Elon Musk kini resmi menjadi lebih besar dari Bitcoin. Kekayaan bersih pribadinya telah mencapai angka fantastis US$1,4 triliun, melampaui total kapitalisasi pasar Bitcoin untuk pertama kalinya setelah lonjakan besar dalam sehari berkat reli SpaceX (SPCX).
Berikut adalah pemicu dari pencapaian bersejarah ini: peran IPO besar-besaran SpaceX dan kesenjangan kekayaan yang semakin lebar di antara para miliarder dunia.
Rekor kekayaan seperti ini terjadi ketika kekayaan seseorang melampaui nilai pasar total salah satu kelas aset terbesar di dunia. Dalam kasus ini, kekayaan Musk sebesar US$1,4 triliun kini berada di atas kapitalisasi pasar total Bitcoin senilai US$1,31 triliun, menurut data CoinGecko.
Peningkatan ini terjadi karena lonjakan kekayaan sebesar US$101,7 miliar hanya dalam satu hari, atau naik 7,91% dalam satu sesi trading. Pemicunya jelas: SpaceX, perusahaan yang baru saja menyelesaikan IPO terbesar sepanjang sejarah, naik lagi sebesar 8,59% dalam beberapa sesi trading terakhir di berbagai pasar global.
Saham SpaceX (SPCX) mencapai nilai pasar fantastis US$2,2 triliun di hari pertama melantai dan hari ini telah mencapai US$2,8 triliun. Selain itu, karena Musk memegang sekitar 42% saham perusahaan, kenaikan tajam harga saham SpaceX membuat nilai kepemilikan pribadinya melonjak signifikan, mendorongnya jauh melewati US$1 triliun.
Konteks sejarah membuat momen ini semakin luar biasa. Beberapa tahun lalu, ketika Bitcoin masih tergolong aset kecil dan baru berkembang, kapitalisasi pasarnya masih jauh di bawah kekayaan para miliarder top dunia. Tapi kini, Bitcoin sudah menjadi jaringan global dengan nilai triliunan dolar, sehingga momen pergeseran kekayaan ini jadi anomali bersejarah.
Rekor kapitalisasi pasar Bitcoin sepanjang masa pernah mendekati US$2,5 triliun. Tonggak besar ini tercapai saat harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi pada Oktober 2025. Saat itu, market cap Bitcoin lebih besar dari hampir seluruh perusahaan S&P 500, kecuali raksasa teknologi seperti NVIDIA, Alphabet, Apple, Microsoft, dan Amazon.
Jarak kekayaan antara Musk dengan para miliarder lain kini makin lebar sampai sulit dipercaya. Kekayaan Musk senilai US$1,4 triliun sekarang melebihi kekayaan gabungan Larry Page (US$300 miliar), Sergey Brin (US$277,3 miliar), Jeff Bezos (US$256,5 miliar), dan Larry Ellison (US$242,7 miliar).
Agar lebih mudah dipahami, rata-rata orang Amerika kini justru lebih dekat ke Jeff Bezos secara kekayaan daripada jarak kekayaan Jeff Bezos ke Elon Musk. Perbandingan ini menunjukkan adanya pergeseran struktural dalam distribusi kekayaan global, yang jadi makin ekstrem akibat kemajuan AI, teknologi luar angkasa, dan gelombang IPO raksasa.
IPO SpaceX menjadi pendorong utama perubahan dramatis ini. Selain itu, perusahaan ini menggabungkan peluncuran luar angkasa, layanan internet Starlink, dan proyek AI—termasuk akuisisi xAI baru-baru ini—dalam satu narasi korporat yang sangat kuat di pasar keuangan modern.
Tokoh properti dan entrepreneur Grant Cardone menambahkan perspektif yang lebih tajam lagi. Ia menyoroti bahwa Elon Musk telah menghasilkan lebih banyak uang dalam kurun 24 jam terakhir dibanding Warren Buffett selama masa hidupnya, yang mempertegas betapa ekstremnya lonjakan kekayaan yang terjadi baru-baru ini.
Bagi para holder Bitcoin, momen ini punya makna simbolis tersendiri. Bitcoin masih tetap menjadi aset global dengan nilai triliunan dolar, tapi kini, kepemilikan seorang founder di perusahaan privat dan publik untuk sementara bisa menyalip nilai seluruh jaringan Bitcoin, menandakan betapa makin terkonsentrasinya kekayaan di era teknologi saat ini.
Tonggak Musk ini bisa saja hanya sementara. Volatilitas Bitcoin, pergerakan harga saham SPCX, dan sentimen pasar saham lebih luas bisa saja mengubah angka-angka ini dalam beberapa minggu ke depan. Tetapi, pergeseran kekayaan ini sudah jadi momen bersejarah di dunia keuangan modern baik di pasar kripto maupun tradisional.