Nurol Makina, perusahaan pertahanan Turki swasta, telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan kendaraan lapis bajanya di Malaysia.
Kesepakatan yang ditandatangani dengan Nadicorp Holdings yang berbasis di Malaysia ini akan mengarah pada produksi kendaraan lapis baja 4×4 pilihan di negara Asia Tenggara tersebut.
Hal ini akan memposisikannya sebagai pusat ekspor untuk kawasan Asia, demikian dilaporkan kantor berita Anadolu milik pemerintah Turki.
Perusahaan Turki tersebut menargetkan lokalisasi kendaraan tempur Ejder Yalcin dan NMS 4×4 miliknya.
Sebanyak 20 kendaraan lapis baja Panthera 4×4 telah dikirimkan sebelumnya, yang saat ini digunakan oleh pasukan penjaga perdamaian Malaysia dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Kendaraan lapis baja Nurol Makina secara aktif digunakan di lebih dari 20 negara, demikian laporan tersebut menyebutkan.
Pada Maret lalu, perusahaan tersebut menandatangani kesepakatan untuk memproduksi bersama 800 kendaraan lapis baja di Hungaria, demikian dilaporkan surat kabar Daily Sabah. Perusahaan ini telah mendirikan anak perusahaan lokal, Nurol Makina Hungary, yang membentuk usaha patungan dengan produsen otomotif Hungaria, Raba, untuk memfasilitasi produksi lokal.
Ekspor pertahanan Turki meningkat 12 persen secara tahunan menjadi $1,9 miliar pada kuartal pertama 2026, menurut laporan Anadolu.
Produsen pertahanan Turki STM menyatakan pada Januari bahwa pihaknya sedang menjajaki produksi dan pengembangan bersama sistem kendaraan udara nirawak canggih dengan Barzan Holdings yang berbasis di Qatar.
Pada Februari, Saudi Arabian Military Industries (Sami), yang dimiliki oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi, menandatangani kesepakatan dengan ULAQ Global Autonomous Systems asal Turki untuk mengembangkan kendaraan permukaan nirawak secara bersama di kerajaan tersebut.
Sami juga menandatangani perjanjian dengan perusahaan pertahanan Turki Baykar pada Agustus 2023 untuk melokalisasi produksi drone.
