BlackRock menyatakan dukungannya terhadap usulan aturan stablecoin dari U.S. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) di bawah kerangka GENIUS Act. Dukungan tersebut disampaikan melalui surat komentar resmi yang berisi tujuh rekomendasi kepada regulator.
Sebagai manajer aset terbesar di dunia, BlackRock menilai kerangka GENIUS Act dapat memperkuat standar sistem pembayaran dan membuka peluang penggunaan stablecoin untuk settlement real-time.
Dilaporkan BeInCrypto, proposal OCC yang diterbitkan pada 2 Maret mengatur standar bagi permitted payment stablecoin issuers atau PPSIs di bawah Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins (GENIUS) Act.
Aturan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari aset cadangan, diversifikasi, konsentrasi, modal, hingga standar pengawasan. Regulasi ini menjadi bagian dari upaya AS untuk membangun kerangka hukum yang lebih jelas bagi penerbit stablecoin pembayaran.
BlackRock menyatakan lebih mendukung “Option A” dalam proposal OCC. Opsi ini menggabungkan pendekatan berbasis prinsip dengan optional quantitative safe harbor.
Safe harbor tersebut mencakup ambang likuiditas harian 10%, likuiditas mingguan 30%, batas konsentrasi 40%, serta batas weighted average maturity selama 20 hari.
Menurut BlackRock, pendekatan ini lebih fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan perkembangan pasar stablecoin yang terus berubah.
Baca juga: Cadangan USD1 di Bursa Melonjak 3.200%, Stablecoin Makin Dilirik
Salah satu rekomendasi utama BlackRock adalah agar government money market funds atau GMMFs yang dapat diselesaikan pada hari yang sama dihitung sebagai bagian dari cadangan likuid mingguan.
BlackRock menyoroti bahwa terdapat lebih dari US$6,2 triliun dana yang tersimpan dalam instrumen tersebut. Perusahaan juga meminta OCC memastikan bahwa ETF yang memenuhi syarat mendapatkan perlakuan yang sama sebagai aset cadangan.
Permintaan ini menunjukkan bahwa BlackRock ingin definisi cadangan stablecoin dibuat lebih luas, selama aset tersebut tetap memenuhi standar likuiditas dan keamanan.
BlackRock juga mendesak OCC agar tidak memberlakukan batas kuantitatif tambahan terhadap aset cadangan yang berbentuk tokenisasi. Dalam proposalnya, OCC sempat mempertimbangkan batas 20% untuk aset tokenisasi.
Menurut BlackRock, pembatasan tersebut berisiko menghukum bentuk aset, bukan risikonya. Dengan kata lain, perusahaan menilai aset tokenisasi seharusnya dinilai berdasarkan kualitas, likuiditas, dan profil risikonya, bukan semata-mata karena bentuknya berada di blockchain.
Selain ETF dan money market fund, BlackRock juga meminta agar U.S. Treasury Floating Rate Notes atau FRNs dengan jatuh tempo hingga dua tahun dapat dimasukkan sebagai aset cadangan yang memenuhi syarat.
Perusahaan juga mendorong agar separately managed accounts tetap tersedia untuk pengelolaan cadangan secara profesional. Hal ini dinilai penting agar penerbit stablecoin dapat mengelola cadangan dengan lebih efisien dan sesuai standar institusional.
Menurut Tim Research Tokocrypto, dukungan BlackRock terhadap kerangka GENIUS Act menunjukkan bahwa stablecoin semakin dipandang sebagai bagian penting dari sistem pembayaran masa depan.
Head of Digital Assets BlackRock, Robert Mitchnick, ikut menandatangani surat tersebut bersama empat eksekutif lainnya. BlackRock menilai stablecoin dapat meningkatkan sistem pembayaran dan menciptakan utilitas keuangan baru, termasuk settlement real-time.
Surat komentar BlackRock menjadi sinyal penting bagi arah regulasi stablecoin di AS. Sebagai pemain institusional besar, pandangan BlackRock dapat memengaruhi bagaimana regulator menetapkan batasan cadangan, likuiditas, dan penggunaan aset tokenisasi.
Jika rekomendasi tersebut diterima, penerbit stablecoin berpotensi memiliki ruang lebih luas dalam mengelola cadangan, termasuk melalui ETF, money market fund, Treasury FRN, dan aset tokenisasi.
Untuk saat ini, pasar akan mencermati apakah OCC akan mengakomodasi masukan dari BlackRock sebelum aturan final GENIUS Act diterapkan.
Baca juga: WLFI Diguncang USD1, Tapi Dompet Besar Diam-Diam Borong
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post BlackRock Dukung Aturan Stablecoin GENIUS Act appeared first on Tokocrypto News.

