Setelah sempat naik dalam periode singkat, Bitcoin (BTC) kembali berada di zona merah dalam perdagangan hari ini.
Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (10/6), harga BTC tercatat di level US$61.108,92, turun 3,44% dalam 24 jam terakhir.
Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, di tengah meningkatnya aksi ambil untung dan melemahnya sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat bergerak di kisaran US$60.756,69 hingga US$63.486,09.
Meski masih mempertahankan statusnya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,22 triliun, tekanan jual terlihat masih mendominasi pergerakan harga.
Volume perdagangan harian Bitcoin tercatat sebesar US$37,12 miliar, menunjukkan aktivitas transaksi yang tetap tinggi seiring volatilitas pasar yang meningkat.
Sementara itu, jumlah BTC yang beredar saat ini mencapai 20,04 juta koin, atau sekitar 95,42% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tergelincir ke US$60 Ribu
Jika melihat performa dalam jangka waktu yang lebih panjang, tekanan terhadap Bitcoin masih cukup signifikan.
Dalam 30 hari terakhir, harga BTC telah terkoreksi sekitar 24,42%, sedangkan dalam 60 hari terakhir turun 16,02%. Adapun dalam rentang 90 hari, Bitcoin masih mencatat penurunan sebesar 11,76%.
Berdasarkan analisa harga BTC hari ini, koreksi dalam sebulan terakhir menunjukkan bahwa pasar masih berupaya mencari keseimbangan baru setelah periode reli yang membawa BTC mendekati level tertingginya.
Saat ini harga Bitcoin juga masih jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang berada di level US$126.198,07.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.
Secara teknikal, area US$60.000 menjadi level psikologis penting yang kini sedang diuji oleh pasar.
Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus area tersebut, BTC berpotensi bergerak menuju zona support berikutnya di kisaran US$58.000–US$59.000.
Sebaliknya, untuk membuka peluang pemulihan jangka pendek, Bitcoin perlu kembali menembus area US$63.500 yang menjadi batas atas pergerakan dalam 24 jam terakhir.
Keberhasilan menembus level tersebut dapat membuka ruang penguatan menuju area US$65.000.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Turun ke $75 Ribu, Ini Penyebabnya
Meski tren jangka pendek masih cenderung bearish, posisi Bitcoin sebagai aset kripto dengan dominasi pasar terbesar membuat pergerakannya tetap menjadi acuan utama bagi investor.
Pelaku pasar kini menantikan katalis baru yang mampu mengembalikan minat beli dan mendorong pemulihan harga setelah koreksi tajam yang terjadi sepanjang beberapa pekan terakhir.
Dalam kondisi pasar yang masih volatil, investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko dan mencermati pergerakan level support maupun resistance utama sebelum mengambil keputusan investasi.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 3%, Tekanan Jual Kembali appeared first on Tokocrypto News.

