Hari ini, Pengadilan Sirkuit Ketiga memenangkan KalshiEX LLC, setelah platform tersebut menggugat regulator New Jersey yang mencoba membatasi operasi prediction market mereka yang sudah diatur oleh pemerintah federal.
Putusan yang dikeluarkan pada 6 April 2026 ini menegaskan legitimasi prediction market dan memberikan dorongan besar bagi industri tersebut.
Pada September 2025 lalu, Kalshi menggugat kasus terhadap Mary Jo Flaherty, regulator negara bagian New Jersey, setelah mereka menghadapi pembatasan operasi di tingkat negara bagian.
Kalshi berpendapat bahwa mereka sudah diawasi atau diatur di tingkat federal oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Akhirnya, mereka menyatakan bahwa negara bagian seharusnya tidak punya wewenang untuk memblokir atau membatasi layanan mereka.
Sebagai tanggapan, regulator negara bagian menegaskan bahwa prediction market — terutama yang terkait pemilu — bisa masuk dalam lingkup undang-undang negara bagian, termasuk pembatasan yang berkaitan dengan perjudian.
Pertarungan hukum ini pun memunculkan pertanyaan yang lebih luas: apakah prediction market yang diatur federal bisa beroperasi bebas di seluruh AS, atau negara bagian masih bisa menerapkan aturan sendiri?
Hari ini, akhirnya Pengadilan Sirkuit Ketiga berpihak pada Kalshi. Putusan ini memperkuat argumen bahwa pengawasan federal menjadi prioritas di sektor ini.
Fakta Menarik: Prediction market secara historis lebih akurat dibanding survei dalam memprediksi hasil pemilu. Penelitian menunjukkan bahwa prediction market bisa mengumpulkan informasi lebih efisien daripada metode polling tradisional!
Prediction market memungkinkan pengguna untuk trading kontrak berdasarkan hasil dari suatu peristiwa di masa depan, mulai dari pemilihan umum sampai indikator ekonomi. Berbeda dengan taruhan tradisional, prediction market dibuat untuk mengumpulkan informasi dan memberikan imbalan pada prediksi yang tepat.
Pendukung prediction market mengatakan bahwa ada banyak keunggulan dibanding sumber informasi konvensional:
Di sisi lain, para kritikus khawatir tentang kemungkinan manipulasi dan batas kabur antara pasar keuangan dan perjudian. Lembaga regulasi pun memiliki pandangan berbeda tentang di mana prediction market seharusnya masuk dalam kerangka hukum yang ada.
Putusan dari Pengadilan Sirkuit Ketiga menegaskan bahwa prediction market bisa beroperasi dalam batasan konstitusi. Bagi Kalshi, ini berarti mereka masih punya pijakan hukum untuk memperluas platform serta produk mereka.
Bagi industri yang lebih luas, putusan ini memberi sinyal bahwa pengadilan mau mengakui prediction market sebagai instrumen keuangan yang sah, bukan sekadar operasi perjudian.
Jutaan pengguna yang mengandalkan prediction market untuk informasi dan hedging kini semakin yakin akan status hukum platform tersebut. Alhasil, putusan ini bisa mempercepat adopsi institusi dan inovasi di bidang ini.
Industri prediction market baru saja mendapatkan pengakuan hukum terkuatnya sejauh ini.


