Kekayaan Elon Musk menembus US$800 miliar akhir pekan ini, dan bos Tesla serta SpaceX itu seakan belum akan melambat. Ketika ditanya soal angka tersebut, Musk justru membalas dengan target US$10 triliun.
Saat ini, kekayaan Musk setara dengan 2,7% dari produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat. Pangsa tersebut belum pernah terjadi lagi sejak era Standard Oil milik John D. Rockefeller pada tahun 1913.
Berdasarkan data World Bank tahun 2024, rata-rata PDB dari 176 negara adalah sekitar US$612,36 miliar. Jadi, sekarang kekayaan Musk lebih besar dari rata-rata ekonomi suatu negara.
Diamandis memposting perbandingan ini di X. Ia menuturkan bahwa tidak ada individu yang bisa menyamai cengkeraman Rockefeller terhadap ekonomi Amerika selama lebih dari 100 tahun. Rockefeller membangun kekayaannya dari minyak, sedangkan Musk dari mobil listrik, roket, satelit, dan kecerdasan buatan.
Tesla, SpaceX, Twitter (sekarang X), dan xAI menjadi penopang utama kekayaan Musk di atas kertas. Saham Tesla punya kontribusi terbesar, sementara valuasi SpaceX yang belum melantai di bursa sekarang menembus US$400 miliar di pasar sekunder. Kedua perusahaan itu juga masih memegang cadangan Bitcoin dalam neraca mereka.
Keterlibatannya pun lebih luas daripada sekadar kas perusahaan. Ayahnya pernah menyebut bahwa saudara-saudara mereka memegang lebih dari 23.000 BTC, dengan nilai sekarang lebih dari US$1,6 miliar. Musk juga sangat vokal dalam mendukung Bitcoin dan Dogecoin di masa lalu.
Untuk bisa mencapai US$10 triliun, total kepemilikan Musk harus meningkat lebih dari dua belas kali lipat dari level sekarang.
Pendukung Musk menyoroti taksi otonom, robot humanoid Optimus, misi kargo Starship, dan data center xAI sebagai pendorong utama pertumbuhan tersebut. Kapitalisasi pasar Tesla saja perlu menyaingi perusahaan publik terbesar dalam sejarah.
X, yang sekarang terintegrasi dengan xAI, menjadi pusat strategi konsumer Musk. Platform itu telah meluncurkan X Money di beberapa negara bagian AS dan saat ini menguji fitur trading aset kripto langsung di feed. Musk juga pernah memberi isyarat soal integrasi Dogecoin ke depan, namun X sendiri belum mengonfirmasi token tertentu.
Para pengkritik menilai target ini hanya sekadar drama. Harga saham Tesla didorong oleh asumsi pertumbuhan yang agresif. Regulator kini semakin ketat mengamati peluncuran SpaceX. Pengawas antitrust juga memperhatikan ekspansi X ke layanan finansial. Jika ada hambatan, kekayaan Musk di atas kertas bisa langsung terkoreksi.
Balasan Musk tersebut telah dilihat 1,3 juta kali hanya dalam hitungan jam. Hal itu kembali memicu perdebatan, apakah sebaiknya seorang pendiri perusahaan boleh menguasai porsi ekonomi Amerika sebanyak ini. Rekor Rockefeller bisa saja tergeser, namun bukan hanya karena Wall Street. Penentu utama bisa jadi bagaimana regulator akan mengatur batas konsentrasi kekayaan pribadi.


