Temukan Lebih Banyak Wawasan Fintech : Pembayaran Real-Time dan Redefinisi Likuiditas Global
[Untuk berbagi wawasan Anda dengan kami, silakan tulis ke [email protected] ]
Data baru dari Klarna, bank digital global dan penyedia pembayaran fleksibel, mengungkapkan bahwa fitur jual ulang dalam aplikasinya terus mengalami momentum yang signifikan: listing yang dibuat melalui aplikasi tumbuh hingga 75% selama 13 bulan terakhir*, seiring konsumen semakin beralih ke jual ulang sebagai cara untuk mendapatkan uang nyata dari barang yang sudah mereka miliki.
Baca Selengkapnya tentang Fintech : Wawancara Fintech Global dengan Baran Ozkan, co-founder & CEO Flagright
Data ini menunjukkan pergeseran yang lebih luas dalam perilaku keuangan: konsumen semakin memandang barang yang mereka miliki bukan sebagai biaya tetap, melainkan sebagai aset yang memiliki nilai berkelanjutan.
Jual ulang menjadi rutinitas, bukan sekadar sesekali
Pertama kali diluncurkan di Swedia pada tahun 2022, fitur jual ulang Klarna kini tersedia di 15 pasar, memungkinkan pengguna mendaftarkan barang untuk dijual kembali langsung dari riwayat pembelian mereka melalui marketplace jual ulang terkemuka seperti eBay, Poshmark, dan Tradera. Tidak perlu mengingat harga yang pernah dibayar, mencari struk, atau berpindah ke aplikasi lain. Klarna mengisi detail listing utama secara otomatis, membuat prosesnya semudah mungkin. Kemudahan ini jelas beresonansi: pengguna yang kembali menyumbang 38%** dari seluruh aktivitas listing, menunjukkan bahwa begitu konsumen menyadari jual ulang menguntungkan, mereka terus kembali.
Kelompok paling aktif adalah pengguna berusia 26–35 tahun, yang menyumbang 30% dari seluruh aktivitas jual ulang. Generasi ini tumbuh dengan pemahaman bahwa pengelolaan uang yang cerdas tidak berhenti pada menabung, tetapi juga mencakup apa yang Anda lakukan dengan barang yang sudah Anda miliki.
Adidas Samba, Nike Dunk Low, iPhone, dan AirPods termasuk di antara barang yang paling banyak didaftarkan di platform ini, barang sehari-hari yang mencerminkan betapa mainstream-nya jual ulang kini. Pakaian dan sepatu menyumbang 43% dari seluruh aktivitas jual ulang, dengan elektronik, tas, dan aksesori berada di posisi berikutnya. Sekitar empat dari lima transaksi berada di kisaran harga terjangkau atau menengah, mencerminkan basis pengguna yang terutama didorong oleh kepraktisan.
Argumen finansial untuk belanja sirkular
Bagi konsumen masa kini, jual ulang merupakan keputusan finansial sekaligus gaya hidup. Riset dari Laporan Recommerce eBay 2025 menemukan bahwa 81% konsumen yang membeli barang bekas menyebutkan penghematan uang sebagai alasan utama mereka. Data jual ulang Klarna menunjukkan logika yang sama kini berjalan secara terbalik: menjual kembali semakin menjadi cara konsumen memulihkan nilai dari pembelian masa lalu, bukan hanya cara mereka menghemat untuk pembelian baru.
"Mendaftarkan barang untuk dijual ulang melalui Klarna hanya membutuhkan beberapa menit, dan rata-rata, pengguna kami mendapatkan kembali estimasi $137 per barang yang terjual. Itu adalah uang nyata yang tetap berada di kantong orang-orang daripada tersimpan sia-sia dalam barang yang tidak lagi mereka gunakan, dan jumlahnya terus bertambah," kata Louisa Garcia Moreno, Sustainability Communications Lead di Klarna.
Pilihan sirkular yang terintegrasi dalam pengalaman belanja
Pendekatan Klarna terhadap belanja sirkular melampaui jual ulang. Platform ini kini menampilkan alternatif barang bekas di samping barang baru pada saat pembelian, membuat barang bekas terlihat tanpa mengharuskan konsumen mencarinya secara aktif.
Bagi konsumen yang ingin berbelanja barang baru dengan lebih bijak, Klarna mengintegrasikan penilaian keberlanjutan dari Good On You, yang menilai merek fashion dan kecantikan berdasarkan lebih dari 1.000 titik data, mencakup dampak mereka terhadap manusia, planet, dan hewan, serta memberikan skor dari 1 hingga 5. Merek yang dinilai "Good" atau "Great" disorot pada titik-titik relevan dalam aplikasi. Platform ini juga menawarkan filter sertifikasi keberlanjutan, memungkinkan konsumen untuk mencari dan membandingkan produk berdasarkan standar pihak ketiga yang diakui.
"Semakin banyak konsumen yang ingin membuat pilihan yang bijak tentang apa yang mereka beli dan apa yang mereka lakukan dengannya setelah selesai. Tugas kami adalah membuat hal itu semudah mungkin, jual ulang, alternatif barang bekas, penilaian keberlanjutan, semua dalam satu tempat," tambah Louisa Garcia Moreno.
Temukan Lebih Banyak Wawasan Fintech : Pembayaran Real-Time dan Redefinisi Likuiditas Global
[Untuk berbagi wawasan Anda dengan kami, silakan tulis ke [email protected] ]
Artikel Resale on the Rise: Klarna's Resell Feature Grows 75% as Consumers Put Real Money Back in Their Pockets pertama kali muncul di GlobalFinTechSeries.

