Institusi kini mempercepat adopsi aset kripto, dengan pemain besar yang semakin rutin masuk ke pasar dan menambah eksposurnya pada aset digital. Namun, meskipunInstitusi kini mempercepat adopsi aset kripto, dengan pemain besar yang semakin rutin masuk ke pasar dan menambah eksposurnya pada aset digital. Namun, meskipun

Sejak FTX, Institusi Tidak Lagi Ingin Menyimpan Aset Kripto di Exchange

2026/04/11 07:47
durasi baca 8 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Institusi kini mempercepat adopsi aset kripto, dengan pemain besar yang semakin rutin masuk ke pasar dan menambah eksposurnya pada aset digital. Namun, meskipun partisipasi terus naik, cara institusi terlibat dalam ekosistem ini telah berubah secara mendasar.

Model lama, di mana dana dalam jumlah besar langsung disimpan di exchange aset kripto, kini mulai ditinggalkan. Kini, hadir arsitektur baru di mana aktivitas trading dan kustodian tidak lagi saling terkait.

Bagaimana FTX Menghancurkan Kepercayaan Institusi pada Kustodian Exchange

Sebelum tahun 2022, strategi yang dominan sangat sederhana. Deposit dana ke exchange, lakukan trading, lalu biarkan modal tetap di sana demi kemudahan dan kecepatan transaksi. Exchange berperan ganda sebagai tempat trading sekaligus kustodian. Pola ini berjalan lancar, sampai akhirnya menemui masalah besar.

Runtuhnya FTX mengungkap kelemahan penting. Investor mengambil risiko counterparty yang besar dan sering kali tidak terlihat. FTX beroperasi sebagai exchange, kustodian, pemberi pinjaman, sekaligus clearinghouse dalam satu entitas.

Hal yang sebelumnya dianggap efisiensi operasional, tiba-tiba berubah menjadi kerentanan struktural. Aset milik nasabah ternyata tidak disimpan dalam akun terpisah yang bisa diverifikasi di chain. Saat perusahaan mengajukan kebangkrutan, klien menyadari dana mereka telah dialihkan ke Alameda.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna langsung FTX. Galois Capital, yang pernah terdaftar sebagai penasihat investasi, tutup setelah separuh asetnya terjebak di FTX saat exchange itu runtuh.

Pada September 2024, SEC menjatuhkan denda pada Galois sebesar US$225.000 karena gagal “mematuhi aturan terkait perlindungan aset klien”.

Kebangkrutan Celsius memberi alarm tambahan. Sebuah pengadilan kebangkrutan di AS memutuskan bahwa dana nasabah yang disetor ke Celsius Earn Accounts secara hukum menjadi milik debitur, bukan lagi hak pemilik dana.

Investor yang yakin telah menjadi pemegang aset, pada akhirnya menyadari bahwa, secara hukum, mereka hanyalah kreditur tanpa jaminan.

Riset dari Coalition Greenwich menemukan bahwa penyimpanan institusional menggunakan cold storage dan wallet exchange sama populernya sebelum keruntuhan FTX. Situasi ini berubah dalam semalam.

Sekarang, prinsip industri “not your keys, not your coins” berkembang dari sekadar filosofi jadi tuntutan kepatuhan.

Seperti Apa Praktik Penyelesaian di Luar Exchange

Pada model trading aset kripto tradisional, institusi harus mendepositkan dana ke exchange sebelum bisa melakukan transaksi. Exchange menyimpan aset sekaligus menjalankan fungsi eksekusi, sehingga seluruh risiko terkumpul di satu entitas.

Penyelesaian di luar exchange, atau Off-Exchange Settlement (OES), membalikkan model lama ini. Infrastruktur modern ini memang dirancang untuk mengisolasi risiko. Asset tetap dipegang kustodian pihak ketiga atau disimpan di wallet self-custody.

Sekarang, institusi tidak lagi menyimpan dana di exchange, tetapi mempercayakan penyimpanan pada kustodian pihak ketiga. Para kustodian ini, biasanya entitas yang diawasi regulator atau penyedia infrastruktur khusus, menjaga dana dalam wallet terpisah.

Aktivitas trading tetap berlangsung di exchange, tetapi perbedaannya sangat mendasar. Exchange hanya diberi akses terbatas ke saldo trading atau limit kredit tertentu, yang umumnya didukung aset yang disimpan oleh kustodian.

Exchange boleh mengeksekusi trading, namun tidak dapat memindahkan atau menarik dana pokok secara sepihak. Penyelesaian transaksi berjalan terpisah, biasanya secara netting setelah urusan trading selesai.

