Cryptoharian – Seorang solo miner Bitcoin (BTC) berhasil mencetak keuntungan besar setelah memvalidasi blok ke 943.411 pada 2 April 2026. Dengan kekuatan komputasi yang sangat kecil, miner tersebut memperoleh hadiah sebesar 3,139 BTC atau sekitar US$ 210.000 (Rp 3,4 miliar).
Keberhasilan ini langsung menarik perhatian komunitas kripto karena peluangnya sangat kecil. Miner tersebut hanya menggunakan sekitar 230 terahash per detik (TH/s), atau sekitar 0,00002 persen dari total hashrate jaringan Bitcoin yang diperkirakan mencapai 1 zettahash per detik (ZH/s).
Bitcoin mining sendiri merupakan proses kompetisi untuk memecahkan teka-teki kriptografi menggunakan kekuatan komputasi. Siapa yang berhasil lebih dulu, berhak mendapatkan reward blok yang terdiri dari subsidi blok dan biaya transaksi.
Dulu, mining bisa dilakukan dengan komputer biasa (CPU), lalu berkembang ke GPU, hingga kini didominasi oleh perangkat khusus bernama ASIC dengan daya sangat besar.
Saat ini, mayoritas block Bitcoin dengan komputer biasa (CPU), lalu berkembang ke GPU hingga kini didominasi oleh perangkat khusus bernama ASIC dengan daya sangat besar.
Menurut pengembang CKpool, Con Kolivas, peluang miner tersebut untuk menemukan blok hanya sekitar 1 banding 28.000 per hari.
Sebagai perbandingan, perusahaan besar seperti Riot Platforms memiliki kekuatan hingga 30 exahash per detik, yakni sekitar 130.000 kali lebih besar dibanding miner solo tersebut.
Gunakan Pool Anonim, Tetap Dapat Hadiah Penuh
Miner tersebut diketahui menggunakan layanan solo.ckpool.org, sebuah mining pool anonim yang memungkinkan pengguna menambang secara mandiri sambil tetap mendapatkan hadiah penuh, dengan potongan biaya sekitar 2 persen.
Pendekatan ini memungkinkan miner kecil tetap memiliki peluang, meskipun sangat kecil, untuk mendapatkan reward besar tanpa harus bergabung dalam pool besar.
Menariknya, keberhasilan solo miner ini terjadi di saat perusahaan mining skala besar justru mulai melepas kepemilikan Bitcoin mereka.
Riot Platforms dilaporkan menjual sekitar US$ 250 juta Bitcoin dalam sepekan terakhir, sementara MARA Holdings melepas hingga US$ 1,1 miliar BTC pada akhir bulan lalu. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pergeseran fokus ke infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Menariknya, keberhasilan solo miner ini terjadi di saat perusahaan mining skala besar justru mulai melepas kepemilikan Bitcoin mereka.
