Kripto telah bertahun-tahun berupaya keluar dari kategori investasi dan masuk ke aktivitas keuangan sehari-hari. Perkembangan paling nyata terlihat pada pembayaKripto telah bertahun-tahun berupaya keluar dari kategori investasi dan masuk ke aktivitas keuangan sehari-hari. Perkembangan paling nyata terlihat pada pembaya

Bisakah Aset Kripto Menjadi Bagian dari KPR, Pinjaman, dan Kredit Sehari-Hari?

2026/05/20 21:08
durasi baca 7 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]
  • Koneksi paling jelas kripto dengan keuangan sehari-hari sedang berkembang di sekitar pembayaran stablecoin dan pinjaman berbasis jaminan.
  • Pemakaian kripto yang lebih luas pada hipotek dan pinjaman bergantung pada stabilitas harga, kejelasan regulasi, standar kustodi, serta model risiko yang lebih kuat.
  • Risiko terbesar meliputi volatilitas, guncangan likuiditas, leverage tersembunyi, likuidasi paksa, serta kurangnya pemahaman konsumen.

Kripto telah bertahun-tahun berupaya keluar dari kategori investasi dan masuk ke aktivitas keuangan sehari-hari. Perkembangan paling nyata terlihat pada pembayaran, terutama lewat stablecoin. Pinjaman dan keuangan berbasis jaminan mungkin menjadi area pertumbuhan berikutnya, dengan kepemilikan aset kripto yang dipakai untuk mendukung produk kredit, pinjaman bisnis, bahkan transaksi penting dalam hidup.

BeInCrypto berbincang dengan Kevin Lee, Chief Business Officer di Gate, dan Fernando Aranda, Marketing Director di Zoomex, mengenai di mana kripto bersinggungan dengan keuangan tradisional saat ini, apa yang perlu berubah sebelum aset digital bisa mendukung hipotek atau pinjaman, serta di mana risiko paling besar bisa muncul.

Pembayaran Semakin Populer, tapi Pinjaman Punya Potensi Lebih Besar

Stablecoin sudah memberi kripto penggunaan nyata untuk pembayaran. Stablecoin memungkinkan pengguna dan perusahaan untuk memindahkan nilai dalam US$ lintas negara dengan gesekan yang lebih sedikit daripada banyak sistem lama. Namun menurut Aranda, peluang terbesar justru ada di pinjaman.

“Masalah pembayaran sudah selesai. Stablecoin sudah membuktikannya. Tapi, potensi terbesar ada di pinjaman,” tutur Aranda. “Kripto mengubah jaminan menjadi aset yang dapat diprogram, sehingga bisa menghadirkan kredit secara instan dan global tanpa penjaga gerbang tradisional. Di situlah letak disrupsi dan marginnya.”

Pandangan tersebut menyoroti perbedaan besar antara kripto sebagai alat pembayaran dan kripto sebagai jaminan finansial. Pembayaran mempercepat penyelesaian transaksi. Sementara itu, pinjaman mengubah cara pengguna mengakses kredit.

Seorang peminjam yang memiliki aset kripto secara teori bisa memperoleh likuiditas tanpa perlu menjual aset miliknya. Hal ini sangat menarik bagi para holder dengan kekayaan tinggi, perusahaan kripto, miner, founder, dan investor yang memegang posisi besar dalam aset digital. Ini juga membuka kemungkinan bagi pengguna di wilayah yang akses ke kredit formal masih terbatas.

Tantangannya kini adalah membuat model ini cukup andal untuk produk keuangan umum. Pinjaman kecil dengan jaminan kripto dan hipotek rumah berada di dua kategori risiko yang sangat berbeda. Pembiayaan rumah sangat bergantung pada jangka waktu pelunasan panjang, model jaminan yang stabil, dan aturan perlindungan konsumen. Pasar kripto masih beroperasi dengan pergerakan harga yang sangat liar dan likuiditas yang tidak merata sehingga perancangan kredit jangka panjang menjadi lebih sulit.

