Wolfe Research menyebut merger SpaceX dan Tesla kini mulai masuk ke arus utama Wall Street. Beberapa investor sekarang menjadikan potensi penggabungan ini sebagai alasan utama mereka memiliki saham TSLA.
Analis Emmanuel Rosner memaparkan argumen ini dalam catatan klien pada 9 Juni. Catatan ini terbit dua hari sebelum perusahaan roket milik Elon Musk menetapkan harga penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah.
SpaceX berencana menjual 555,6 juta saham di harga tetap US$135 per lembar, menurut StreetInsider. Transaksi ini akan membukukan rekor perolehan dana hingga US$75 miliar di valuasi US$1,75 triliun.
Perdagangan di Nasdaq mulai 12 Juni dengan ticker SPCX.
Penawaran ini sepenuhnya bersifat primer, dan Musk harus menahan sahamnya selama 366 hari setelah debut. Permintaan sudah melebihi pasokan.
Penawaran ini sangat over-subscribed, dengan beberapa institusi menawar hingga lebih dari US$10 miliar. Bank akan menutup buku pesanan pada hari Rabu, dengan permintaan dilaporkan mendekati US$150 miliar.
Rosner mengidentifikasi tiga faktor pendorong di balik argumen merger tersebut:
SpaceX sudah mengakuisisi startup AI milik Musk, xAI, pada awal tahun ini, dalam kesepakatan yang menghargai perusahaan roket tersebut di angka US$1 triliun.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
IPO ini juga membawa pengaruh langsung ke dunia aset kripto. Dokumen S-1 SpaceX mengungkapkan pembelian 18.712 Bitcoin (BTC) senilai sekitar US$661 juta di tahun 2021, dengan harga rata-rata US$35.324 per koin.
Berkas tersebut menilai kepemilikan tersebut senilai US$1,29 miliar per 31 Maret. Angka ini melampaui lebih dari 11.509 BTC yang dipegang Tesla di klasemen bitcoin treasury korporasi.
Trader kripto sudah lebih dulu memperhitungkan debutnya. Coinbase, Binance, dan Kraken telah melisting SPCX pre-IPO perpetual futures, sehingga pasar kripto sudah memberi harga untuk SpaceX sebelum sahamnya resmi dilisting.
ProShares berencana meluncurkan ETF SpaceX dengan leverage 2x harian di hari listing itu juga.
Wolfe menyoroti adanya hambatan besar.
Operasi Tesla di Cina menimbulkan kerumitan regulasi tambahan. Perusahaan memperkirakan penyelesaian merger tidak mungkin terjadi sebelum pertengahan 2027, setidaknya.
SpaceX mencatat pendapatan US$18,67 miliar pada 2025, namun membukukan rugi bersih US$4,94 miliar.
Morningstar memperkirakan nilai wajarnya di US$780 miliar, dan beberapa analis menilai harga pasar hanya setengah dari valuasi saat ini. Baca Juga:
Dalam jangka pendek, Rosner meyakini ekspektasi merger dapat menjadi penopang harga saham Tesla agar tidak jatuh lebih dalam.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengiriman robotaxi dan Optimus tetap menjadi faktor utama apakah saham tersebut bisa mendapat momentum.
Harga penawaran akan ditentukan pada 11 Juni. Perdagangan SPCX di awal mungkin akan memperlihatkan apakah investor benar-benar memberi premi merger, atau hanya menganggapnya sebagai bahan cerita semata.
Kedua kemungkinan tersebut akan membentuk ekspektasi untuk apa yang akan terjadi setelah SpaceX menjadi perusahaan publik.
Baca Juga:
