Harga minyak melonjak menuju USD100 setelah Iran menangguhkan pembicaraan nuklir dengan AS dan mengancam akan menutup jalur sempit Selat Hormuz.Harga minyak melonjak menuju USD100 setelah Iran menangguhkan pembicaraan nuklir dengan AS dan mengancam akan menutup jalur sempit Selat Hormuz.

Harga Minyak Dekati US$100 saat Iran Tinggalkan Pembicaraan dengan AS dan Beri Ancaman Baru

2026/06/01 23:54
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Harga minyak naik mendekati US$100 per barel pada hari Senin setelah Iran menghentikan semua negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat dan berjanji akan menutup Selat Hormuz, sehingga menghidupkan kembali kekhawatiran akan terjadinya guncangan energi besar-besaran.

Harga minyak WTI melonjak sekitar 8% ke level US$96,14, sementara Brent diperdagangkan mendekati US$100, karena Teheran mengaitkan kelanjutan dialog dengan penghentian operasi militer Israel di Lebanon dan Gaza.

Performa Harga Minyak.Performa Harga Minyak | Sumber: TradingView

Iran Hentikan Negosiasi Akibat Serangan ke Lebanon

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan pada hari Senin bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan operasi militer Israel di Lebanon merupakan bukti Amerika Serikat tidak patuh terhadap kerangka gencatan senjata yang sudah ada.

Media Tasnim News Agency yang terafiliasi negara melaporkan bahwa Teheran tidak akan lagi bertukar pesan dengan perantara AS sampai Israel menarik diri dari wilayah-wilayah Lebanon yang diduduki dan menghentikan serangan di Gaza.

Pembalikan kebijakan ini terjadi sembilan hari setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan yang lebih luas sudah “sebagian besar dirundingkan” dan akan diumumkan dalam waktu dekat, sebuah pernyataan yang sempat menghapus risiko geopolitik yang melekat pada optimisme kesepakatan Iran.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Reli Harga Minyak Kembali Menargetkan Angka Tiga Digit

Kontrak berjangka minyak WTI naik hingga hampir menyentuh US$100 per barel pada Senin sore. Trader memperhitungkan risiko jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz, jalur penting yang membawa sekitar 20% minyak dunia melalui laut pada tahun 2024.

Teheran juga memberi sinyal bahwa mereka dapat mengaktifkan operasi Houthi di wilayah Bab el-Mandeb, sehingga memperlebar selisih harga minyak Hormuz antara kontrak kertas dan fisik.

Analis memperingatkan bahwa gangguan di dua jalur penting sekaligus bisa mendorong harga minyak jauh di atas US$100 per barel dan semakin memperburuk kelangkaan persediaan minyak yang sudah diperingatkan produsen Teluk sejak awal musim semi ini.

Selama 48 jam ke depan, situasi ini akan menjadi ujian apakah Trump bisa menekan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengurangi serangan di Lebanon, atau Teheran benar-benar melaksanakan ancaman blokadenya.

Untuk saat ini, para trader menganggap situasi ini sebagai kembalinya harga risiko masa perang, bukan hanya lonjakan satu hari, karena pasokan dari Hormuz sendiri sudah tersendat sejak akhir Februari.

Launchpad SPACEX(PRE)

Launchpad SPACEX(PRE)Launchpad SPACEX(PRE)

Daftar untuk kesempatan undian gratis

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Saham (Beta) Kini Tersedia

Saham (Beta) Kini TersediaSaham (Beta) Kini Tersedia

Dagang ekuitas AS riil via broker teregulasi