SpaceX memberikan akses penuh kepada Anthropic terhadap supercluster Colossus 1 miliknya yang berbasis di Memphis pada hari Rabu. Kesepakatan penyediaan komputasi ini terjadi sekitar lima minggu sebelum rencana SpaceX untuk debut di pasar publik dengan valuasi US$1,75 triliun.
Kesepakatan ini memberi Anthropic lebih dari 300 megawatt kapasitas dan lebih dari 220.000 GPU NVIDIA yang bisa digunakan dalam satu bulan ke depan. Selain itu, ketersediaan tersebut juga membuat SpaceX mendapat pelanggan AI besar sebelum listing di Nasdaq pada bulan Juni.
SpaceX diam-diam mendaftarkan dokumen S-1 ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada 1 April. Para bankir memperkirakan penawaran ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal AS. Roadshow akan berlangsung mulai minggu 8 Juni.
Menjual kapasitas Colossus 1 ke laboratorium AI terkemuka memberi bukti baru bagi penjamin emisi terkait narasi infrastruktur AI.
SpaceX telah merger dengan xAI pada bulan Februari, dan kesepakatan dengan Anthropic ini menunjukkan bahwa klaster tersebut bisa melayani pelanggan eksternal yang membayar, bukan hanya Grok.
Bagi Anthropic, kesepakatan ini melipatgandakan batas penggunaan Claude Code untuk pengguna berbayar dan meningkatkan batas API pada model Opus. Laboratorium ini telah melewati valuasi implisit US$1 triliun di pasar privat awal tahun ini.
Di sisi lain, Musk tetap memiliki hak untuk mengambil kembali komputasi jika model Anthropic membahayakan umat manusia. Klausul ini menjadi perhatian tata kelola yang tidak biasa bagi para investor IPO untuk dipertimbangkan.
Kedua perusahaan juga menyampaikan ketertarikan pada komputasi orbital multi-gigawatt, yaitu menghubungkan perangkat keras Starship dengan beban kerja pelatihan AI di masa depan.
Namun, rencana jangka panjang itu bisa saja mendorong nilai penawaran SpaceX semakin tinggi pada proses pencatatan saham. Para bankir bahkan memperkirakan nilainya dapat mencapai US$2 triliun.
Investor kini menantikan publikasi dokumen S-1. Informasi terbuka terkait pendapatan komputasi AI dari operasi Musk bisa saja mengubah diskusi soal valuasi.
