CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengungkapkan bahwa bank-bank AS “tidak akan menerima” draf CLARITY Act saat ini. Ia juga menegaskan bahwa industri akan melawan RUU ini, sehingga memperburuk perselisihan dengan Coinbase.
Pada Forum Ekonomi Nasional Reagan hari Jumat, Dimon mengkritik salah satu klausul dalam CLARITY Act. Klausul tersebut memperbolehkan perusahaan aset kripto memberikan hadiah mirip bunga atas saldo stablecoin tanpa perlindungan konsumen seperti yang diterapkan bank.
Dimon menyebut perdebatan ini sebagai persoalan keadilan. Ia menegaskan bahwa setiap perusahaan yang menerima simpanan seharusnya mematuhi persyaratan modal, likuiditas, dan pelaporan yang sama seperti pemberi pinjaman yang diawasi regulator.
Sang CEO menuturkan bahwa American Bankers Association, bank-bank kecil, dan credit union semuanya menentang naskah RUU yang sekarang.
Pernyataan Dimon ini muncul beberapa minggu setelah Coinbase menarik dukungan untuk versi Senat. Exchange tersebut beralasan ada perubahan terkait ketentuan imbal hasil stablecoin.
Dimon menjelaskan bahwa penerbit stablecoin seharusnya menghadapi kewajiban anti-money laundering, Bank Secrecy Act, dan Know Your Customer yang setara dengan yang harus dijalankan oleh JPMorgan.
Ia memperingatkan jika dana mengalir ke luar negeri tanpa kontrol tersebut, maka uang itu bisa hilang ke wallet anonim.
Dimon juga menegaskan jarak antara JPMorgan dengan produk stablecoin, meski bank sedang mengembangkan JPM Deposit Coin miliknya sendiri.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
RUU ini akan segera masuk tahap markup di Kongres. Perselisihan kali ini memperhadapkan bank terbesar Wall Street dengan exchange aset kripto terbesar di AS. Dimon mengatakan permintaannya sangat sederhana.

