Matthew Sigel, Kepala Riset Aset Digital VanEck, memproyeksikan bahwa Bitcoin (BTC) bisa saja mencapai US$1.000.000 per koin.
Sigel menyampaikan komentar tersebut di acara Halftime Report CNBC. Ia menggambarkan perjalanan Bitcoin sebagai sesuatu yang bersifat siklikal dan mengingatkan adanya volatilitas besar di sepanjang prosesnya.
Di acara itu, Sigel membandingkan perjalanan Bitcoin dengan industri video game, di mana adopsinya yang dulu hanya terbatas untuk anak-anak, kini sudah merambah ke setiap kelompok usia.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Saat ditanya tentang waktu kapan Bitcoin bisa mencapai US$1.000.000, Sigel mengatakan pencapaian tersebut bisa terjadi dalam beberapa tahun ke depan, kemungkinan sekitar 5 tahun.
Ia menyebut kenaikan harga Bitcoin yang berkelanjutan masih menjadi skenario utama VanEck. Tapi, Sigel juga menambahkan bahwa perjalanan aset ini tetap bersifat siklikal.
Subscribe channel YouTube kami untuk menonton wawasan pakar dari para pemimpin dan jurnalis
Sementara itu, membahas aksi harga Bitcoin dalam waktu dekat, Sigel menuturkan bahwa korelasi aset kripto ini dengan Nasdaq telah mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir, yang menandakan reli saat ini sangat dipengaruhi oleh tren ekonomi makro yang lebih luas.
Ia menyampaikan keyakinan VanEck di level saat ini berasal dari tidak adanya “gelembung di pasar derivatif.” Menurutnya, reli ini nampaknya masih didorong oleh penutupan posisi short, yang menunjukkan posisi keseluruhan pasar masih cenderung bearish. Ia menambahkan bahwa kondisi ini masih mendukung pandangan konstruktif untuk Bitcoin.
Proyeksi Sigel ini menempatkan VanEck sejalan dengan Chief Investment Officer Bitwise Matt Hougan dan CEO Jan3 Samson Mow. Hougan dan Mow menggunakan metode analisis berbeda untuk mencapai skenario tujuh digit tersebut.
Bitcoin perlu naik lebih dari 12 kali lipat untuk bisa mencapai target US$1.000.000. Pada saat publikasi, aset ini diperdagangkan di harga US$81.042, turun hampir 0,30% dalam sehari terakhir. Bahkan jika berhasil kembali ke rekor Oktober 2025 di atas US$126.000, pencapaian itu baru menempuh sebagian kecil saja dari target tersebut.