Mayoritas warga Israel mengatakan mengakhiri perang dengan Iran dalam kondisi saat ini tidak sejalan dengan kepentingan keamanan negara mereka. Sebaliknya, 77% warga Amerika menyatakan bahwa menyerang Iran adalah keputusan yang salah.
Survei dari Israel Democracy Institute ini muncul di tengah volatilitas pasar yang tajam akibat perang tersebut.
Pusat Keluarga Viterbi dari IDI melakukan survei terhadap 601 responden Yahudi dan 150 responden Arab antara 26 sampai 30 April. Secara keseluruhan, 59% warga Israel menyatakan bahwa mengakhiri perang dengan Iran dalam kondisi saat ini tidak sesuai dengan kepentingan keamanan nasional.
Sekitar dua pertiga warga Yahudi memegang pandangan tersebut, sementara hampir setengah warga Arab justru berpandangan sebaliknya.
Ikuti kami di X untuk memperoleh berita terbaru secara langsung
Orang Israel kini semakin melihat Washington sebagai penentu langkah pertahanan. Persentase yang menyebut AS punya pengaruh lebih besar naik dari 44% menjadi 51% selama enam bulan terakhir. Khusus di kalangan Yahudi, kenaikan ini melonjak dari 45% menjadi 56,5%.
Sementara itu, survei terpisah yang dilakukan Generation Lab mengukur pendapat warga Amerika mengenai keputusan Trump melakukan serangan militer ke Iran, dan hasilnya menunjukkan penolakan luas.
77% responden menyatakan langkah tersebut adalah keputusan yang salah. Tingkat penolakan paling tinggi datang dari kelompok usia muda, di mana 80% responden usia 18–24 tahun menentang tindakan itu. Pandangan serupa dimiliki 73% responden kelompok usia 30–34 tahun.
Survei ini juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap cara Presiden Trump menangani situasi. Secara keseluruhan, 55% responden sangat tidak setuju dengan pendekatan beliau terhadap aksi militer AS ke Iran. Tingkat penolakan tertinggi kembali ditemukan pada kelompok usia 18–24 tahun.
Konflik yang mulai terjadi pada 28 Februari ini telah mengguncang pasar global, dan mendorong lonjakan harga di banyak sektor mulai dari bahan bakar hingga pupuk. Kekurangan pasokan minyak memicu penurunan besar-besaran inventaris sehingga tekanan harga pun makin terasa.
Sementara itu, BeInCrypto melaporkan bahwa inflasi untuk makanan dan minuman naik menjadi 7,9% pada bulan Maret, yang menandai kenaikan tertinggi dalam 12 bulan terakhir. Pasar pupuk juga mengalami dampak besar, dengan harga urea yang naik dua kali lipat sejak Februari, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan pangan di masa depan.
Gangguan ini juga merambah ke sektor logam industri, di mana sektor aluminium pun turut terdampak. Di saat yang sama, harga avtur yang melonjak memukul industri penerbangan sampai menyebabkan pembatalan penerbangan dan kenaikan harga tiket.
Langganan saluran YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli

