Cryptoharian – Salah satu analis di media sosial X, dengan nama akun ‘BTCAnalytics’ mencoba menjawab pertanyaan yang sedang ramai di market. Pertanyaan tersebut, yakni apakah kenaikan Bitcoin saat ini hanyalah bull trap, atau justru tanda bahwa bottom sudah terbentuk?
Untuk itu, ia membandingkan reli saat ini dengan seluruh reli besar dalam sejarah bear market Bitcoin.
Dalam analisanya, BTCAnalytics menemukan ada sembilan reli besar dalam empat bear market berbeda yang akhirnya gagal dan berujung pada lower low.
Contohnya terjadi di:
Secara rata-rata, reli gagal ini naik sekitar 56 persen dalam waktu hanya 31 hari.
Polanya jelas, yakni kenaikan cepat, agresif, dan tidak bertahan lama.
Bottom Asli Bergerak Lambat
Sebaliknya, saat Bitcoin benar-benar membentuk bottom, pergerakannya justru berbeda.
BTCAnalytics menjelaskan ada dua contoh paling jelas, yakni:
Karakter utamanya bukan lonjakan cepat, tapi kenaikan yang lambat dan stabil.
Baca Juga: Bitcoin Masuk Zona Penentuan, Colin Beri Warning
Reli Sekarang Lebih Mirip Bottom?
Reli saat ini bergerak dari sekitar US$ 60.000 ke US$ 80.000, atau naik sekitar 32 persen.
Namun yang menarik bukan hanya besarannya, tapi durasinya.
Kenaikan ini terjadi selama 87 hari, lebih lama dari semua reli gagal sebelumnya. Sebagai perbandingan, reli gagal terlama hanya berlangsung 66 hari pada 2022.
Artinya, secara karakter, pergerakan sekarang lebih menyerupai fase pembentukan bottom daripada sekadar bull trap cepat.
Titik Penentu
Meski begitu, BTCAnalytics menegaskan bahwa ini belum konfirmasi pasti.
Ada dua level kunci yang akan menentukan arah berikutnya:
Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas US$ 80.000, maka struktur higher high mulai terbentuk dan peluang bullish semakin kuat.
Sebaliknya, jika harga kembali turun dan kehilangan area US$ 65.000, maka skenario ini bisa dianggap gagal dan membuka kemungkinan penurunan lebih dalam.


