Harga LAB melonjak 67% dalam 24 jam hingga mencetak rekor US$16,24 pada 1 Juni. Lonjakan ini mendorong kapitalisasi pasar token ini menembus US$4,66 miliar, sementara para holder yang masih terkunci hanya bisa melihat keuntungan tanpa bisa merealisasikannya.
Token ini diperdagangkan di harga US$14,51 dengan volume transaksi US$223 juta. Jadwal vesting terus mengikat sebagian besar investor awal, sementara kritik menyoroti keuntungan pihak dalam (insider).
Suplai beredar LAB saat ini sekitar 312 juta token, atau sekitar 31% dari total maksimum satu miliar. Sisanya dialokasikan untuk tim, investor, public sale, dan pengembangan ekosistem, namun masih terkena masa cliff dan vesting yang berjalan secara linear.
Menurut data Coingecko, harga LAB naik 240% dalam tujuh hari terakhir dan 656% dalam 30 hari. Saat ini, LAB menempati peringkat ke-25 berdasarkan kapitalisasi pasar dengan fully diluted valuation mendekati US$14,9 miliar.
Buku order yang tipis membuat penjualan token—bahkan yang sudah tidak terkunci—tetap terasa mahal, sebuah pola yang juga muncul di beberapa peristiwa unlock token terbaru.
Crypto whale yang mencoba keluar posisi telah memicu penurunan dua digit dalam jangka waktu intraday.
Peserta public sale, anggota tim, dan pendukung awal tidak bisa memindahkan token mereka selama masa cliff dan vesting. Pihak foundation memperpanjang beberapa jadwal unlock demi memperkuat reli harga.
Beberapa investor awal dikabarkan berupaya menjual alokasinya lewat skema OTC dengan diskon hingga 90%, namun tetap dengan syarat tambahan masa penguncian yang singkat.
Pola ini mirip dengan crash token low-float sebelumnya di mana aktivitas OTC para insider mendahului penurunan harga yang tajam.
Sementara itu, penyidik blockchain ZachXBT menuding adanya distribusi tidak transparan dan perubahan jadwal vesting sepihak di balik kenaikan harga LAB.
Ia memperkirakan para insider memegang lebih dari 95% dari suplai yang beredar melalui transaksi OTC, private sale, airdrop, dan wallet tim.
Pendukung LAB menunjuk pada pemanfaatan platform di BNB Chain, Solana, dan Ethereum. Mereka juga menyoroti rilis aplikasi mobile terbaru serta program reward yang sempat memicu reli harga.
Para proponen berargumentasi bahwa skema berbagi pendapatan dan program buyback dapat membenarkan valuasinya.
Meski begitu, perdebatan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terkait tuduhan insider trading saat token baru listing. Studi tahun 2024 menyoroti aktivitas insider terjadi pada lebih dari separuh peluncuran token di exchange pasca 2021.
Pasar perlu memantau masa unlock besar di bulan Juli dan Agustus. Alokasi token yang terkunci dan akan beredar akan menjadi penentu utama.
Rekor harga hari ini bisa jadi mencerminkan permintaan nyata atau hanya karena pasokan yang terbatas sementara.


