Binance akan melakukan listing token MEGA dari MegaETH pada 30 April 2026, dengan perdagangan spot dibuka pukul 18.00 WIB. Exchange ini tidak menerima alokasi atau biaya listing apa pun, sehingga mendapat banyak pujian dari analis dan para founder.
Binance memberikan Seed Tag pada MEGA. Semua exchange terpusat utama kini telah menambahkan MEGA tanpa mengambil token dari proyek tersebut, sebuah kejadian langka untuk peluncuran layer-2 (L2).
Perdagangan spot seperti pasangan MEGA/USDC dan MEGA/USDT langsung aktif sesaat setelah pengumuman dari Binance. Namun, deposit dan trading tetap dibatasi di Amerika Serikat, Kanada, Belanda, serta beberapa yurisdiksi lain karena alasan regulasi.
MegaETH sebelumnya di awal tahun 2026 sudah berkomitmen secara publik untuk kebijakan listing tanpa biaya. Tim MegaETH menolak mengirimkan token untuk biaya, hadiah likuiditas, atau airdrop promosi.
Tim ini berpendapat bahwa listing seharusnya berdasarkan kualitas dan permintaan, bukan transfer suplai.
Pada hari peluncuran, Coinbase, Bybit, Upbit, Bithumb, dan Binance masing-masing sudah melakukan listing MEGA tanpa mengambil token proyek.
Exchange yang lebih kecil seperti OKX, Bitget, dan MEXC juga telah membuka perdagangan. Komunitas menyebut aksi banyaknya listing ini sebagai “royal flush” dan kali pertama untuk listing organic layer-2.
Simon Dedic, CEO Blockhead Capital, berkomentar Binance “mengalah” dengan melakukan listing tanpa menerima pembayaran. Ia menilai hasil ini sebagai sinyal positif untuk para founder token yang menghadapi tekanan exchange saat peluncuran.
Analis DeFi Ignas menyoroti bahwa Binance sebelumnya memang berkomitmen mendukung builder dengan komunitas besar. Ia menilai melewatkan MEGA justru akan bertentangan dengan janji tersebut.
Menariknya, token MON dari Monad, yang dijual secara publik lewat Coinbase di awal 2026, belum muncul di Binance.
Pandangan umum menyebut peluncuran ini “berprinsip dan substansial”, karena MegaETH menolak melakukan bayar KOL, kampanye point-farming, atau alokasi suplai ke exchange.
Stablecoin mUSD dari proyek ini dan desain proximity market miliknya menjadi salah satu cara token ini menangkap nilai jaringan.
MEGA diperdagangkan sekitar US$0,16 beberapa jam setelah pengumuman listing Binance. Harga tersebut menempatkan market cap beredar mendekati US$190 juta dan valuasi sepenuhnya teredam sekitar US$1,7 miliar. Total suplai token adalah 10 miliar.
Pembeli Initial Coin Offering (ICO) meraih cuan di atas kertas sekitar 2x lipat, termasuk mereka yang menyetujui periode lock selama 12 bulan.
Namun, tidak semua kabar dari peluncuran positif, karena beberapa pengguna mengabarkan wallet mereka terkuras sekitar US$31.920 dalam USDC.
Respons dari komunitas menyoroti bahwa masalah terjadi akibat izin yang telah disusupi atau aksi phishing, bukan karena kesalahan dari protokol. Para pengguna pun mengingatkan para klaiman agar mencabut izin yang tidak digunakan sebelum berinteraksi dengan kontrak baru.
Reli listing MEGA kini menjadi acuan bagi tim layer-2 lainnya. Apakah peluncuran di masa depan akan mengikuti strategi yang sama sepertinya akan bergantung pada apakah token mereka mengalami permintaan yang sebanding.
Kompromi pasokan sudah lama memengaruhi keputusan exchange, dan hanya sedikit proyek yang menolaknya.


