Deepfake telah berubah dari isu terbatas menjadi ancaman berskala massal. Sejumlah insiden di bulan Mei menunjukkan bahwa alat-alat yang tersedia secara umum kini melampaui kemampuan institusi mana pun dalam merespons.
Dampaknya pun sampai ke dunia aset kripto. Penipu kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat scam dengan menyamar sebagai orang lain.
Pada awal Mei 2026, konten buatan AI muncul di ranah politik, hiburan, dan kejahatan, seperti tercatat oleh Resemble AI.
Direktur FBI Kash Patel mengunggah video yang sepertinya menggunakan AI untuk menghasilkan adegan yang hampir sama persis dengan video musik “Sabotage” milik Beastie Boys. Selain itu, video AI dari kandidat wali kota Spencer Pratt telah ditonton 4,1 juta kali di X.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Alat-alat ini tidak hanya digunakan demi konten viral, tapi juga menyebabkan kerugian keuangan nyata. Seorang pria di Chicago kehilangan US$69.000 akibat penipu yang memperlihatkan lencana US Marshals yang dibuat dengan AI melalui panggilan video.
Sementara itu, Lila Shroff dari The Atlantic menemukan bahwa ChatGPT Images 2.0 milik OpenAI bisa menciptakan identitas palsu, resep dokter palsu, struk, peringatan bank, hingga tangkapan layar berita palsu.
404 Media membongkar Haotian AI, software deepfake real-time dari Cina. Jurnalis Joseph Cox mengganti wajah secara langsung dalam panggilan Teams menggunakan software tersebut, membuktikan teknologinya sudah berfungsi, telah dijual, dan bahkan sudah digunakan untuk merugikan korban sesungguhnya.
Aset kripto kini menjadi sasaran utama penipuan berbasis AI. Menurut Chainalysis, para pelaku kejahatan kini menggabungkan deepfake, aplikasi face-swap, dan model bahasa besar AI dengan modus penipuan romansa dan investasi klasik, dengan perhitungan yang sangat menguntungkan mereka.
Rata-rata, scam aset kripto yang dibantu AI menghasilkan sekitar US$3,2 juta, sekitar 4,5 kali lipat dari hasil skema penipuan konvensional. Beberapa kasus menyoroti ancaman tersebut. Pada Agustus 2025, penyerang berhasil mengambil US$2 juta dengan menyamar sebagai founder Plasma.
BeInCrypto juga pernah mengabarkan tentang operasi oleh oknum Korea Utara yang menjalankan panggilan video deepfake di Zoom. Semua insiden ini mempertegas bahwa penyamaran berbasis AI telah menjadi salah satu risiko keamanan paling genting di sektor kripto.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyimak wawasan para pemimpin dan jurnalis ahli

