Cryptoharian – Pergerakan Ethereum (ETH) tampak tertahan dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah harga yang bergerak sideways di kisaran US$ 2.250 hingga US $2.450, analis on-chain Darkfost menyoroti adanya peningkatan aktivitas transfer ETH ke bursa, khususnya Binance.
Menurut Darkfost, awal Mei menunjukkan lonjakan exchange inflow Ethereum yang cukup besar. Aktivitas ini muncul bersamaan dengan fase konsolidasi harga ETH, dan memunculkan pertanyaan apakah investor besar mulai bersiap menjual aset mereka.
Binance Catat Lonjakan Inflow ETH
Darkfost mengungkapkan bursa Binance mencatat beberapa lonjakan besar arus masuk ETH dalam hitungan jam sejak awal Mei.
Tiga pergerakan terbesar yang paling mencolok terjadi pada:
6 Mei: 216.152 ETH senilai sekitar US$511 juta
8 Mei: 98.552 ETH senilai sekitar US$224 juta
9 Mei: 125.146 ETH senilai sekitar US$288 juta
“Menariknya, lonjakan transfer tersebut terjadi saat harga ETH memasuki fase koreksi, baik koreksi kecil maupun penurunan yang lebih dalam,” ungkap Darkfost.
Menurut Darkfost, pola ini lebih mencerminkan reaksi emosional investor dibanding aksi profit taking yang terukur.
Artinya, sebagian pelaku pasar tampaknya mulai memindahkan aset ke exchange saat harga melemah, kemungkinan untuk berjaga-jaga atau bersiap melakukan penjualan jika tekanan pasar berlanjut.
Baca Juga: Bear Market Bitcoin Diperkirakan Berakhir Oktober 2026
Cadangan ETH di Binance Ikut Naik
Selain lonjakan inflow, Darkfost juga menyoroti kenaikan cadangan Ethereum di Binance.
“Saat ini, reserve ETH di Binance telah mencapai sekitar 3,62 juta ETH, setara dengan sekitar 24,6 persen dari total cadangan ETH di seluruh exchange,” ujarnya.
Kenaikan reserve biasanya menjadi indikator penting karena semakin banyak aset yang berada di exchange dapat meningkatkan potensi tekanan jual jangka pendek.
Sebaliknya, ketika ETH ditarik keluar dari exchange menuju wallet pribadi, kondisi itu sering dianggap sebagai sinyal akumulasi.
Kenapa Harga ETH Masih Sideways?
Darkfost menilai meningkatnya ETH di exchange bisa menjadi salah satu alasan mengapa Ethereum belum mampu keluar dari fase konsolidasi.
Meski ETH sempat mencoba rebound, tekanan dari holder besar yang masih terlihat tidak stabil membuat harga terus bergerak dalam range sempit.
Dengan kata lain, pasar saat ini masih menunggu kepastian: apakah Ethereum mampu breakout ke atas US$2.450, atau justru kembali terkoreksi akibat tekanan jual dari whale.
“Hal ini juga dapat membantu menjelaskan mengapa Ethereum terjebak dalam fase konsolidasi selama beberapa minggu sekarang,” pungkas Darkfost.


