Bursa saham AS mulai pulih dari aksi jual yang terjadi pada bulan Maret, dengan tiga sinyal utama yang muncul sebagai tanda kepercayaan yang kembali pulih.
Rebound ini terjadi setelah kuartal pertama yang penuh volatilitas akibat konflik antara AS dan Iran, melonjaknya harga minyak, dan sentimen risk-off yang meluas di pasar saham serta kripto.
The Kobeissi Letter melaporkan bahwa S&P 500 telah mencatatkan streak kemenangan terpanjang sejak Oktober 2025. Indeks ini sudah reli 8% dari titik terendahnya pada 30 Maret.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Dalam unggahan terpisah, para analis menjelaskan bahwa sekitar 65% saham di Invesco QQQ Trust (QQQ), yang mengikuti indeks Nasdaq 100, kini diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 10 hari mereka.
Angka tersebut melonjak 40 poin hanya dalam lima sesi, dan ini menjadi kenaikan terbesar sejak November. Pada minggu kedua bulan Maret, hanya 12% saham yang diperdagangkan di atas rata-rata yang sama. Itu adalah pembacaan terendah setidaknya dalam enam bulan terakhir.
Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada sektor teknologi. Lebih dari 70% saham di S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga kembali berada di atas rata-rata pergerakan 10 hari. Hal ini menandakan reli yang terjadi bersifat luas, bukan cuma didorong sebagian nama perusahaan besar saja.
Secara historis, Nasdaq 100 bergerak naik sebanyak 80% dalam 12 bulan ke depan setelah pembalikan sebesar ini. Pola ini memberikan nilai statistik pada momentum yang sedang terjadi sekarang.
Eksekutif perusahaan juga menunjukkan kepercayaan. Pada Maret, 26,4% perusahaan publik AS mengalami pembelian saham oleh orang dalam secara bersih, porsi tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Angka ini naik dari 20,9% pada Februari dan melampaui rata-rata 10 tahun sebesar 23,5%. Ini menandakan pembelian saham oleh orang dalam naik dua bulan berturut-turut.
Meski begitu, tidak semua sektor menunjukkan optimisme yang sama. Pada sektor energi, porsi perusahaan dengan pembelian saham oleh orang dalam turun 1,6 poin persen ke 17,5%. Penurunan ini menunjukkan eksekutif di sektor tersebut nampaknya tidak berharap harga minyak yang melonjak akibat konflik Iran akan bertahan lama.
Tom Lee dari Fundstrat menambah sentimen bullish. Ia mempercayai pasar telah mencapai titik terbawah dan S&P 500 bisa menembus 7.300 tahun ini, yang berarti potensi kenaikan signifikan dari level saat ini. Lee memaparkan bahwa saham-saham menunjukkan ketahanan saat eskalasi geopolitik terburuk, dengan harga saham tetap naik walau harga minyak melonjak.
Kelanjutan reli hingga benar-benar pulih akan sangat bergantung pada seberapa kuat gencatan senjata bertahan dan seberapa cepat tekanan inflasi dari harga minyak bisa mereda. Untuk sekarang, pemulihan baru-baru ini, sebaran pasar yang luas, dan kepercayaan dari orang dalam berjalan seiring, membentuk gambaran yang positif.
Langganan ke channel YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli
