Likuidasi kripto mencapai US$934,24 juta dalam 24 jam setelah AS melancarkan serangan terbaru di dalam Iran. Aksi likuidasi ini menghapus sekitar 167.400 akun trader karena posisi long dengan leverage hancur.
Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mengalami kerugian terbesar, dengan likuidasi BTC sebesar US$363 juta dan ETH sebesar US$240 juta. Order tunggal terbesar adalah posisi long BTC senilai US$15,34 juta yang ditutup di Hyperliquid.
Kebanyakan kerugian terjadi pada trader yang memasang posisi recovery. Data CoinGlass memperlihatkan 93% dari total likuidasi berasal dari posisi long. Penjual short kebanyakan masih aman.
Kondisi ini menunjukan deretan leverage di derivatif yang menyerap sentimen optimistis gencatan senjata pada pekan sebelumnya. Trader telah menambah leverage pada sisi long. Penurunan rasio leverage Bitcoin baru-baru ini sudah mengindikasikan posisi yang tipis.
Bitcoin sempat jatuh di bawah US$73.000 saat aksi jual besar-besaran. Aksi ini memperpanjang kejatuhan harga yang dimulai setelah Presiden Donald Trump mempertanyakan kesepakatan pada awal pekan.
Aset berisiko, mulai dari saham hingga minyak, bergerak tajam. Harga minyak Brent ikut naik karena trader memperhitungkan risiko pasokan di sekitar Selat Hormuz. Aksi likuidasi ini membersihkan posisi long yang sempat terakumulasi saat reli gencatan senjata sebelumnya.
Aksi jual dimulai setelah US Central Command mengonfirmasi serangan ke target Iran. Pasukan AS menghancurkan empat drone serang satu arah di dekat Selat Hormuz. Sebuah stasiun pengendali darat di Bandar Abbas juga ikut dihancurkan.
Pihak AS menyebut target tersebut membahayakan pasukan Amerika dan lalu lintas maritim di selat tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa aksi ini tidak menimbulkan korban. Sementara itu, Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi rudal dan drone yang masuk.
Ketegangan ini meningkat hanya beberapa hari setelah kedua pihak sempat memberi isyarat kerangka gencatan senjata. Trump menegaskan dalam rapat kabinet hari Rabu bahwa negosiasi sudah buntu.
Dia mengatakan bahwa Teheran “bernegosiasi dengan sisa tenaga” dan memperingatkan AS bisa saja “menyelesaikan urusan ini” jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Kata-kata lugas ini membalikkan sentimen pasar yang sebelumnya sempat membaik berkat janji Trump terkait Iran untuk meredakan konflik.
Langkah selanjutnya tergantung pada apakah Washington dan Teheran akan kembali berunding atau tidak. Serangan kedua dalam tiga hari terakhir mempersempit peluang diplomasi.
Setiap gangguan di jalur pengiriman lewat Selat Hormuz akan berdampak langsung ke harga minyak dan mendorong arus keluar dari aset berisiko. AS juga sudah memperbesar tekanan lewat Opersi Economic Fury yang menargetkan jaringan aset digital Iran.
Bagi pasar kripto, likuidasi sebesar US$1,7 miliar yang terjadi awal tahun ini membuktikan betapa cepatnya leverage bisa terbangun kembali. Trader akan memperhatikan funding rate dan open interest dalam beberapa sesi ke depan.
Data tersebut akan memperlihatkan apakah sentimen pasar benar-benar berubah atau hanya kembali menumpuk posisi long. Dengan penurunan harga Bitcoin akibat ketegangan di Hormuz sudah terjadi, setiap pergerakan harga utama berikutnya bisa saja menguji level US$70.000.

