Harga Bitcoin berada di US$77.808 dalam sebuah channel turun yang sudah bertahan sejak 6 Mei, dengan short squeeze yang perlahan terbentuk di atas harga saat ini, dan para holder jangka panjang terus akumulasi di bawah harga.
Janji Donald Trump pada 20 Mei untuk segera mengakhiri perang Iran sudah mulai memicu likuidasi short beruntun dalam aset kripto. Mekanismenya menguntungkan Bitcoin untuk bergerak lebih dulu, sedangkan dunia yang lebih luas akan mengikuti nanti lewat harga minyak, inflasi, dan kebijakan The Fed.
Bitcoin (BTC) terus bergerak di dalam channel turun sejak 6 Mei. Penjual mendominasi struktur ini selama dua minggu terakhir. Upaya menembus garis bawah channel pada 18 Mei langsung menemui pembeli. Sejak itu, BTC mengalami reli 2,82%.
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Tapi, pemulihan ini memberi sinyal waspada. Kenaikan harga pada candle 8 jam berlangsung dengan volume yang melemah, menandakan sebagian pelaku pasar mulai melakukan profit taking ketika harga mendekati bagian atas channel.
Kondisi ini bertemu pemicu makro pada 20 Mei, saat janji Trump di media sosial untuk mengakhiri perang Iran dengan cepat memulai gelombang likuidasi short aset kripto. Sekitar US$184,59 juta posisi short terlikuidasi dalam 24 jam, dan short Bitcoin-USDT mengambil porsi terbesar dalam squeeze itu.
Cascade ini baru permulaan. Amunisi likuidasi short menumpuk di atas harga saat ini, dan pertanyaan selanjutnya adalah seberapa banyak bahan bakar yang tersimpan di sana.
Analisis terbaru dari CEO Alphractal, Joao Wedson, memetakan posisi leverage di sekitar Bitcoin. Menurut datanya, pasar secara umum memperlihatkan sekitar US$9,35 miliar likuidasi short berpotensi terjadi di atas harga saat ini, sedangkan US$12,73 miliar likuidasi long berada jauh di bawah. Ketimpangan ini membuat peluang squeeze ke atas lebih dulu jika harga naik.
Pola yang sama juga muncul di exchange derivatif terbesar. Data perpetual Binance BTC/USDT selama tujuh hari terakhir menunjukkan akumulasi leverage likuidasi short sebesar US$2,16 miliar, sementara leverage likuidasi long hanya US$1,28 miliar. Leverage short sekitar 1,7 kali lebih besar dari long, dengan mayoritas terkonsentrasi di atas harga saat ini dibanding sebaran di area lain.
Mekanismenya cukup sederhana. Setiap kenaikan harga memaksa sebagian short untuk menutup posisinya, sehingga mendorong bid di level selanjutnya, dan memicu lapisan berikutnya. Cascade ini bersifat mekanis, bukan berdasarkan opini.
Untuk jangka pendek Bitcoin, sisi atas punya banyak bahan bakar sedangkan sisi bawah lapisan likuidasinya lebih tipis. Cuitan Trump baru mulai mengurai tekanan di area itu.
Leverage menjelaskan satu sisi cerita. Keyakinan di bawah gerakan harga menentukan apakah squeeze yang terjadi nanti bisa bertahan lama.
Di balik volatilitas harga, para holder jangka panjang terus menambah saldo mereka. Hodler Net Position Change Bitcoin, metrik Glassnode yang mengukur perubahan pasokan bulanan milik holder jangka panjang, terus naik sejak awal Mei.
Pada 4 Mei, indikator ini menunjukkan angka 22.365 BTC, menandakan holder jangka panjang menambah jumlah tersebut ke saldo mereka selama sebulan terakhir. Pada 20 Mei, jumlahnya naik menjadi 29.782 BTC, atau naik 33,2% hanya dalam dua minggu lebih.
Kenaikan Hodler Net Position Change saat harga masih lemah merupakan ciri klasik akumulasi. Artinya, investor dengan horison waktu terlama melihat level Bitcoin sekarang layak dibeli bukan dijual, walaupun grafik 8 jam masih melemah dalam channel turun.
