal Resmi melalui MEXC Verify

Korban Bisa Menjadi Sasaran untuk Kedua Kalinya

Kerugian pertama sering membuat korban mencari bantuan secepat mungkin. Kondisi ini membuka ruang bagi recovery scam atau penipuan yang menjanjikan pengembalian dana.

Pelaku mengaku sebagai investigator, regulator, pengacara, hacker, atau perwakilan pusat pengaduan. Mereka mengatakan dana telah ditemukan, tetapi korban harus membayar biaya administrasi, pajak, deposit keamanan, atau biaya pembukaan blokir.

Modus ini bekerja karena korbannya sudah berada dalam tekanan. Keinginan mendapatkan kembali dana dapat mengalahkan kecurigaan terhadap permintaan pembayaran baru.

Laporan kepada Indonesia Anti-Scam Centre tidak memerlukan perantara yang menghubungi korban melalui pesan pribadi. Alamat yang digunakan harus berakhir pada domain resmi iasc.ojk.go.id.

Lima Pertanyaan sebelum Mengirim Dana

Pemeriksaan sederhana tidak selalu bisa memastikan sebuah produk aman. Namun, lima pertanyaan berikut dapat membantu menyaring penawaran dengan risiko yang tidak masuk akal:

  • Siapa badan hukum yang menerima dan mengelola dana?

  • Izin apa yang dimiliki, siapa penerbitnya, dan kegiatan apa yang diizinkan?

  • Apakah pengumuman token, promosi, atau listing tersedia pada kanal resmi?

  • Di mana dana disimpan dan bagaimana proses penarikannya?

  • Apa yang terjadi jika produk gagal, market turun, atau pengelola berhenti beroperasi?

Jawaban yang berputar-putar patut dicurigai, terutama jika admin terus mendorong calon pengguna untuk segera menyetor dana.

Beberapa tanda lain juga layak diperhatikan: keuntungan tetap, tingkat kemenangan yang hampir sempurna, kewajiban merekrut anggota baru, pembayaran ke rekening pribadi, serta permintaan memasang aplikasi dari luar kanal resmi.

Nama aplikasi atau domain yang sering berubah juga perlu diperiksa. Begitu pula dengan proyek yang tidak menyediakan alamat smart contract, menghindari pertanyaan tentang custody, atau meminta deposit tambahan sebelum penarikan dapat diproses.

Satu tanda belum cukup untuk membuktikan penipuan. Namun, semakin banyak kejanggalan yang muncul, semakin kuat alasan untuk menghentikan transaksi.

Jika Dana Sudah Terkirim, Jangan Tambah Kerugian

Korban sering menunda laporan karena malu atau masih percaya dana akan dikembalikan. Sebagian memilih membayar biaya tambahan agar akun dibuka. Penundaan tersebut memberi pelaku lebih banyak waktu untuk memindahkan uang.

Langkah pertama adalah menghentikan seluruh pembayaran. Jangan mengirim dana untuk pajak, verifikasi, peningkatan akun, atau jasa pemulihan sebelum kebenarannya diperiksa melalui pihak resmi.

Hubungi bank, dompet digital, penyedia pembayaran, atau platform asal transaksi. Berikan waktu, jumlah, dan rekening tujuan agar transaksi dapat ditelusuri.

Simpan percakapan, email, nomor telepon, nama akun, alamat website, materi promosi, serta bukti transfer. Jika transaksi dilakukan melalui blockchain, catat jaringan, alamat wallet tujuan, jumlah aset, waktu transfer, dan transaction hash atau TXID.

Apabila password atau kode keamanan pernah diberikan, segera ubah kredensial dan hentikan seluruh sesi aktif. Periksa perangkat serta cabut akses aplikasi atau wallet yang tidak dikenal.

Korban penipuan transaksi keuangan dapat membuat laporan melalui Indonesia Anti-Scam Centre. Penawaran investasi atau aktivitas keuangan yang diduga ilegal dapat dilaporkan melalui SIPASTI OJK.

IASC meminta korban menyiapkan kronologi, informasi rekening korban dan penerima, waktu transaksi, nominal, bukti transfer, bukti komunikasi, serta sumber awal penawaran. Jika uang dikirim ke beberapa rekening tujuan, laporan terpisah mungkin diperlukan.

SS data: Buka website resmi IASC, lalu ambil bagian “Bagaimana Cara Melaporkan ke IASC?” yang memuat informasi dan dokumen yang perlu disiapkan korban.