Langganan channel YouTube kami untuk menonton pemimpin industri dan jurnalis membagikan insight ahli

Meningkatnya Model Isolasi Risiko

Di keuangan tradisional, pemisahan antara kustodian dan eksekusi trading sudah ada selama puluhan tahun. Aset kripto sebelumnya belum memiliki infrastruktur seperti ini, sampai beberapa perusahaan seperti Fireblocks dan Copper membangunnya.

Fireblocks meluncurkan Fireblocks Off Exchange pada November 2023. Layanan ini menawarkan Collateral Vault Accounts (CVA).

CVA merupakan wallet on-chain yang diamankan dengan kriptografi Multi-Party Computation (MPC). Ketika institusi mendepositkan aset ke CVA, exchange yang terhubung akan menerima kredit trading berdasarkan aset tersebut.

ClearLoop dari Copper adalah solusi settlement di luar exchange, di mana aset tetap berada dalam kustodian MPC milik Copper (Multi-Party Computation). Proses penyelesaian trading berlangsung di infrastruktur milik Copper sendiri.

Kedua sistem ini sudah mendapat perhatian besar dari pelaku industri. Deribit menjadi exchange pertama yang sepenuhnya mengintegrasikan Fireblocks OES pada Februari 2024. HTX menyusul pada April 2025.

ClearLoop milik Copper kini terhubung ke beberapa exchange yang sudah berjalan, termasuk Coinbase, OKX, Bybit, Deribit, Bitget, dan lainnya, sehingga memfasilitasi lebih dari US$50 miliar volume trading notional per bulan. Peretasan Bybit pada 2025 juga menunjukkan keunggulan model penyelesaian off-exchange.

Bagaimana ETF Bitcoin Membuat Pemisahan Menjadi Permanen

Persetujuan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot (BTC) pada Januari 2024 tidak hanya membuka produk investasi baru. Persetujuan ini juga membuat pemisahan kustodian-eksekusi menjadi bagian penting dari produk aset kripto paling terkenal di Wall Street.

Contohnya, seperti banyak ETF lain, iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) milik BlackRock menggunakan Coinbase Custody Trust Company, LLC. Struktur ETF tersebut memastikan bahwa Bitcoin tersimpan di cold storage vaults, sepenuhnya terpisah dari setiap exchange yang digunakan untuk trading. 

Pembuatan dan penebusan saham ETF mengikuti proses operasional di mana aset berpindah antara vault dan saldo trading pada jendela penyelesaian tertentu. Exchange tempat IBIT diperdagangkan di pasar sekunder tidak pernah secara langsung memegang Bitcoin dasarnya.

Ini bukanlah pilihan desain opsional. Begitulah cara kerja ETF berdasarkan definisi. Kustodian memegang aset. Peserta resmi menangani pembuatan dan penebusan. Exchange berperan dalam penemuan harga. Ada tiga peran, tiga entitas, dan tidak saling tumpang tindih.

Tren Off-Exchange Meningkat, tapi Coinbase Masih Mendominasi

Meskipun pergeseran dari kustodian exchange memang nyata, data menunjukkan transisi yang lebih kompleks, bukan penggantian total.

Di tengah pertumbuhan model off-exchange, Coinbase tetap menjadi kekuatan dominan dalam kustodian aset kripto institusional. Saat ini, perusahaan tersebut mengelola kustodian lebih dari 80% aset ETF kripto global.

Coinbase juga bertindak sebagai kustodian untuk delapan dari sepuluh perusahaan publik yang memegang Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari neraca keuangan mereka.

Dominasi ini makin kuat berkat dorongan regulasi. Pada April 2026, Office of the Comptroller of the Currency memberi persetujuan bagi Coinbase untuk mendirikan Coinbase National Trust Company secara bersyarat. Langkah ini akan memungkinkan mereka beroperasi sebagai kustodian kripto yang diatur pemerintah federal jika sudah mendapat persetujuan penuh.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Pentingnya perubahan ini ada dua hal. Pertama, ini memperkuat posisi Coinbase sebagai kustodian yang memenuhi kualifikasi, yang merupakan persyaratan utama bagi investor institusi seperti manajer aset, dana pensiun, dan penerbit ETF.

Kedua, perubahan ini mengisyaratkan meski institusi mengurangi risiko dari exchange, mereka tetap menggunakan layanan pelaku terpusat.