Transaksi Hidup Penting Butuh Stabilitas, Aturan, dan Kustodi Terpercaya

Sebelum kripto dapat mendukung produk seperti hipotek, bank dan pemberi pinjaman membutuhkan lebih dari sekadar permintaan pengguna. Mereka butuh kepastian hukum, kustodi yang terpercaya, penilaian aset yang konsisten, dan kendali risiko yang cukup kuat untuk bertahan dari tekanan pasar.

Aranda merangkum kebutuhan tersebut ke dalam tiga bidang utama.

“Stabilitas harga, kejelasan regulasi, dan kerangka kustodi yang terpercaya,” lanjutnya. “Bank tidak menolak kripto. Bank menolak volatilitas dan ketidakpastian hukum. Setelah dua hal itu bisa diatasi, kripto hanyalah bentuk jaminan lain, bukan kasus khusus.”

Inilah poin penting bagi pemberi pinjaman tradisional. Jaminan bekerja dengan baik bila dapat dinilai, disita, dilikuidasi, dan dicatat lewat proses hukum yang diakui. Properti, sekuritas, dan uang tunai sudah masuk dalam sistem yang mapan. Kripto masih membutuhkan standar yang konsisten terkait kustodi, hak atas jaminan, prosedur likuidasi, dan pengungkapan oleh peminjam.

Untuk hipotek, masalahnya jadi semakin sensitif. Pemberi pinjaman harus menilai penghasilan, kemampuan membayar, nilai properti, dan kualitas jaminan. Jika aset kripto dimasukkan dalam proses penilaian, pemberi pinjaman harus memutuskan berapa besar nilai yang dapat diakui, seberapa besar potongan (haircut) yang diterapkan, serta seberapa cepat aset bisa dilikuidasi saat terjadi penurunan pasar.

Seorang peminjam dengan kepemilikan Bitcoin senilai US$500.000 mungkin punya neraca keuangan yang kuat saat bull market. Tapi posisi yang sama bisa sangat berbeda jika terjadi penurunan tajam. Agar kripto bisa mendukung pinjaman besar, sistem keuangan harus menemukan cara mengelola volatilitas ini tanpa mendorong peminjam ke dalam spiral likuidasi secara tiba-tiba.

Dari Produk Kekayaan ke Kredit Arus Utama

Pinjaman dengan jaminan kripto awalnya merupakan produk untuk holder aset kaya yang ingin likuiditas tanpa menjual. Aranda memperkirakan titik awal ini akan berubah seiring sistem pasar yang semakin matang.

“Awalnya untuk individu kaya, tapi tidak akan berhenti di situ,” ucapnya. “Saat infrastrukturnya kian matang, ini akan menjadi lapisan kredit umum, khususnya di wilayah yang belum terlayani bank tradisional. Perubahan nyatanya ada pada efisiensi jaminan, bukan lagi kelayakan kredit.”

Keterjangkauan dan keamanan akan menjadi kunci. Kredit berbasis kripto baru bisa benar-benar bermanfaat bagi pengguna biasa jika pengelolaan jaminan menjadi mudah, transparan, dan diatur secara resmi. Pengguna perlu memahami risiko likuidasi, bunga, syarat jaminan, dan bagaimana penurunan harga memengaruhi pinjamannya.

Penerapan paling kuat untuk jangka pendek mungkin muncul dari produk kredit yang lebih kecil sebelum ke pembiayaan rumah. Misalnya, kredit bisnis, kebutuhan likuiditas jangka pendek, pinjaman pribadi berbasis jaminan, atau produk pembayaran berbasis stablecoin. Produk semacam ini bisa menjadi uji coba untuk model risiko dengan durasi pendek dan eksposur yang lebih rendah sebelum kripto diintegrasikan ke keputusan finansial lebih besar.

Di negara berkembang, kredit berbasis kripto juga dapat menjangkau pengguna yang memiliki aset namun akses ke bank masih terbatas. Pengguna yang punya stablecoin atau aset kripto besar dapat memanfaatkan kepemilikannya sebagai jaminan tanpa perlu bergantung pada biro kredit lokal. Hal ini bisa memperluas akses keuangan, walaupun perlindungan konsumen tetap harus mengikuti.