Keterangan di bawah SS: Sumber: Indonesia Anti-Scam Centre, OJK. Diakses 7 September 2026.

Pelaporan tidak menjamin seluruh dana bisa kembali. Hasilnya bergantung pada kecepatan laporan, posisi dana, kelengkapan bukti, dan koordinasi penyedia jasa keuangan. Untuk transfer melalui blockchain, peluang penanganan juga dipengaruhi oleh jalur perpindahan aset dan apakah wallet tujuan terhubung dengan layanan yang dapat membantu proses investigasi.

Apa yang Perlu Dipantau Berikutnya?

Perkembangan terdekat yang perlu diperhatikan adalah tindak lanjut Satgas PASTI terhadap entitas yang telah dihentikan, perubahan alamat website yang digunakan, dan pembaruan data IASC mengenai rekening serta dana yang berhasil diblokir.

Pengumuman regulator dapat membantu mengidentifikasi pola, tetapi masyarakat tidak harus menunggu sebuah nama masuk dalam daftar penindakan. Jika legalitas tidak dapat diverifikasi, informasi listing hanya beredar di grup pribadi, atau penarikan membutuhkan pembayaran tambahan, keputusan paling aman adalah menghentikan transaksi.

Kasus YWWSDC dan RTHAE memberi satu pelajaran yang cukup jelas: tampilan profesional, lisensi asing, status PSE, dan klaim sedang mengurus izin tidak bisa berdiri sebagai bukti bahwa suatu produk investasi legal.

Ketika dana sudah berpindah, waktu menjadi faktor penting. Hentikan pembayaran berikutnya, amankan akun, simpan seluruh bukti, hubungi penyedia layanan, dan buat laporan tanpa menunggu pelaku menepati janji berikutnya.

Disclaimer

Artikel ini disediakan untuk tujuan informasi dan edukasi. Informasi di dalamnya tidak menjamin pemulihan dana dan tidak menggantikan penanganan resmi dari regulator, penyedia jasa keuangan, maupun aparat berwenang.


 

Market Opportunity
Zcash Logo
Zcash Price(ZEC)
--
----
USD
Zcash (ZEC) Live Price Chart

The articles shared on this page are sourced from public platforms and are provided for reference only. They do not represent the position or views of MEXC. All rights belong to MEXC. If you believe any content infringes upon the rights of a third party, please contact [email protected] for prompt removal. MEXC does not guarantee the accuracy, completeness, or timeliness of any content and is not responsible for any actions taken based on the information provided. The content does not constitute financial, legal, or other professional advice, nor should it be interpreted as a recommendation or endorsement by MEXC. For expert insights and in-depth analysis, visit MEXC Learn.

Latest Updates on Zcash

View More
MEXC On-chain Daily Report: Zcash team nears completion of mathematical proof for inflation vulnerability, ZEC rises 12%

MEXC On-chain Daily Report: Zcash team nears completion of mathematical proof for inflation vulnerability, ZEC rises 12%

The crypto market continues to advance toward institutional adoption, regulatory compliance, and real-world asset integration. Bitcoin Suisse secured an ADGM license, strengthening regulated digital asset services in the Middle East, while EU MiCA implementation has accelerated crypto compliance with over 270 registered service providers. Tether expanded its Latin America strategy through a $20 million investment in Mercado Bitcoin, and institutional infrastructure development remained active with EDX Markets’ funding and Securitize-related tokenization growth. Meanwhile, Base’s B20 upgrade and increasing tokenized asset adoption highlight the continued evolution of on-chain financial infrastructure.
2026/07/08
Zcash NU7 Vote: Why ZEC Just Hit an 8-Year High

Zcash NU7 Vote: Why ZEC Just Hit an 8-Year High

Zcash has suddenly become one of the crypto market’s strongest performers. ZEC climbed more than 70% over the past week and briefly reached $888 on August 25, its highest level in roughly eight years, before pulling back toward the mid-$800 range. The rally has arrived just as the Zcash NU7 vote opens, putting renewed attention on proposals involving ZEC issuance, faster block times and the scope of the network’s next upgrade.
2026/08/25
ZEC Price Surges Above $1,200 as ETF Demand and Short Liquidations Build

ZEC Price Surges Above $1,200 as ETF Demand and Short Liquidations Build

ZEC price surged above $1,200 as ZCSH ETF inflows, short liquidations and the Ironwood upgrade strengthened demand for Zcash.
2026/09/07
View More