TLDR: OpenAI dan Anthropic menyumbang lebih dari separuh dari total backlog cloud senilai $2 triliun milik Big Tech. Investasi $13 miliar Microsoft di OpenAI dikembalikan dalam bentuk kredit cloudTLDR: OpenAI dan Anthropic menyumbang lebih dari separuh dari total backlog cloud senilai $2 triliun milik Big Tech. Investasi $13 miliar Microsoft di OpenAI dikembalikan dalam bentuk kredit cloud

Loop Pendapatan AI: Apakah Kesepakatan Cloud Big Tech Dibangun di Atas Akuntansi Sirkular?

2026/05/24 08:37
durasi baca 3 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

TLDR:

  • OpenAI dan Anthropic bersama-sama menyumbang lebih dari separuh dari backlog cloud senilai $2 triliun milik Big Tech.
  • Investasi $13 miliar Microsoft di OpenAI dikembalikan sebagai kredit cloud, lalu dicatat sebagai pendapatan baru oleh Microsoft sendiri.
  • Laba rekor Alphabet pada Q1 2026 mencakup $28,7 miliar keuntungan kertas yang belum direalisasi terkait kepemilikan sahamnya di Anthropic.
  • Oracle memiliki 54% dari seluruh pipeline senilai $553 miliar yang bergantung pada satu startup AI, yaitu OpenAI.

Lingkaran pendapatan AI tengah mendapat perhatian baru seiring para analis memeriksa cara perusahaan teknologi besar mencatat investasi mereka di startup AI.

Dokumen perusahaan mengungkapkan bahwa OpenAI dan Anthropic bersama-sama menyumbang lebih dari separuh dari backlog cloud senilai $2 triliun yang dimiliki Microsoft, Oracle, Google, dan Amazon.

Para kritikus berpendapat bahwa struktur ini mengandalkan aliran keuangan sirkular, bukan permintaan pasar yang organik.

Bagaimana Model Pendapatan Bolak-Balik Bekerja

Sebuah pola telah muncul dalam beberapa kesepakatan investasi besar di sektor AI. Raksasa teknologi memberikan miliaran kepada startup AI, seringkali dalam bentuk kredit cloud, bukan uang tunai langsung. Startup tersebut kemudian menggunakan kredit itu untuk menyewa infrastruktur komputasi dari perusahaan yang sama yang mendanai mereka.

BullTheoryio menggambarkan pengaturan ini secara gamblang: "Raksasa teknologi memberikan miliaran dolar kepada startup AI sebagai 'investasi'. Namun tersembunyi dalam kontrak adalah aturan ketat yang memaksa startup untuk mengembalikan uang yang sama persis langsung kepada raksasa teknologi itu untuk menyewa server komputer mereka."

Investasi $13 miliar Microsoft di OpenAI mengikuti struktur ini. Dana tersebut datang sebagai kredit cloud, yang digunakan OpenAI untuk server Microsoft. Microsoft kemudian mencatat penggunaan tersebut sebagai pendapatan cloud dari pelanggan yang membayar.

Pengeluaran cloud OpenAI telah tumbuh menjadi lebih dari $60 miliar per tahun, lebih dari dua kali lipat pendapatan yang dilaporkan sebesar $25 miliar. Kesenjangan ini ditutupi oleh aliran investasi daur ulang yang terus berlanjut, bukan dari pendapatan pelanggan eksternal.

Keuntungan Kertas dan Kesenjangan Kas Nyata Menceritakan Dua Kisah yang Berbeda

Di luar pendapatan cloud, perusahaan teknologi mencatat keuntungan kertas besar yang terkait dengan valuasi startup. Setiap putaran pendanaan baru dengan valuasi yang lebih tinggi memicu kenaikan harga pada pembukuan investor, yang dihitung sebagai keuntungan.

Pada Q1 2026, Alphabet membukukan laba sebesar $62,6 miliar. Namun, $28,7 miliar dari angka tersebut berasal dari kenaikan harga kertas atas kepemilikan sahamnya di Anthropic.

Amazon melaporkan laba sebesar $30,3 miliar pada kuartal yang sama, dengan $16,8 miliar dikaitkan dengan keuntungan valuasi Anthropic yang belum direalisasi.

Sementara itu, arus kas bebas Amazon turun 95% menjadi hanya $1,2 miliar, karena perusahaan menghabiskan $44,2 miliar untuk membangun pusat data fisik. Kontras antara laba yang dilaporkan dan posisi kas aktual sangat mencolok.

Risiko konsentrasi juga patut dicatat. Microsoft memiliki 49% dari backlog masa depannya senilai $627 miliar yang terkait dengan OpenAI. Oracle memiliki 54% dari pipeline senilai $553 miliar yang terhubung dengan perusahaan yang sama.

Para analis telah menarik perbandingan dengan kehancuran dot-com tahun 2001, ketika Global Crossing dan Qwest Communications saling bertukar kapasitas serat optik untuk menciptakan penjualan palsu.

Qwest kemudian menghapus $1,4 miliar pendapatan, dan Global Crossing mengajukan kebangkrutan. Tidak seperti kasus-kasus tersebut, struktur akuntansi AI saat ini tetap sepenuhnya legal berdasarkan aturan yang berlaku.

The post AI Revenue Loop: Are Big Tech Cloud Deals Built on Circular Accounting? appeared first on Blockonomi.

Peluang Pasar
Logo Cloud
Harga Cloud(CLOUD)
$0.0193
$0.0193$0.0193
+0.36%
USD
Grafik Harga Live Cloud (CLOUD)

Strategi AI: Dukungan 24/7

Strategi AI: Dukungan 24/7Strategi AI: Dukungan 24/7

Hasilkan strategi otomatis menggunakan bahasa alami

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Bukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Bukan Ahli Grafik? Tetap UntungBukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Salin trader top dalam 3 detik dengan auto dagang!