GEORGE TOWN, 15 Juni — Proyek peningkatan Kolam Retensi Banjir S18 dan sistem pompa senilai RM6,3 juta di distrik Timur Laut diperkirakan akan memberikan manfaat bagi lebih dari 39.550 warga di kawasan George Town.
Dalam pernyataan kemarin, Kementerian Transisi Energi dan Transformasi Air (Petra) menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi banjir bandang di kawasan tersebut sekaligus mengurangi risiko kerusakan properti.
Menurut kementerian, proyek yang diperkirakan selesai pada 19 Juni ini mencakup peningkatan tiga unit pompa, struktur kolam, sistem mekanikal, dan pasokan listrik, serta pekerjaan pengerukan untuk meningkatkan kapasitas kolam.
"Peningkatan kapasitas Kolam Retensi Banjir S18 yang dibangun pada tahun 2007 merupakan langkah mendesak untuk mendukung sistem drainase kota, karena struktur kolam, rumah pompa, dan aset terkait yang ada saat ini sudah menua," ujarnya.
Kementerian menyatakan bahwa transisi musim hujan dan curah hujan lebat yang melebihi kapasitas sistem drainase yang ada telah sering memicu banjir bandang di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Wakil Menteri Petra Datuk Seri Abdul Rahman Mohamad melakukan kunjungan kerja untuk meninjau perkembangan proyek tersebut.
Petra menyatakan akan terus memperkuat pelaksanaan proyek mitigasi bencana terkait air di seluruh negeri guna meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim sekaligus memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. — Bernama