Cryptoharian – Harga Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan hingga US$ 1.800. Level tersebut berhasil dipertahankan kuat oleh buyer, mendorong harga kembali naik ke atas US$ 2.100 dalam waktu singkat.
Data on-chain dan analisis teknikal kini mengindikasikan bahwa Ethereum berpotensi mempertahankan level US$ 2.000 dalam jangka pendek.
Investor Jual Rugi, Tanda Kapitulasi Besar
Salah satu indikator penting. Spent Output Profit Ratio (SOPR), saat ini berada di level 0,96. Angka ini menunjukkan bahwa banyak investor masih menjual ETH dalam kondisi rugi.
Dalam sejarahnya, kondisi SOPR di bawah 1 sering kali menjadi sinyal kapitulasi pasar, fase di mana investor menyerah dan menjual asetnya di harga rendah.
Menariknya, kondisi serupa di masa lalu justru sering menjadi titik awal pemulihan harga.
Sebagai contoh:
Baca Juga: Dogecoin di Garis Start, Analis Sebut Kenaikan Tinggal Waktu
MVRV Z-Score Masuk Zona Akumulasi
Indikator lain, yakni MVRV Z-Score kini juga masuk ke area yang secara historis dianggap zona akumulasi.
Level ini terakhir terlihat pada April 2025, saat harga ETH berada di titik terendah sebelum mengalami lonjakan besar hingga mencapai all-time high di US$ 4.950.
Saat ini, band harga MVRV di sekitar US$ 1.880 juga memperkuat asumsi bahwa Ethereum berada di area undervalued.
Support Kuat di US$ 1.800 Jadi Kunci
Secara teknikal, level US$ 1.800 menjadi support krusial. Data menunjukkan bahwa lebih dari 1,35 juta ETH dibeli di area ini.
Level ini juga selaras dengan trendline jangka panjang yang sebelumnya menjadi titik balik harga pada 2022 dan 2025.
Selama level ini bertahan, peluang pemulihan harga tetap terbuka, dengan target jangka pendek di kisaran US$ 2.400 hingga US$ 2.600.
Meski terlihat kuat, risiko tetap ada. Jika harga kembali turun di bawah US$ 2.000, maka tekanan jual bisa meningkat.
Level selanjutnya yang perlu diperhatikan berada di sekitar US$ 1.750 sebagai support berikutnya.
