Pasar tokenized real-world assets (RWA) terus mencatat pertumbuhan kuat sepanjang 2026. Nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi kini telah menembus US$31 miliar, naik sekitar 46% sejak Januari.
Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya minat institusi terhadap aset tradisional yang dibawa ke infrastruktur blockchain. Aset seperti obligasi pemerintah, private credit, komoditas, saham, dan real estate kini mulai hadir dalam bentuk token yang dapat diperdagangkan dan digunakan di berbagai protokol on-chain.
Dikutip Crypto Briefing, instrumen utang pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar tokenized RWA. Obligasi pemerintah kini menyumbang lebih dari 60% dari total pasar RWA yang ditokenisasi.
US Treasury menjadi segmen terbesar, dengan nilai obligasi AS yang sudah berada di blockchain melampaui US$15 miliar. Dominasi ini menunjukkan bahwa institusi lebih banyak memulai adopsi tokenisasi dari aset yang relatif likuid, dikenal luas, dan memiliki profil risiko lebih rendah.
Selain obligasi pemerintah, pasar RWA juga mencakup private credit, institutional funds, komoditas, saham, dan real estate. Namun, kontribusi terbesar masih datang dari instrumen berbasis utang pemerintah.
Salah satu alasan utama institusi tertarik pada tokenized treasuries adalah efisiensi settlement. Dalam sistem tradisional, settlement US Treasury umumnya berjalan dalam siklus T+1. Di blockchain, proses settlement dapat berlangsung hampir instan.
Tokenized treasuries juga dapat diperdagangkan 24/7, ditransfer dalam hitungan menit, dan digunakan sebagai collateral di protokol DeFi. Bagi institusi yang mengelola likuiditas dalam jumlah besar, efisiensi seperti ini menjadi nilai tambah yang signifikan.
Selain itu, kejelasan regulasi yang mulai membaik di sejumlah yurisdiksi membuat hambatan kepatuhan semakin berkurang. Kondisi ini mendorong institusi lebih percaya diri untuk mengeksplorasi tokenisasi aset tradisional.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan dominasi tokenized Treasuries menunjukkan RWA makin bergerak dari narasi eksperimen menjadi infrastruktur yield institusional.
“Namun, dengan penetrasi baru sekitar 0,3% dari estimasi pasar potensial $10 triliun pada 2030, ruang pertumbuhan masih besar sekaligus menyisakan masalah klasik: likuiditas sekunder, regulasi lintas negara, dan tekanan terhadap yield DeFi native,” terangnya.
Baca juga: RWA Melambat: Data Terbaru Ungkap Pergeseran Arus Modal Kripto
Pertumbuhan tokenized treasuries juga mulai memengaruhi sektor DeFi. Produk obligasi tokenisasi yang menawarkan yield dunia nyata mulai bersaing dengan protokol lending DeFi sebagai sumber imbal hasil berisiko lebih rendah.
Hal ini dapat menekan tingkat yield asli di DeFi, karena investor kini memiliki alternatif yang lebih stabil dan berbasis instrumen keuangan tradisional. Akibatnya, proyek DeFi perlu mencari diferensiasi baru yang tidak hanya bergantung pada imbal hasil tinggi.
Dengan kata lain, RWA berpotensi mengubah lanskap DeFi dari pasar yang berfokus pada insentif spekulatif menjadi ekosistem yang lebih terhubung dengan aset keuangan nyata.
Analis memperkirakan total addressable market untuk tokenized assets dapat melampaui US$10 triliun pada 2030. Jika dibandingkan dengan nilai pasar saat ini yang baru sekitar US$31 miliar, industri tokenisasi baru menangkap sekitar 0,3% dari potensi tersebut.
Angka ini menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih sangat besar. Jika adopsi institusi terus meningkat, tokenized RWA dapat menjadi salah satu sektor paling penting dalam industri aset digital dalam beberapa tahun ke depan.
Meski pertumbuhannya kuat, pasar tokenized RWA masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu masalah utama adalah likuiditas pasar sekunder.
Banyak produk RWA tokenisasi masih diperdagangkan dengan kedalaman pasar yang terbatas. Hal ini menciptakan jarak antara janji likuiditas on-chain dan realitas kemampuan investor untuk keluar dari posisi dengan mudah.
Selain itu, kompleksitas regulasi lintas negara juga menjadi hambatan. Tokenized US Treasury yang dimiliki investor di satu negara dan diperdagangkan melalui protokol di negara lain dapat melibatkan berbagai kerangka hukum yang belum sepenuhnya selaras.
Kenaikan pasar tokenized RWA ke US$31 miliar menunjukkan bahwa tokenisasi aset dunia nyata semakin menjadi arus utama dalam industri kripto. Dominasi obligasi pemerintah memperlihatkan bahwa adopsi awal lebih banyak datang dari aset yang stabil, likuid, dan dekat dengan kebutuhan institusional.
Namun, untuk mencapai skala triliunan dolar, pasar ini masih perlu menyelesaikan tantangan likuiditas, kepatuhan lintas negara, dan standarisasi infrastruktur.
Jika hambatan tersebut dapat diatasi, tokenized RWA berpotensi menjadi jembatan utama antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem blockchain.
Baca juga: ONDO Serius! Gandeng Broadbridge untuk Dorong Legitimasi RWA
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Obligasi Pemerintah Kuasai RWA, Pasar Tokenized Capai US$31 Miliar appeared first on Tokocrypto News.


