Altcoin mencatat kenaikan tajam pada Senin, dengan token bertema AI menjadi pemimpin reli. Beberapa aset seperti Worldcoin (WLD), NEAR Protocol (NEAR), dan Bittensor (TAO) mencatat kenaikan kuat saat Bitcoin stabil di atas US$63.000.
Dilaporkan BeInCrypto, pergerakan ini muncul setelah pasar crypto sebelumnya berada dalam kondisi oversold. Ketika Bitcoin mulai rebound dari area rendah, trader mulai mencari peluang di altcoin yang punya narasi lebih kuat dan potensi kenaikan lebih agresif.
Namun, reli ini belum sepenuhnya aman. Di balik kenaikan token AI, masih ada risiko bahwa pergerakan ini hanya dead-cat bounce jika Bitcoin gagal mempertahankan support penting.
Pendorong utama reli altcoin adalah antisipasi terhadap IPO SpaceX. Perusahaan tersebut dijadwalkan menentukan harga IPO pada 11 Juni dan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 12 Juni dengan ticker SPCX.
IPO ini menjadi perhatian besar karena SpaceX disebut menargetkan valuasi sekitar US$1,77 triliun dan berencana menggalang hingga US$75 miliar.
Investor mulai membaca IPO SpaceX bukan hanya sebagai listing perusahaan roket, tetapi juga sebagai AI trade. Alasannya, SpaceX disebut telah mengakuisisi xAI pada Februari 2026, sehingga narasi artificial intelligence ikut melekat pada debut pasar perusahaan tersebut.
Baca Juga: 3 Altcoin yang Perlu Dipantau pada Minggu Kedua Juni 2026
Narasi xAI membuat trader mencari aset crypto yang punya hubungan dengan tema AI. Inilah yang mendorong kenaikan token seperti Worldcoin, NEAR, dan Bittensor.
Worldcoin naik sekitar 12% dalam 24 jam dan disebut hampir naik dua kali lipat dalam 30 hari. Proyek ini membawa narasi identity network berbasis human verification, yang sering dikaitkan dengan masa depan AI dan verifikasi manusia.
NEAR naik sekitar 7% dalam sehari dan hampir 40% dalam sebulan. NEAR diposisikan sebagai layer-1 untuk pengembangan AI dan agent. Sementara itu, Bittensor naik sekitar 4% dan tetap menjadi salah satu token utama dalam narasi decentralized AI model training.
Kenaikan token AI bukan hanya terjadi dalam satu hari. Sepanjang kuartal ini, AI crypto coins menjadi salah satu sektor yang paling banyak mendapat perhatian.
Narasi ini semakin kuat karena pasar sedang mencari tema baru setelah Bitcoin melemah dan altcoin besar belum menunjukkan pemulihan merata.
Dengan IPO SpaceX yang semakin dekat, trader melihat token AI sebagai cara untuk mendapatkan eksposur tidak langsung terhadap hype AI dan Elon Musk.
Faktor kedua adalah rebound Bitcoin dari area sekitar US$60.000. Bitcoin sempat jatuh ke level terendah year-to-date di dekat US$60.000 sebelum kembali naik ke sekitar US$63.500.
Area US$60.000 menjadi level psikologis penting bagi pasar. Ketika harga berhasil memantul dari area tersebut, trader mulai melihat peluang short-term rebound.
Pantulan Bitcoin ini memberi ruang bagi altcoin untuk bergerak lebih kuat, terutama saat tekanan jual mulai mereda sementara.
Meski altcoin terlihat bullish, tren besar Bitcoin masih lemah. BTC masih turun sekitar 11% dalam sepekan dan sekitar 21% dalam sebulan.
Kondisi seperti ini membuat sebagian analis khawatir bahwa rebound terbaru hanya dead-cat bounce, yaitu pantulan sementara dalam tren turun yang lebih besar.
Jika Bitcoin kembali kehilangan area US$60.000, reli altcoin berisiko cepat berbalik karena aset high-beta biasanya lebih sensitif terhadap pelemahan BTC.
Beberapa investor mulai menjual saat market rebound. Arthur Hayes disebut memangkas posisinya menjelang listing SpaceX, termasuk mengambil profit pada NEAR. Ini menunjukkan sebagian pelaku pasar masih berhati-hati di area atas.
Namun, analis Michael van de Poppe melihat situasi berbeda. Menurutnya, ketika Bitcoin turun tetapi altcoin tidak ikut jatuh sedalam biasanya, itu bisa menjadi sinyal perubahan penting di pasar.
Biasanya, saat Bitcoin turun tajam, altcoin cenderung melemah lebih dalam. Kali ini, beberapa altcoin justru bertahan atau menguat, menunjukkan adanya rotasi modal yang lebih selektif.
Tim Research Tokocrypto melihat risiko lain datang dari kompetisi modal. IPO SpaceX dan sejumlah listing besar lain bisa menarik dana institusional yang sebelumnya masuk ke crypto.
“Jika investor lebih memilih alokasi ke saham teknologi besar atau IPO bernilai triliunan dolar, likuiditas untuk crypto bisa ikut tertekan,” jelasnya.
Karena itu, meski IPO SpaceX memberi dorongan narasi bagi token AI, listing tersebut juga bisa menjadi pesaing likuiditas bagi pasar crypto secara umum.
Jika IPO SpaceX dibuka kuat, narasi AI kemungkinan masih bisa berlanjut. Token seperti WLD, NEAR, dan TAO dapat tetap mendapat perhatian trader.
Namun, jika debut SpaceX mengecewakan atau Bitcoin kembali turun ke area US$60.000, reli altcoin bisa cepat kehilangan tenaga.
Kunci utama minggu ini adalah apakah Bitcoin mampu bertahan di atas support psikologis dan apakah volume beli di token AI tetap kuat setelah hype IPO mencapai puncaknya.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Altcoin Meledak Tiba-Tiba, Dua Faktor Utama Dorong Reli Pasar appeared first on Tokocrypto News.

