Custodia Bank memperoleh waktu tambahan untuk membawa sengketanya dengan Federal Reserve ke hadapan Mahkamah Agung AS. Hakim Neil Gorsuch mengabulkan permohonan bank tersebut untuk perpanjangan waktu pengajuan petisi certiorari.
Bank aset digital dengan izin dari Wyoming ini sekarang punya waktu sampai 11 Juli 2026 untuk mengajukan bandingnya. Petisi ini menggugat penolakan Federal Reserve atas permintaan akun utama, sesuai catatan docket Mahkamah Agung 25A1320.
Custodia, yang didirikan oleh Caitlin Long, mengajukan permohonan akun utama di Fed Kansas City pada Oktober 2020.
Fed secara resmi menolak permohonan tersebut pada Januari 2023. Para pejabat mengungkapkan kekhawatiran terkait keamanan dan kesehatan karena model bisnis yang berfokus pada kripto.
Panel Pengadilan Sirkuit ke-10 yang terbagi, memutuskan 2-1 pada Oktober 2025 bahwa Bank Cadangan tetap punya diskresi terkait akses akun utama.
Keputusan tersebut menafsirkan Federal Reserve Act sebagai landasan bagi Federal Reserve untuk menyetujui atau menolak institusi yang memenuhi syarat.
Suara 7-3 menolak permohonan sidang ulang en banc pada Maret 2026, sehingga Custodia berupaya meminta peninjauan dari Mahkamah Agung.
Yang dipertaruhkan adalah Monetary Control Act tahun 1980. Custodia berpendapat bahwa aturan ini mewajibkan Bank Cadangan untuk memberikan akses pembayaran yang setara bagi institusi non-anggota yang memenuhi syarat.
Fed berargumen bahwa aturan tersebut hanya mengatur soal penetapan harga setelah layanan diberikan, bukan hak otomatis untuk memperoleh akun. Kelompok dagang perbankan mendukung penafsiran Fed ini lewat dokumen amicus di pengadilan tingkat bawah.
Putusan Mahkamah Agung yang berpihak pada Custodia bisa membatasi kewenangan Fed untuk menolak akun utama bagi institusi yang secara hukum memenuhi syarat.
Hasil dari kasus ini bisa berdampak besar bagi perusahaan fintech dan bank kripto-native yang ingin akses langsung ke Fedwire dan ACH.
Jika permohonan certiorari ditolak, maka ini akan menegaskan kewenangan luas Federal Reserve dalam menentukan akses masuk ke sistem pembayaran.
Custodia diwakili oleh Kannon K. Shanmugam dari Davis Polk.
Masih belum pasti apakah Mahkamah Agung akan menerima permohonan peninjauan kasus ini, mengingat tingginya batasan dalam perkara yang berkaitan dengan interpretasi undang-undang.

