Michael Saylor kembali memberi sinyal bahwa Strategy akan melanjutkan pembelian Bitcoin setelah jeda sekitar tiga minggu. Pada 7 Juni, Saylor mengunggah chart akumulasi Bitcoin milik Strategy dan menulis, “A good time to add more dots.”
Chart tersebut dikenal sebagai “Orange Dots” chart, yang menunjukkan riwayat pembelian BTC perusahaan. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, unggahan seperti ini sering muncul sebelum Strategy mengumumkan pembelian Bitcoin baru melalui filing resmi.
Karena itu, pasar membaca unggahan terbaru Saylor sebagai sinyal kuat bahwa pengumuman akuisisi BTC baru bisa segera datang.
Strategy belum membeli Bitcoin selama sekitar tiga minggu. Ini menjadi jeda terpanjang dalam pola akumulasi perusahaan dalam beberapa bulan terakhir.
Sinyal terbaru dari Saylor muncul setelah ia sebelumnya menulis “₿ack to Work” pada 3 Juni. Unggahan tersebut juga dibaca sebagai petunjuk bahwa perusahaan bersiap kembali menjalankan strategi akumulasi Bitcoin.
Biasanya, Strategy mengumumkan pembelian BTC pada hari Senin melalui Form 8-K. Karena itu, pasar kini menunggu apakah perusahaan akan mengonfirmasi pembelian baru dalam filing berikutnya.
Menariknya, sinyal pembelian ini muncul tidak lama setelah Strategy mengungkap penjualan kecil sebagian BTC-nya.
Menurut filing SEC, perusahaan menjual 32 BTC antara 26–31 Mei senilai sekitar US$2,5 juta. Penjualan dilakukan pada harga rata-rata sekitar US$77.135 per BTC.
Penjualan tersebut cukup mengejutkan karena Strategy selama ini dikenal dengan narasi buy-and-hold terhadap Bitcoin. Meski jumlahnya sangat kecil dibanding total kepemilikan perusahaan, secara simbolis langkah ini memicu banyak diskusi di komunitas crypto.
Baca Juga: MicroStrategy Jual Bitcoin untuk Pertama Kalinya sejak 2022
Tim Research Tokocrypto menjelaskan Strategy menjelaskan bahwa proceeds dari penjualan BTC digunakan untuk memenuhi kewajiban terkait penerbitan preferred stock.
“Dengan kata lain, penjualan tersebut bukan sinyal bahwa perusahaan meninggalkan tesis Bitcoin, tetapi bagian dari pengelolaan treasury dan kebutuhan pembayaran,” jelasnya.
Namun, karena Strategy selama ini identik dengan akumulasi agresif, penjualan 32 BTC tetap dianggap sebagai perubahan penting dalam narasi pasar.
Selain penjualan BTC, perhatian pasar juga tertuju pada penjualan saham MSTR oleh eksekutif perusahaan.
Strategy CEO Phong Le dan CFO Andrew Kang dilaporkan menjual saham MSTR senilai lebih dari US$15 juta pada pekan lalu. Hal ini memicu kritik dari netizen yang mempertanyakan kemungkinan insider selling.
Namun, filing menunjukkan bahwa transaksi tersebut terkait kewajiban pajak dan bukan dilakukan sebagai aksi profit taking.
Saham MSTR disebut masih terus melemah setelah pengumuman penjualan BTC dan saham oleh eksekutif.
Tekanan terhadap MSTR terjadi karena saham ini sangat sensitif terhadap sentimen Bitcoin dan persepsi pasar terhadap strategi treasury perusahaan.
Jika Strategy benar-benar kembali membeli BTC, pengumuman tersebut dapat membantu memulihkan sebagian narasi bullish. Namun, pasar tetap akan memperhatikan ukuran pembelian dan sumber pendanaannya.
Meski sempat menjual 32 BTC, Strategy tetap menjadi pemegang Bitcoin publik terbesar di dunia.
Per 7 Juni, perusahaan masih memegang 843.706 BTC. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding perusahaan publik lain yang memiliki treasury Bitcoin.
Penjualan 32 BTC hanya mewakili porsi yang sangat kecil dari total holdings, sehingga secara struktur posisi Bitcoin Strategy hampir tidak berubah.
Strategy juga sebelumnya membeli kembali convertible notes senilai US$1,5 miliar dengan diskon menggunakan kas perusahaan.
Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengelola Bitcoin treasury, tetapi juga aktif mengatur struktur modal dan kewajiban finansialnya.
Dengan kewajiban preferred stock, convertible notes, dan eksposur BTC besar, Strategy kini terlihat masuk fase treasury management yang lebih kompleks dibanding sekadar membeli Bitcoin setiap pekan.
Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Michael Saylor Beri Sinyal Strategy Akan Kembali Beli Bitcoin appeared first on Tokocrypto News.


