S&P 500 Melonjak ke Rekor Baru di 2026, Cetak Banyak Rekor Baru Saat Wall Street Rayakan Tahun yang Gemilang
Tapi, jika kita keluarkan saham-saham artificial intelligence, reli tersebut hampir tidak ada. Pasar jadi seakan tidak bergerak dari sejak Februari.
BeInCrypto baru-baru ini melaporkan bahwa saham-saham yang terkait dengan AI kini menyumbang rekor sebesar 45% dari kapitalisasi pasar S&P 500. Reli kuat pada saham-saham hyperscaler dan saham terkait AI ikut mendorong kenaikan indeks ini, sementara investor terus bertaruh bahwa sektor ini akan berkembang dalam jangka panjang.
S&P 500 sudah naik hampir 7% sejak awal Februari. Walau volatilitas akibat perang sempat menimbulkan kerugian besar di bulan Maret, reli kembali menguat di bulan April, dengan kenaikan indeks hingga 15,5% sejak 30 Maret.
Tapi, kenaikan ini tidak terjadi secara merata di pasar. Berdasarkan data Google Finance, US 500 Excluding Artificial Intelligence Enablers Price Return Index (SPXXAI) justru turun 1,84% sejak diluncurkan pada Februari.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Bahkan setelah pulih dari titik terendah di bulan Maret, indeks hanya naik sekitar 5,07%. Perbedaan ini menegaskan seberapa besar saham-saham terkait AI mendorong reli pasar secara keseluruhan.
Pekerjaan Goldman sebelumnya juga sudah menyoroti perbedaan ini sebelum reli sekarang muncul. Dalam tiga tahun terakhir sampai awal 2026, S&P 500 mencatatkan return sebesar 76%, sedangkan versi ex-AI hanya 32%.
Hal ini tidak hanya terjadi di saham-saham Amerika Serikat. Bloomberg baru-baru ini melaporkan bahwa reli saham di Asia yang didorong oleh AI juga menutupi lemahnya pasar secara menyeluruh, dengan kenaikan tajam pada saham teknologi mengimbangi tekanan ekonomi dan ketidakpastian investor akibat konflik AS-Iran.
Sementara raksasa AI terus mendorong indeks utama ke rekor baru, sebagian besar pasar masih berjalan lambat akibat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.
Akibatnya, kepercayaan investor kini makin bergantung pada apakah tren AI bisa terus menjaga momentum pasar secara mandiri.
Subscribe ke kanal YouTube kami untuk melihat pemimpin dan jurnalis berbagi insight ahli