Karena itu, modal institusi kini terkonsolidasi pada sekelompok kecil kustodian yang teregulasi dan sistemik. Situasi ini menciptakan struktur pasar hybrid:

  • Infrastruktur off-exchange mengurangi risiko rekanan secara langsung
  • Exchange dan kustodian teregulasi tetap menjadi dasar kepercayaan institusi
  • Kekuatan pasar semakin bertumpu pada platform yang mampu menyediakan kepatuhan dan skala

Pada dasarnya, evolusi pasca-FTX bukan tentang menghilangkan perantara. Ini soal mendefinisikan ulang institusi perantara mana yang benar-benar dipercaya oleh institusi lain.

Apa yang Akan Terjadi Jika Kejadian Seperti FTX Terulang Saat Ini

Di tengah perhatian besar terhadap model off-exchange, ada pertanyaan alami: apakah kegagalan seperti FTX masih akan berdampak sama bagi modal institusi?

Pada model lama, jika terjadi kegagalan exchange, semua aset yang disetor akan dibekukan. Institusi menjadi kreditur tidak terlindungi dalam proses kebangkrutan bertahun-tahun.

Pada infrastruktur OES saat ini, hasilnya akan sangat berbeda. Jika exchange yang menggunakan Fireblocks OES kolaps, aset institusi tetap berada di CVA mereka. Dana utama tidak pernah masuk ke neraca exchange.

Mekanisme pemulihan bencana milik Fireblocks, yang didukung oleh Coincover, juga memungkinkan institusi menjaga keamanan operasional dengan menghilangkan titik kegagalan tunggal. Satu-satunya potensi kerugian adalah profit and loss dari trading terbaru yang belum terselesaikan.

Dengan ClearLoop, English Law Trust akan melindungi aset klien dari risiko kebangkrutan exchange maupun Copper. Artinya, kerugian institusi akan terbatas hanya pada kewajiban trading yang belum diselesaikan, bukan seluruh portofolio.

Di FTX, institusi kehilangan seluruh saldo yang disetor. Dalam model OES, skenario serupa hanya akan membuat mereka menanggung P&L yang belum terselesaikan dalam beberapa hari saja. Inilah perbedaan sistem baru saat ini.

Perbedaan tersebut menyoroti dampak nyata dari perubahan infrastruktur aset kripto. Industri memang belum menghilangkan risiko secara total, tapi ruang untuk terjadinya kerugian besar akibat kegagalan exchange sudah jauh lebih kecil.

Skala Pasar dan Langkah Selanjutnya

Pada tahun 2024, pasar kustodi aset kripto institusional mencapai sekitar US$3,2 miliar. Diproyeksikan nilainya akan tumbuh menjadi US$27,8 miliar pada 2033 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 26,7%.

Pertumbuhan ini mencerminkan lebih dari sekadar masuknya modal baru ke pasar. Pertumbuhan ini juga memperlihatkan restrukturisasi menyeluruh tentang bagaimana modal disimpan, dipindahkan, dan diselesaikan.

Tahap selanjutnya dari restrukturisasi tersebut sudah mulai terbentuk dengan adanya kolateral yang ditokenisasi. Alih-alih membiarkan stablecoin atau Bitcoin menganggur sebagai margin di exchange, kini institusi mulai menggunakan dana pasar uang yang telah ditokenisasi dan stablecoin berbunga sebagai aset di exchange.

Bank tradisional juga ikut ambil bagian. Pada tahun 2025, BBVA bekerja sama dengan Binance untuk menyediakan layanan kustodi institusional di luar exchange yang teregulasi kepada klien institusi Binance.

Divisi aset digital Nomura, Laser Digital, mengajukan izin OCC guna mendirikan bank perwalian nasional yang fokus pada kustodi aset kripto, trading spot, dan staking bagi para kliennya.

Langkah-langkah ini menjadi sinyal bahwa fungsi kustodi kini mulai berpindah dari perusahaan kripto ke sistem keuangan yang lebih luas. Jika dilihat secara keseluruhan, perkembangan ini berjalan ke arah yang konsisten.

Fungsi kustodi perlahan berpindah dari exchange. Likuiditas dan penemuan harga memang tetap ada di venue trading, tapi asetnya sendiri makin sering tidak berada di exchange.

Perubahan ini awalnya berawal dari permintaan segelintir institusi pasca-kejatuhan FTX, dan kini perlahan menjadi sistem default pasar. Proses pemisahan belum sepenuhnya selesai, tapi arahnya juga tidak kembali lagi.

Peluang Pasar
Logo Decentraland
Harga Decentraland(MANA)
$0.0892
$0.0892$0.0892
-2.43%
USD
Grafik Harga Live Decentraland (MANA)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

USD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APR

USD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APRUSD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APR

Pengguna baru: stake hingga 600% APR Waktu terbatas!