Lima platform aset kripto sudah mulai mematok harga IPO SpaceX sebelum debut resminya di Nasdaq pada 12 Juni nanti. Harga yang tertera di masing-masing platform pun berbeda-beda. Selisih harga di antaranya jauh lebih lebar daripada yang biasanya muncul di layar broker tradisional saat hari listing.
Perusahaan roket ini mengajukan prospektus S-1 ke Securities and Exchange Commission pada 20 Mei 2026. Dalam dokumen itu, SpaceX menargetkan valuasi US$1,75 triliun, penggalangan dana sebesar US$75 miliar, dan listing Nasdaq dengan kode saham SPCX.
Trade.xyz meluncurkan kontrak sintetis perpetual SPCX-USDC di Hyperliquid lewat framework HIP-3 pada 18 Mei 2026.
Kontrak ini dibuka pada harga referensi US$150, yang setara dengan valuasi US$1,78 triliun. Harga sempat melonjak ke US$216 dalam hitungan jam sebelum akhirnya stabil di US$202,89.
Pada hari perdana, volume transaksi mencapai US$33 juta. Hanya pada tanggal 19 Mei saja, kontrak ini mencatat volume tambahan sebesar US$7,1 juta. SPCX-USDC tidak memberikan kepemilikan saham SpaceX.
Trader dapat mengambil posisi long atau short berdasarkan harga referensi yang terhubung ke oracle, dan funding rate akan menarik harga perpetual mendekati oracle saat posisi terlalu berat ke satu arah.
HYPE, native token Hyperliquid, pergerakannya sangat mendekati harga perpetual. Pada waktu publikasi, harga token HYPE berada di US$61,17, naik lebih dari 70% secara year-to-date.
Keyakinan analis yang berpatokan pada skenario valuasi US$200 miliar milik Hyperliquid juga mendorong reli harga ini.
Hyperliquid memang yang pertama, tapi tidak sendirian. Bitget meluncurkan perpetual pre-IPO SpaceX dengan leverage 5x pada 22 Mei 2026. OKX sudah lebih awal, melisting kontrak prapasar SpaceX dengan penyelesaian USDT pada 7 Mei, dua pekan sebelum dokumen S-1 keluar. BingX menawarkan token pelacak SpaceX VNTL pada 10 April.
Pada akhir Mei, Binance mencatatkan volume kumulatif SPCX melampaui US$280 juta. Exchange ini meluncurkan perpetual pre-IPO OpenAI pada 26 Mei.
Dengan pola peluncuran seperti itu, synthetic asset bukan lagi produk insidentil, tapi benar-benar menjadi kategori produk berulang.
Ada empat exchange terpusat dengan syarat KYC dan satu decentralized order book yang menawarkan produk sama dalam waktu lima minggu.
Situasi ini membuat persoalan regulasi menjadi urusan yang dihitung dalam bulan, bukan bertahun-tahun lagi.
Polymarket dan Kalshi tidak sekadar menampilkan satu angka, tapi seluruh distribusi probabilitas. Pada 26 Mei, kisaran terbanyak di Polymarket untuk kapitalisasi pasar SpaceX saat penutupan berada pada US$2,0 triliun hingga US$2,5 triliun.
Probabilitas yang tersirat sebesar 39%, sementara kisaran US$1,5 triliun hingga US$2,0 triliun mencetak 26%.
Trader Kalshi mematok peluang 92% OpenAI akan mengajukan IPO pada 2026 dan 69% untuk Anthropic. Skenario utama Polymarket mengisyaratkan lonjakan 14% hingga 43% di hari pertama, dibanding target di S-1.
Rentang ini hampir dua kali lebih lebar daripada kisaran harga Reddit atau Klaviyo pada hari pertamanya.
Perilaku Polymarket yang menyerupai saham memang terbentuk dari pola transaksi distribusi harga sebelum suatu peristiwa.
Jalur keempat akan terbuka saat bel pembukaan berbunyi. Ondo Finance, Backed Finance, Dinari, dan PreStocks sudah memberi sinyal mereka akan listing tokenisasi SPCX segera setelah perdagangan saham dimulai.
Model Global Listing milik Ondo memungkinkan token saham publik langsung bisa hadir on-chain pada hari yang sama saat sahamnya mulai diperdagangkan di exchange asalnya.
Paparan tokenisasi SPCX berpotensi hadir di Solana, Base, dan Ethereum hanya beberapa jam setelah bursa New York dibuka pada 12 Juni.
Sistem yang sama yang digunakan untuk token emas dan komoditas pun akan dipakai untuk SPCX. Token ini menawarkan perdagangan 24/7, eksposur secara fraksional, dan bisa langsung digunakan dalam protokol DeFi lending.
Risiko asimetrisnya nyata. Sebelumnya, token pre-IPO OpenAI dan Anthropic di platform kecil sempat ambles lebih dari 40%.
Kedua perusahaan itu menegaskan, transfer saham tanpa izin tidak memiliki nilai ekonomi apa pun.
Sisi aset kripto yang paling jarang dibahas ada di dalam dokumen S-1 itu sendiri. SpaceX mengungkapkan bahwa mereka memiliki 18.712 BTC per 31 Maret 2026. Posisi ini tercatat dengan biaya historis sebesar US$661 juta dan nilainya mencapai US$1,29 miliar menurut dokumen ini.
Perusahaan ini awalnya membeli 25.724 BTC pada tahun 2021 dan terus memegang posisi besar itu sepanjang siklus pasar.
Kepemilikan Bitcoin milik SpaceX termasuk dalam jajaran 10 besar holder Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Perusahaan antariksa ini memegang BTC lebih banyak daripada Tesla yang memiliki 11.509 BTC dan hanya berada di bawah rekor kepemilikan Strategy sebesar 843.738 BTC.
Membeli SPCX pada 12 Juni berarti mendapatkan alokasi Bitcoin senilai US$1,29 miliar yang ada dalam ekuitas bernilai US$1,75 triliun.
Bagi akun broker yang tidak bisa langsung menyimpan BTC spot, listing ini memberikan eksposur yang masih berkaitan. Tim kepatuhan juga sudah memahami mekanisme produk ini.
Setiap harga pasar aset kripto SPCX berada pada satu pertanyaan yang belum terjawab. Apakah produk ini tergolong sekuritas yang tidak terdaftar, swap, atau sesuatu yang lain? Regulator di AS masih belum memberikan pernyataan resmi sampai 26 Mei 2026.
Regulator di negara bagian Texas dan New York sepertinya juga sedang mengamati. Belum ada aksi penegakan yang menanti, dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) juga belum menyatakan yurisdiksi atas struktur sintetis SPCX.
Jika ada surat regulator atau dokumen penegakan hukum masuk sebelum 12 Juni, maka seluruh produk sintetisnya akan langsung mengalami perubahan harga dalam beberapa hari.
Jika tidak ada tindakan apa-apa, maka gelombang tokenisasi pasca-IPO akan tetap berjalan dengan ketidakjelasan struktur hukum seperti ini.
Spread antara Polymarket dan Hyperliquid menunjukkan apa yang menurut investor ritel kripto belum disadari oleh para bookrunner.


