SBI Holdings, salah satu pendukung utama Ripple, membuka pembicaraan untuk mengakuisisi bitbank dan memimpin pasar exchange aset kripto di Jepang.SBI Holdings, salah satu pendukung utama Ripple, membuka pembicaraan untuk mengakuisisi bitbank dan memimpin pasar exchange aset kripto di Jepang.

Ripple Backer SBI Buka Pembicaraan dengan Bitbank, Bidik Exchange Aset Kripto Terbesar di Jepang

2026/05/01 21:17
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

SBI Holdings telah memulai pembicaraan resmi terkait aliansi modal dan bisnis dengan Bitbank Inc. Grup keuangan asal Jepang ini ingin menjadikan exchange aset kripto terbesar ketiga di negara tersebut sebagai anak perusahaan yang terkonsolidasi.

Kabar ini diumumkan pada 1 Mei 2026, beberapa minggu setelah SBI menggabungkan SBI VC Trade dengan Bitpoint Japan. Kesepakatan sebelumnya tersebut memperluas jejak bisnis kripto mereka di Jepang.

Jalur Menuju Operator Exchange Kripto Teratas di Jepang

Jika kesepakatan ini selesai, SBI group akan melampaui bitFlyer dan Coincheck berdasarkan volume perdagangan gabungan. Akibatnya, SBI akan menjadi operator exchange terbesar di pasar kripto yang diatur di Jepang.

Sota Watanabe, CEO Startale Group, menilai langkah ini sebagai titik balik bagi sektor tersebut.

Mengapa SBI Membeli Sekarang

Sektor kripto di Jepang sedang mengalami konsolidasi karena aturan yang makin ketat meningkatkan tuntutan modal dan kepatuhan. SBI mencatatkan laba aset kripto tertinggi sebesar ¥89,6 miliar (US$560,89 juta) pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.

Beberapa produk baru yang baru diluncurkan meliputi stablecoin JPYSC yang didukung yen, pinjaman dengan jaminan aset kripto, serta kemitraan Visa.

Langkah ini melanjutkan rencana CEO Yoshitaka Kitao untuk menggabungkan keuangan tradisional dengan blockchain. SBI memiliki sekitar 9% saham di Ripple. Perusahaan patungan SBI Ripple Asia juga mendorong adopsi XRP di kawasan regional.

Pengawasan terhadap kepatuhan tetap menjadi bagian dari situasi. SBI Securities, unit pialang dari grup tersebut, memperoleh sanksi pada awal 2024 akibat praktik harga saham saat IPO. Masalah ini membuat regulator Jepang sempat melarang sementara upaya penawaran klien baru.

Bitbank berdiri sejak 2014 dan mendapatkan lisensi dari Financial Services Agency Jepang pada 2017. Hingga kini belum pernah terjadi insiden peretasan sejak peluncurannya.

Pada tahun 2021, Mixi mengakuisisi sekitar 26,2% saham operator ini melalui aliansi senilai sekitar ¥7 miliar (US$46,2 juta). Setelah itu, perusahaan tersebut bermitra dengan Sumitomo Mitsui Trust untuk layanan kustodian aset digital.

SBI belum mengumumkan valuasi, rasio kepemilikan saham, atau waktu penyelesaian untuk akuisisi saham di bitbank.

Setiap kesepakatan masih membutuhkan uji tuntas dan persetujuan regulator. Sebelumnya, perusahaan juga mengakuisisi TaoTao sebelum melakukan relisting untuk XRP, sehingga memperlihatkan strategi yang serupa dalam merangkul exchange Jepang lainnya.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.