Delphi Digital menyatakan era airdrop sudah berakhir, setelah menemukan bahwa 78% hingga 94% wallet penerima dari enam token utama menjual sebagian besar alokasinya dalam 90 hari.
Perusahaan riset tersebut melacak 3,7 juta wallet selama lima tahun. Mereka berpendapat pembagian token gratis kini justru melahirkan penjual ketimbang holder yang berkomitmen.
Airdrop menjadi cara standar bagi project untuk membangun komunitas dan memberi reward kepada pengguna awal. Namun, model ini belakangan mendapat sorotan.
Delphi meneliti Uniswap (UNI), Arbitrum (ARB), Jupiter (JUP), dan Pudgy Penguins (PENGU), serta beberapa token lain yang tersebar di empat chain. Tingkat keluar (exit rate) justru meningkat dari waktu ke waktu, bukan stabil.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Delphi menemukan tingkat dump sesungguhnya justru 4 hingga 11 persen lebih tinggi pada hari ke-90 dibanding hari ke-30. Angka yang sering dikutip untuk 30 hari itu, sebetulnya menutupi jumlah penerima yang benar-benar pergi.
Perusahaan ini memaparkan empat alasan utama kenapa situasi airdrop bisa makin memburuk. Pertama, biaya membuat wallet “sybil” palsu makin turun mendekati nol, karena alat otomatis membuat kegiatan farming jadi murah dan proses deteksi jadi makin sulit diandalkan.
Kedua, gelombang berikutnya dari para penerbit seperti treasury ter-tokenisasi dan decentralized finance yang ter-regulasi, tidak akan lagi mengirimkan token ke wallet anonim. Ketiga, perhitungan akuisisi tidak masuk akal, seperti kasus Arbitrum yang membayar sekitar US$1,16 miliar kepada pengguna yang keluar hanya dalam sebulan.
Terakhir, perusahaan itu juga mengungkapkan bahwa hasil spektakuler dari beberapa project tidak membuktikan apa-apa. Hyperliquid (HYPE) menyerap penjualan melalui buyback, didanai oleh pendapatan lebih dari US$1 miliar. Jito (JTO) berhasil menghindari farming karena kelompok penerima eligible tetap kecil.
Pelacakan independen juga telah menunjukkan pola serupa. Seorang trader pernah mencatat 30 airdrop yang dia terima sejak Desember 2024, dan hanya satu yang masih diperdagangkan di atas harga launch pada saat itu. Beberapa bahkan sudah hampir tidak bernilai lagi, semakin menguatkan pola ini.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis berbagi insight ahli
