<
Trader X bernama Ryan, yang memposting dengan akun @DodgysDD, telah menarik perhatian pada teori siklus Bitcoin yang mengklaim bahwa fase bull dan bear BTC telah berulang dengan presisi hitungan hari yang mencolok.
Postingan tersebut menyebutkan bahwa pergerakan pasar bull Bitcoin dari titik terendah siklus ke titik tertinggi siklus berlangsung selama 1.064 hari pada periode 2014–2017, 2018–2021, dan 2022–2025. Postingan itu juga mengklaim bahwa pergerakan pasar bear dari puncak ke lembah berlangsung selama 364 hari pada fase 2017–2018 dan 2021–2022.
Pola semacam itu secara alami menarik bagi para trader karena mengisyaratkan bahwa Bitcoin mungkin bergerak sesuai dengan struktur timing yang dapat berulang. Jika benar, hal ini akan memberikan pelaku pasar kerangka berbasis kalender yang sederhana untuk ekspektasi siklus.
Risikonya adalah klaim siklus yang tepat sering kali bergantung pada titik tertinggi dan terendah mana yang dipilih. Bitcoin diperdagangkan secara terus-menerus, dan definisi siklus dapat berubah tergantung pada apakah seorang analis menggunakan titik ekstrem intraday, harga penutupan, puncak lokal, puncak makro, atau data spesifik bursa.
Hal itu menjadikan pemilihan data secara selektif (cherry-picking) sebagai kekhawatiran nyata. Sebuah grafik dapat tampak presisi jika analis memilih tanggal yang paling sesuai dengan pola, sementara mengabaikan penanda siklus alternatif yang akan merusak simetri tersebut.
Tidak ada pula bukti bahwa Bitcoin dikendalikan oleh timer tingkat hari yang tepat. Halving, siklus likuiditas, kondisi makro, perilaku penambang, dan psikologi investor semuanya memengaruhi struktur pasar, tetapi tidak ada yang menjamin jendela 1.064 hari atau 364 hari yang sempurna.
Gagasan ini penting karena narasi siklus tetap kuat dalam dunia kripto. Bahkan ketika matematikaanya tidak terbukti secara statistik, para trader sering menggunakan peta siklus untuk membingkai risiko, timing, dan sentimen.
Klaim ini juga muncul pada saat banyak trader Bitcoin sedang mencoba memutuskan apakah pasar saat ini sedang dalam konsolidasi, distribusi, atau persiapan untuk leg makro berikutnya yang lebih tinggi. Sebuah teori hitungan hari yang bersih memberikan cerita sederhana bagi ketidakpastian tersebut.
Kesimpulan yang lebih aman adalah bahwa timing siklus Bitcoin tetap menjadi lensa yang populer, tetapi klaim dengan tanggal pasti layak mendapat skeptisisme. Angka-angka tersebut menarik sebagai narasi pasar sosial; namun tidak cukup dengan sendirinya untuk memprediksi titik tertinggi atau terendah besar berikutnya.
Laporan ini didasarkan pada postingan X yang dikutip dan harus dibaca sebagai komentar pasar, bukan prediksi harga yang telah dikonfirmasi. Lihat postingan sumber.