Bahan bakar squeeze di atas harga, didukung akumulasi jangka panjang di bawah, membuat peluang perdagangan Bitcoin lebih kuat. Tapi, manfaat dari adanya kesepakatan Iran dalam skala luas akan butuh waktu lebih lama sebelum terasa di dunia internasional.
Walau Bitcoin mendapat keuntungan mekanis untuk bergerak lebih dulu, manfaat kesepakatan damai Iran secara global bakal lebih lambat dirasakan oleh ekonomi dunia. Trump sendiri sudah memberi petunjuk dalam penyataannya 20 Mei, dengan memprediksi harga minyak akan anjlok saat kesepakatan tercapai.
Jalur transmisi melalui pasar tradisional memang sudah jelas, tapi bergerak lambat. Harga minyak yang menurun menyebabkan inflasi utama juga turun. Inflasi yang lebih rendah memberi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan tanpa harus mengubah ekspektasi inflasi. Harapan akan pelonggaran kebijakan ini mengangkat nilai saham, memperkecil spread kredit, serta melemahkan dolar AS sehingga mendorong pasar negara berkembang dan komoditas yang terikat dengan kekuatan dolar.
Setiap langkah membutuhkan waktu dari beberapa hari hingga minggu untuk tercermin sempurna dalam harga. Pasar obligasi memerlukan sinyal pemangkasan suku bunga, pasar saham perlu revisi laba perusahaan, dan pasar negara berkembang membutuhkan aliran dana untuk menyesuaikan posisi. Sinyal-sinyal ini bergerak lambat karena para pelakunya juga bergerak pelan.
Bitcoin tidak punya mekanisme penghambat seperti itu. Leverage sudah terkunci di futures perpetual. Para holder juga sudah menambah saldo mereka, dan trigger berikutnya hanya menunggu satu tick harga, bukan rapat The Fed. Sekarang grafik BTC menunjukkan di mana persisnya tick itu harus tercapai.
Grafik harga Bitcoin menyoroti level-level yang bisa mengubah skenario ini menjadi aksi nyata. Saat ini harga berada di US$77.808 pada grafik 8 jam. Harga ini juga sedikit di atas exponential moving average (EMA) 100-periode, yang saat ini berada di US$77.685. EMA adalah indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada harga terbaru dibandingkan candle yang lebih lama.
Hambatan langsung ada sedikit di atas harga saat ini. EMA 20-periode di US$77.911 dan EMA 50-periode di US$78.529 menjadi tembok resistance pertama. Jika mampu menembus jelas di atas EMA 50-periode, jalur menuju garis tren atas dari channel menurun akan terbuka.
Saat ini, garis tren atas sejajar dengan level Fibonacci 0,618 di US$80.889, memerlukan pergerakan sekitar 4% dari harga sekarang. Inilah zona pencetus efek berantai. Breakout bersih di atas US$80.889 kemungkinan besar akan memicu efek domino likuidasi posisi short, dengan target besar berikutnya di US$83.914, yakni level Fibonacci 1,0. Zona tersebut juga selaras dengan tepian atas klaster short yang ditandai oleh Alphractal antara US$83.109 dan US$84.131.
Jika turun, harga Bitcoin perlu bertahan di level Fibonacci 0,236 di US$77.864 dan batas bawah channel di US$75.995. Jika menembus US$75.995, maka struktur channel bearish akan kembali aktif dan harga berpotensi menuju EMA 200-periode di US$76.327.
Pola yang patut diperhatikan adalah channel menurun tidak selalu berakhir bullish. Volume perlu mengonfirmasi apakah terjadi breakout. Candle 8 jam yang mulai naik dengan volume menurun sebaiknya diwaspadai sebagai sinyal kekuatan jangka pendek yang lemah.
Level US$80.889 menjadi pembeda antara pergerakan lambat yang masih di dalam channel menurun dengan potensi squeeze cepat ke US$83.914 karena tekanan short yang menumpuk.


