Presiden Bola Tinubu telah menunjuk Profesor Segun Aina sebagai Panitera baru dari Joint Admissions and Matriculation…Presiden Bola Tinubu telah menunjuk Profesor Segun Aina sebagai Panitera baru dari Joint Admissions and Matriculation…

Tinubu menunjuk Profesor Segun Aina berusia 39 tahun sebagai Registrar JAMB yang baru

2026/05/21 19:49
durasi baca 3 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Presiden Bola Tinubu telah menunjuk Profesor Segun Aina sebagai Registrar baru Joint Admissions and Matriculation Board (JAMB), menjadikannya orang termuda yang pernah memegang jabatan tersebut dalam sejarah lembaga ini.

Aina, yang akan berusia 40 tahun pada Juli mendatang, adalah profesor Teknik Komputer di Universitas Obafemi Awolowo di Ile-Ife, dengan keahlian dalam infrastruktur digital, sistem ujian nasional, dan reformasi kelembagaan. Ia akan menggantikan Profesor Ishaq Oloyede, yang masa jabatannya berakhir pada 31 Juli 2026.

Penunjukan ini diumumkan pada Kamis oleh Penasihat Khusus Presiden untuk Informasi dan Strategi, Bayo Onanuga.

Aina memegang gelar Sarjana Teknik di bidang Teknik Sistem Komputer dari Universitas Kent, gelar MSc dalam Internet Computing dan Keamanan Jaringan, serta gelar PhD dalam Pemrosesan Sinyal Digital, keduanya dari Universitas Loughborough di Inggris Raya. Ia juga telah menyelesaikan Program Manajemen Senior di Lagos Business School.

Kepresidenan menyatakan bahwa ia memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam memberi saran kepada pemerintah federal dan negara bagian mengenai transisi digital, reformasi kelembagaan, dan desain sistem, serta sebelumnya telah berkonsultasi untuk lembaga ujian, termasuk National Examinations Council (NECO) dan National Business and Technical Examinations Board (NABTEB), mengenai sistem TIK dan integritas ujian.

Jamb candidatesPeserta JAMB

Tinubu menyatakan bahwa ia berharap registrar baru tersebut dapat melanjutkan pekerjaan pendahulunya. "Presiden Tinubu berharap Profesor Aina dapat membawa pengalaman luas, pengetahuan, dan wawasan praktisnya ke dalam operasional Dewan, untuk membawa organisasi pendidikan yang penting ini melampaui pencapaian luar biasa yang telah diraih oleh pendahulunya," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Apa yang Dibangun Oloyede dan Tantangan yang Dihadapi JAMB

Oloyede mulai menjabat pada 9 Agustus 2016, ditunjuk oleh Presiden saat itu, Muhammadu Buhari. Selama sepuluh tahun, ia mengawasi transformasi sebuah institusi yang sebelumnya menghadapi kekhawatiran seputar inefisiensi, akuntabilitas keuangan, dan kecurangan ujian.

Ia memperkenalkan Computer-Based Testing penuh, autentikasi biometrik, Sistem Brosur dan Silabus Terpadu, e-tiket, e-slip, dan pemantauan CCTV di seluruh pusat ujian, semuanya dirancang untuk meminimalkan campur tangan manusia dan menekan kecurangan secara masif. Ia juga memperkenalkan Central Admissions Processing System (CAPS) untuk mengotomatisasi penerimaan universitas dan mengurangi manipulasi yang sebelumnya melanda proses tersebut.

JAMB Registrar, Ishaq OloyedeRegistrar JAMB yang Akan Meninggalkan Jabatan, Ishaq Oloyede

Dari sisi keuangan, perubahannya sangat mencolok. Antara 2016 dan 2026, JAMB menghasilkan dan menyetor surplus operasional lebih dari ₦20,7 miliar kepada pemerintah federal, sekaligus mendanai proyek-proyek pembangunan dari pendapatan yang dihasilkan secara internal — sebuah pembalikan total dari periode ketika lembaga ini secara luas dipandang sebagai beban, bukan kontributor bagi keuangan publik.

Baca juga: Rapat kebijakan JAMB 2026: 7 keputusan penting yang perlu diketahui peserta

Namun, tantangan yang diwarisi Aina adalah nyata. UTME 2026 diwarnai oleh kegagalan teknis yang meluas sehingga peserta tidak dapat mengikuti ujian di berbagai pusat, memicu kemarahan publik dan perdebatan nasional tentang keandalan infrastruktur ujian berbasis komputer dalam skala besar.

Insiden tersebut mengungkap kesenjangan antara ambisi digital reformasi ujian dan realitas di lapangan berupa pasokan listrik yang tidak stabil, peralatan yang tidak memadai, dan pusat-pusat CBT yang kewalahan di seluruh negeri.

UTME Candidates Decry JAMB's NIN Requirement, Face Risk of Forfeiting ExamPeserta JAMB

Bagi Aina, yang seluruh identitas profesionalnya dibangun di atas infrastruktur digital, tantangan tersebut mungkin menjadi ujian pertama yang mendefinisikan masa jabatannya, dan sinyal paling jelas tentang apakah dekade berikutnya JAMB akan mengkonsolidasikan atau tersandung di atas fondasi yang diletakkan Oloyede selama sepuluh tahun.

Launchpad SPACEX(PRE) Kini Hadir

Launchpad SPACEX(PRE) Kini HadirLaunchpad SPACEX(PRE) Kini Hadir

Mulai dengan $100 untuk berbagi 6.000 SPACEX(PRE)

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Bukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Bukan Ahli Grafik? Tetap UntungBukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Salin trader top dalam 3 detik dengan auto dagang!