Cryptoharian – Pergerakan Bitcoin (BTC) yang kembali menunjukkan kenaikan dalam beberapa waktu terakhir mulai memunculkan optimisme di pasar. Namun, salah satu analis kripto di media sosial X bernama Ardi, mengingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi jebakan klasik dalam fase bear market.
Dari penjelasan yang ia utarakan di salah satu pembaruan, banyak pelaku pasar sering terjebak karena menganggap setiap kenaikan sebagai awal tren bullish baru.
“Padahal secara historis, bear market justru sering ditandai oleh kenaikan bertahap yang terlihat meyakinkan sebelum akhirnya berlanjut turun,” ungkap Ardi.
Ardi menjelaskan, dalam bull market harga biasanya mengalami koreksi ke bawah untuk mengumpulkan likuiditas sebelum melanjutkan tren naik.
Sebaliknya dalam bear market, pola yang terjadi adalah kebalikannya. Harga justru cenderung naik perlahan dalam channel yang semakin curam. Setiap pantulan terlihat seperti awal kebangkitan, padahal sebenarnya fase distribusi.
Dengan kata lain, kenaikan tersebut bukan tanda kekuatan, melainkan proses pelepasan aset oleh pelaku besar kepada pasar yang mulai kembali optimis.
Baca Juga: Inflasi Amerika Turun, Bitcoin Langsung Tembus US$ 75.000
Semakin Naik, Semakin Berbahaya?
Dari analisis grafik yang dibagikan, terlihat bahwa setiap fase koreksi dalam tren turun memiliki sudut kenaikan yang semakin tajam. Ini menunjukkan bahwa reli yang terjadi semakin agresif, tetapi tidak berkelanjutan.
Menurutnya, fenomena ini sering kali menjadi jebakan bagi trader yang mengira pasar sudah mencapai dasar. Ketika keyakinan mulai terbentuk, justru di situlah fase distribusi mencapai puncaknya.
“Fase seperti ini sering menjadi tahap akhir sebelum penurunan berikutnya terjadi. Secara historis, kondisi ini kerap disalahartikan sebagai awal bull market baru,” ujarnya.
Padahal, lanjut Ardi, struktur pasar masih berada dalam tren turun yang lebih besar. Ia menambahkan, reli yang terlihat kuat hanyalah bagian dari mekanisme pasar untuk menarik likuiditas sebelum bergerak lebih rendah.
Ardi juga menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatannya terhadap siklus Bitcoin sebelumnya, pola ini bukanlah hal baru. Setiap bear market memiliki karakteristik serupa, yakni:
“Pemahaman terhadap struktur ini penting agar tidak terjebak dalam euforia sementara,” pungkas Ardi.


