PADA 2024, Ayala Malls mengumumkan investasi sebesar P30 miliar untuk empat properti unggulan: Glorietta, Greenbelt, Trinoma, dan Ayala Center Cebu. Pada 16 Mei tahun ini, bertepatan dengan peringatan ke-19 pembukaan Trinoma pada 2007, Ayala Malls mengumumkan apa yang telah mereka lakukan di Trinoma.
Konferensi pers digelar di Mindanao Lobby yang baru direnovasi. Dulunya sebuah area tunggu dengan segelintir toko, mal ini kini menambahkan perpaduan restoran dan kafe yang menampilkan H Proper Coffee Roasters, Little Flour, Pizza Sisters, dan Burnt Bean. Penambahan yang segera dibuka antara lain Key Coffee, Chili's, dan Cibo.
Area taman Trinoma dan ruang makan al fresco telah ditingkatkan dengan penambahan tanaman hijau, lebih banyak tempat duduk terbuka, dan taman bermain untuk anak-anak.
Dalam hal pengalaman ritel, toko IKEA Plan and Order yang sebelumnya telah diumumkan serta Anko terbesar di negara ini telah beroperasi sejak cukup lama. Pilihan lain yang akan diperkenalkan di seluruh mal meliputi Love Bonito, Vivaia, JD Sports, Victoria's Secret, Bath & Body Works, dan Wilson.
Trinoma juga berekspansi dengan The Exchange at Trinoma, sebuah sayap ritel dan perkantoran baru yang akan menghadirkan pilihan ritel dan kuliner tambahan, termasuk toko mode ABC-Mart Grand Stage yang pertama kali hadir di wilayah Utara. The Exchange at Trinoma juga akan berfungsi sebagai titik penghubung yang nyaman bagi para komuter. Ekspansi ini terhubung dengan integrasi langsung Trinoma ke Unified Grand Central Station, menjadikannya satu-satunya mal di Quezon City dengan akses langsung ke jalur Metro Rail Transit Line 3 (MRT-3), MRT-7, dan Light Rail Transit Line 1 (LRT-1), serta layanan UV Express, terminal bus, dan layanan point-to-point.
"Mal ini sudah 99,9% selesai," kata Paul Birkett, chief operating officer Ayala Malls dalam sebuah wawancara dengan BusinessWorld. "Ekspansi dibuka pada September. Saya pikir September tahun ini untuk ekspansinya.
"Perlu diingat bahwa ini adalah penghubung antara dua MRT dan LRT. Unified Grand Central Station, stasiun bersama yang dipakai bersama, akan dibuka bersama DOTr (Departemen Transportasi), saya rasa akhir 2027," tambahnya. "Kami sudah membangun terminalnya, tetapi kami harus menunggu siapa pun yang sedang membangun jalur kereta api; jika tidak, kami hanya punya stasiun yang kosong."
Seusai konferensi pers, para awak media dibawa ke pusat aktivitas baru yang telah diperbarui dan dilengkapi layar LED baru. Layar LED tersebut, yang menampilkan video lilin, menjadi latar belakang penampilan penyanyi KZ Tandingan.
KEKHAWATIRAN KRISIS ENERGI
Bapak Birkett membahas operasional mal dalam konteks krisis energi yang disebabkan oleh konflik AS-Iran di Timur Tengah. "Kami diminta oleh Philippine Retail Association bersama semua operator mal besar untuk mengurangi jam operasional kami," katanya dalam sesi tanya jawab. "Kami tidak menguranginya hingga jumlah yang mereka minta, tetapi kami melakukan pengurangan agar orang-orang harus menjalankan toko mereka dalam waktu yang lebih singkat."
"Sebagian besar tagihan listrik kami menggunakan kontrak tetap; begitu pula kontrak pendinginan yang bersifat tetap. Kami berusaha untuk tidak berdampak pada penyewa dengan cara tersebut," katanya. Ia mencatat, "Kami telah memastikan bahwa pendingin udara di sini mungkin tidak sedingin dulu, tetapi masih nyaman."
Cara menghemat energi bukan dengan memasang fitur-fitur baru, melainkan dengan mengurangi penggunaan apa yang sudah ada, jelasnya. "Apakah ini perlu dinyalakan?" katanya, mengenang saat melewati salah satu mal konglomerat tersebut pada pukul 1 dini hari dan memperhatikan lampu menyala di area parkir yang sebagian besar kosong. "Ini bukan soal memasang peralatan hemat energi. Ini hanya soal mematikan lampu yang tidak perlu dinyalakan."
Mereka memiliki komitmen keberlanjutan lainnya seperti mengerjakan proyek dengan baja daur ulang, menggunakan lampu LED, dan menggunakan kayu dari sumber FSC. "Kami sudah membuat rencana kami. Kami tidak membutuhkan krisis untuk mengatakan bahwa ada tanggung jawab moral dan sosial bahwa kami perlu menjadi lebih berkelanjutan."
PELANGGAN YANG BERUBAH
Adapun proyek renovasi mal, ia menempatkan hal-hal tersebut dalam konteks kebutuhan konsumen yang terus berubah. "Dua puluh tahun lalu, orang-orang menerima apa yang diberikan kepada mereka… itu bukan yang diinginkan pelanggan zaman sekarang. (Mereka) penuntut," katanya.
"Anda mungkin sudah melihat lebih banyak hal secara langsung atau di Facebook dalam 20 tahun terakhir. Dunia telah menjadi jauh lebih kecil. [Pelanggan] menginginkan merek terbaru dari Korea dan Jepang," katanya dalam wawancara dengan BusinessWorld. "Dulu seperti misi militer: Anda masuk, membeli apa yang Anda inginkan, dan pulang ke rumah," katanya mengenai perilaku pelanggan mereka dahulu. "Sekarang kami ingin Anda tinggal selama dua, tiga, empat, lima jam. Semakin lama, semakin baik," katanya.
"Cara orang menggunakan mal sudah benar-benar berubah," katanya. "Mereka menginginkan pengalaman," katanya. "Yang sedang kami telusuri di sini adalah konteks emosional.
"Mungkin bagian dari peran kami sebagai kurator pusat perbelanjaan adalah mendidik orang. Inilah tampilan yang baik itu: hayati, dan cintai." — Joseph L. Garcia


