Para bettor di Polymarket kini memberi Undang-Undang Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) peluang 47% untuk menjadi undang-undang pada 2026, sementara pejabat Gedung Putih bersiap bertemu dengan kelompok penegak hukum.
Pertemuan pada hari Rabu ini menjadi upaya terbaru untuk menyelesaikan keberatan, dengan ketentuan terkait etika dan keuangan ilegal yang masih menjadi masalah utama.
Senat Komite Perbankan meloloskan CLARITY Act dengan hasil suara 15-9 pada 14 Mei. Dua anggota Partai Demokrat menyebrang untuk mendukungnya. RUU ini masih perlu mendapat 60 suara untuk bisa lolos di Senat penuh.
Meski begitu, para peramal semakin berhati-hati sejak saat itu. Kepala Galaxy Research, Alex Thorn memangkas perkiraan lolos di 2026 menjadi 60% dari sebelumnya 75% pada 5 Juni lalu. Ia menuturkan kalender Senat yang semakin padat.
Pasar prediksi Polymarket menampilkan cerita serupa. Para trader kini menilai peluang CLARITY Act lolos di 2026 sebesar 47%, turun dari 74% sebulan lalu. Pasar ini melambat karena masa legislasi semakin sempit menjelang reses bulan Agustus.
Sementara itu, pada hari Rabu, para pejabat pemerintahan akan menyambut kelompok penegak hukum di Gedung Putih. Jurnalis Eleanor Terrett melaporkan tentang pertemuan ini, mengutip tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut.
Isu utama meliputi perlindungan bagi pengembang yang diadopsi dari Blockchain Regulatory Certainty Act (BRCA). Para pengkritik khawatir ketentuan ini bisa melemahkan upaya melawan pencucian uang dan kejahatan keuangan lainnya.
Beberapa anggota Demokrat mengaitkan dukungan mereka dengan isu-isu tersebut. Senator Angela Alsobrooks tetap menahan dukungan untuk pemungutan suara sampai para negosiator menyelesaikan ketentuan etika serta sengketa yang masih tersisa.
Sementara itu, perusahaan aset kripto terus mendorong agar pemungutan suara dilakukan. Lebih dari 200 perusahaan dan organisasi meminta para pemimpin Senat untuk menjadwalkan RUU tersebut dalam surat tanggal 7 Juni. Penandatangan surat ini antara lain Blockchain Association, Stand With Crypto, Crypto Council for Innovation, serta Digital Chamber.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Pertemuan hari Rabu bisa menjadi penentu apakah para negosiator bisa mengakhiri kebuntuan sebelum reses. Sampai pihak penegak hukum menyampaikan kepuasannya, suara lintas Demokrat yang dibutuhkan RUU ini tetap diragukan.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi insight ahli