Volatilitas Serius, tapi Likuiditas dan Leverage Bisa Lebih Berbahaya

Kevin Lee menilai volatilitas sebagai risiko utama jika kripto masuk ke produk keuangan seperti biasa. Produk seperti pinjaman rumah dan kredit konsumen butuh nilai jaminan yang dapat diprediksi. Kripto bisa mengacaukan asumsi tersebut dalam hitungan jam saja.

“Risiko terbesar adalah kripto membawa volatilitas tinggi ke dalam produk keuangan yang butuh stabilitas,” jelas Lee. “Akan jauh lebih sulit menentukan potongan wajar, level margin, dan ambang likuidasi yang dapat diandalkan ketika nilai jaminan bisa berubah drastis dalam hitungan jam.”

Masalah ini jadi makin gawat jika tekanan di pasar kripto mulai merambat ke produk kredit tradisional. Lee menyoroti adanya “saluran transmisi risiko”, di mana tekanan pasar di kripto bisa berdampak ke sektor pembiayaan perumahan atau struktur pinjaman lain selama masa penurunan.

Ia juga menyoroti fragmentasi likuiditas dan perbedaan harga sebagai risiko tambahan. Dalam pasar yang tenang, aset kripto yang dijadikan jaminan mungkin terlihat mudah untuk dihargai dan dijual. Tapi ketika pasar sedang tertekan, likuiditas bisa mengering di berbagai exchange, harga bisa menjadi berbeda-beda, dan kualitas eksekusi bisa melemah.

Aranda juga memberikan peringatan serupa, dengan fokus pada leverage dan peran perantara.

“Volatilitas memang yang paling jelas, tapi bukan yang paling besar,” ujar dia. “Risiko yang nyata adalah guncangan likuiditas, leverage tersembunyi, dan ketergantungan pada perantara yang tidak transparan. Jika aset kripto menciptakan kerentanan yang sama seperti keuangan tradisional, tapi dengan kecepatan lebih tinggi, artinya tidak ada perbaikan apa-apa.”

Di sinilah desain produk menjadi sangat penting. Pembiayaan berbasis kripto bisa menawarkan kecepatan dan akses global, namun produk yang didesain buruk justru bisa membuat penurunan pasar berubah menjadi deleveraging paksa. Penurunan harga aset bisa memicu margin call, yang kemudian bisa memicu likuidasi, sehingga makin menekan harga.

Pemahaman konsumen juga masih jadi titik lemah. Banyak pengguna mungkin paham pergerakan harga, tapi tidak benar-benar memahami mekanisme likuidasi, rasio jaminan, atau sistem pengendalian risiko otomatis. Produk kredit biasa memerlukan penjelasan yang sederhana dan desain yang konservatif, apalagi jika pengguna mengaitkan aset yang volatil dengan kebutuhan utama dalam hidupnya.

Pemikiran Akhir

Peran aset kripto dalam keuangan sehari-hari kemungkinan akan berkembang lewat pembayaran stablecoin dan pinjaman berbasis jaminan. Pembayaran sudah mendapatkan respons pasar yang baik untuk pengiriman lintas negara dan penyelesaian transaksi digital. Pinjaman mungkin menawarkan peluang jangka panjang yang lebih besar karena bisa mengubah kepemilikan aset kripto menjadi jaminan keuangan yang bisa dipakai.

Untuk transaksi besar dalam hidup, jalurnya lebih lambat. KPR dan pinjaman besar butuh stabilitas, kejelasan hukum, standar kustodian, dan kontrol risiko yang disesuaikan untuk kondisi pasar yang berat. Peluangnya memang nyata, tapi risikonya juga sama besarnya. Aset kripto bisa meningkatkan akses ke kredit, asalkan desain produknya tetap mengutamakan volatilitas, likuiditas, leverage, dan perlindungan konsumen dalam setiap pembahasannya.

Launchpad SPACEX(PRE) Kini Hadir

Launchpad SPACEX(PRE) Kini HadirLaunchpad SPACEX(PRE) Kini Hadir

Mulai dengan $100 untuk berbagi 6.000 SPACEX(PRE)

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Bukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Bukan Ahli Grafik? Tetap UntungBukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Salin trader top dalam 3 detik dengan auto dagang!