Saham Uber Technologies naik hampir 5% setelah raksasa ride-hailing ini mengumumkan kemitraan baru dengan Nvidia dan startup mengemudi otonom asal Israel, Autobrains, untuk meluncurkan layanan robotaxi di Munich, Jerman.
Kolaborasi ini menandai langkah signifikan lainnya dalam strategi jangka panjang Uber untuk memperluas layanan transportasi otonom sekaligus mengurangi ketergantungan pada pengemudi manusia.
Pengumuman ini mendapat respons positif dari para investor, yang memandang kemitraan ini sebagai sinyal bahwa Uber semakin memperkuat posisinya di pasar mobilitas otonom yang berkembang pesat. Perusahaan semakin berfokus pada kolaborasi dengan pengembang teknologi daripada membangun sistem mengemudi sendiri sepenuhnya secara internal, sehingga memungkinkan skalabilitas yang lebih efisien sambil memanfaatkan keahlian khusus.
Layanan robotaxi yang akan datang diharapkan debut di Munich, sebuah kota yang dianggap sebagai salah satu pusat inovasi otomotif dan pengujian mobilitas canggih terkemuka di Eropa. Menurut perusahaan-perusahaan yang terlibat, Munich menawarkan kombinasi lalu lintas perkotaan yang padat, jaringan jalan tol yang luas, dan lingkungan regulasi yang mendukung pengembangan kendaraan otonom.
Uber Technologies, Inc., UBER
Layanan ini akan diintegrasikan langsung ke dalam platform ride-hailing Uber, memungkinkan pelanggan untuk memesan perjalanan otonom melalui aplikasi yang sama yang mereka gunakan saat ini untuk layanan transportasi konvensional. Integrasi yang mulus ini dapat membantu mempercepat adopsi dengan membiasakan pengguna pada perjalanan otonom dalam ekosistem yang sudah mapan.
Dengan memilih Munich sebagai lokasi peluncuran, perusahaan-perusahaan ini bertujuan untuk mendemonstrasikan kemampuan teknologi dalam beroperasi secara efektif di berbagai kondisi berkendara di dunia nyata. Kemacetan perkotaan, jalan-jalan pinggiran kota, dan rute berkecepatan tinggi semuanya akan menjadi ajang pengujian bagi jaringan robotaxi ini.
Komponen kunci dari kemitraan ini adalah infrastruktur mengemudi otonom canggih milik Nvidia. Layanan ini akan menggunakan platform DRIVE Hyperion Level 4 milik perusahaan, sebuah sistem yang dirancang untuk mendukung kendaraan yang sangat otomatis dan mampu beroperasi tanpa intervensi manusia langsung dalam kondisi tertentu.
Nvidia telah muncul sebagai pemasok utama perangkat keras komputasi dan solusi kecerdasan buatan bagi pengembang kendaraan otonom di seluruh dunia. Teknologinya menggabungkan kemampuan pemrosesan yang andal dengan perangkat lunak AI canggih yang dapat menafsirkan kondisi jalan, mengidentifikasi hambatan, dan membuat keputusan berkendara secara real-time.
Bagi Uber, akses ke ekosistem mengemudi otonom Nvidia memberikan fondasi yang dapat diskalakan untuk mendukung ekspansi di masa depan ke kota dan pasar tambahan. Para investor semakin memandang kemitraan dengan penyedia teknologi terkemuka sebagai hal yang krusial untuk mempercepat penerapan robotaxi secara komersial.
Sementara Nvidia berkontribusi pada perangkat keras dan platform komputasi, Autobrains akan menyediakan teknologi mengemudi otonom miliknya sendiri. Startup ini telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang berfokus pada kemampuan kendaraan untuk menavigasi lingkungan jalan yang kompleks dengan aman dan efisien.
Didirikan pada tahun 2019 sebagai spin-off dari Cortica Group, Autobrains telah menarik minat investor yang signifikan selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini dilaporkan telah mengumpulkan sekitar $140 juta dari sekelompok pendukung yang beragam, termasuk produsen otomotif, perusahaan modal ventura, dan investor industri strategis.
Daftar pendukungnya mencakup nama-nama terkenal seperti BMW i Ventures, Toyota Ventures, Continental, Knorr-Bremse, Temasek, dan VinFast. Basis investor yang kuat ini mencerminkan kepercayaan yang tumbuh pada teknologi perusahaan dan potensi perannya dalam masa depan transportasi otonom.
The post Uber (UBER) Stock; Advances Nearly 5% With Nvidia, Autobrains Robotaxi Deal appeared first on CoinCentral.
