Ruang redaksi ASEAN bersatu dalam episode perdana podcast 'Good As News' untuk menghadapi tantangan dan memetakan masa depan jurnalisme di era AI.Ruang redaksi ASEAN bersatu dalam episode perdana podcast 'Good As News' untuk menghadapi tantangan dan memetakan masa depan jurnalisme di era AI.

Good As News: Krisis berita tersembunyi dan bagaimana hal itu mempengaruhi Anda

2026/05/04 08:43
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Apakah jurnalisme masih penting di dunia yang kini dibentuk oleh ringkasan AI dan guliran tanpa henti? Di mana investigasi panjang menemukan ruang dalam ekonomi perhatian yang dibangun untuk kecepatan? Dan di saat fakta sangat penting bagi demokrasi, bagaimana ruang redaksi bisa menembus kebisingan dan bias algoritmik?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang menjadi inti dari Good As News, sebuah podcast baru yang diluncurkan oleh koalisi ruang redaksi independen di Asia Tenggara.

Serial ini mempertemukan para jurnalis dan pemimpin ruang redaksi dari Filipina, Malaysia, Indonesia, Myanmar, Kamboja, dan lainnya, untuk merefleksikan tekanan yang dihadapi industri saat ini – mulai dari rentang perhatian yang semakin pendek hingga kebangkitan AI generatif, serta kebutuhan mendesak akan kolaborasi untuk menjaga jurnalisme tetap hidup dan dipercaya.

Tonton episode pertama, "The Hidden News Crisis and How It Affects You," dan saksikan episode-episode berikutnya di saluran YouTube Rappler. 

Episode perdana dimoderatori oleh kepala komunitas Rappler, Pia Ranada, dan menampilkan editor eksekutif Rappler, Glenda M. Gloria, kepala operasional Malaysiakini, Tham Seen Hau, dari Malaysia; serta CEO Tempo Digital, Wahyu Dhyatmika, dari Indonesia.

Big Tech dan urgensi kolaborasi

Seiring kecerdasan buatan terus berkembang, ketergantungannya pada jurnalisme pun ikut meningkat.

"AI yang Anda gunakan menjadi lebih cerdas berkat jurnalisme berkualitas yang dihasilkan ruang redaksi. Pada akhirnya, platform AI harus memberikan kompensasi kepada jurnalis," kata Tham Seen Hau, seraya menunjuk pada kebutuhan yang semakin besar akan akuntabilitas dan kolaborasi antara platform teknologi dan media.

Percakapan ini menggarisbawahi ketegangan utama saat ini: seiring teknologi membentuk ulang cara informasi diciptakan dan dikonsumsi, kelangsungan hidup jurnalisme independen tidak hanya bergantung pada adaptasi, tetapi juga pada aksi kolektif.

Menurut Anda, tantangan apa yang harus dihadapi jurnalisme selanjutnya? Tonton episodenya, bagikan pendapat Anda di kolom komentar, dan usulkan topik untuk diskusi mendatang. – Rappler.com

Bantu pertahankan laporan yang menginformasikan, menginvestigasi, dan mengawasi kekuasaan. Jadilah anggota Rappler+ hari ini: rappler.com/plus

Peluang Pasar
Logo Gensyn
Harga Gensyn(AI)
$0.04551
$0.04551$0.04551
+23.19%
USD
Grafik Harga Live Gensyn (AI)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Starter Gold Rush: Win $2,500!

Starter Gold Rush: Win $2,500!Starter Gold Rush: Win $2,500!

Start your first trade & capture every Alpha move