Saham Google turun setelah induk usaha Alphabet (GOOGL) mengumumkan penggalangan dana ekuitas sebesar US$80 miliar untuk mendanai infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Langkah ini membalikkan tren pembelian kembali saham selama bertahun-tahun yang secara bertahap mengurangi jumlah saham beredar mereka.
Saham GOOGL turun setelah pengumuman tanggal 1 Juni, di mana pembukaan perdagangan pada hari Selasa anjlok sekitar 3,5%. Para investor mempertimbangkan efek dilusi terhadap keputusan manajemen yang mempertaruhkan bahwa permintaan AI layak untuk perubahan penggalangan dana terbesar perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Alphabet telah menghabiskan lebih dari US$346 miliar untuk membeli kembali saham sejak tahun 2016. Langkah tersebut berhasil memangkas jumlah saham beredar sekitar 13% dari puncaknya di 2019.
Program ini telah mendorong pendapatan per saham naik dan mendukung harga saham saat pasar bergejolak.
Rencana baru ini membalikkan strategi tersebut. Alphabet akan menggelar penawaran umum senilai US$30 miliar dan program at-the-market sebesar US$40 miliar yang akan berjalan mulai kuartal ketiga.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini begitu berita terjadi
Penempatan privat senilai US$10 miliar mencerminkan arah AI Berkshire Hathaway di bawah kepemimpinan Greg Abel.
Sekarang, Alphabet memperkirakan belanja modal tahun 2026 akan mencapai US$180 miliar hingga US$190 miliar, atau hampir dua kali lipat dari estimasi tahun 2025.
Akan ada peningkatan lagi pada 2027. Dana hasil penggalangan akan digunakan untuk gedung pusat data, chip khusus, dan pembangunan infrastruktur AI global untuk mendukung Search, Cloud, serta Gemini.
Intensitas belanja ini telah menguras arus kas Big Tech di seluruh perusahaan hyperscaling. BlackRock di sisi lain juga menyoroti risiko belanja modal AI terhadap pasar keuangan secara umum.
Berkshire sepakat membeli saham Kelas A senilai US$5 miliar pada harga US$351,81 per saham. Mereka juga akan membeli US$5 miliar saham Kelas C di harga US$348,20. Komitmen besar ini belum cukup menghilangkan kekhawatiran investor soal dilusi saham.
Sekarang, pasar akan menilai apakah imbal hasil AI akhirnya dapat melampaui efek dilusi jangka pendek dan hilangnya dukungan buyback yang selama ini mendorong reli Alphabet.


