Pasar crypto bergerak hati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Open Market Committee atau FOMC minggu ini. Agenda ini menjadi salah satu peristiwa makro paling penting bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin dan altcoin.
Perhatian pasar meningkat karena inflasi AS kembali memanas dan memicu diskusi soal arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Meski pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan 17 Juni, kekhawatiran mulai bergeser ke kemungkinan kenaikan suku bunga dalam 12 bulan mendatang.
Dilaporkan Coingape, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed mulai naik tajam. Survei fund manager Bank of America menunjukkan hampir 40% responden kini memperkirakan setidaknya satu kali rate hike dalam satu tahun ke depan.
Angka ini naik signifikan dari 16% pada bulan sebelumnya. Perubahan ekspektasi ini menunjukkan investor mulai melihat risiko kebijakan moneter yang lebih ketat.
Di sisi lain, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga juga turun. Hanya sekitar 28% responden yang masih memperkirakan adanya pelonggaran kebijakan.
Data prediction market juga menunjukkan sentimen serupa. Kalshi mencatat peluang sekitar 64% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga sebelum Juli 2027.
Hal ini menekan sentimen pasar crypto karena suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi likuiditas.
Ketika likuiditas mengetat, investor cenderung lebih selektif terhadap aset berisiko tinggi seperti Bitcoin, altcoin, dan token spekulatif.
Untuk pertemuan FOMC pada 17 Juni, pasar masih hampir sepenuhnya memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga.
CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas 99,6% bahwa suku bunga tetap tidak berubah.
Artinya, kejutan terbesar kemungkinan bukan berasal dari keputusan suku bunga saat ini, melainkan dari komentar The Fed mengenai arah kebijakan berikutnya.
Data inflasi terbaru membuat outlook pasar semakin rumit. Consumer Price Index atau CPI AS naik 0,5% pada Mei dibanding bulan sebelumnya, sesuai ekspektasi pasar.
Secara tahunan, inflasi naik menjadi 4,2%, lebih tinggi dari 3,8% pada April.
Kenaikan ini menunjukkan tekanan harga masih kuat. Bagi The Fed, inflasi yang kembali meningkat dapat menjadi alasan untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Ketegangan AS-Iran juga ikut memperburuk tekanan inflasi. Dalam beberapa bulan terakhir, konflik tersebut mendorong harga minyak naik.
Harga energi yang lebih tinggi dapat menyebar ke berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi, produksi, hingga harga barang konsumsi.
Jika tekanan energi terus berlanjut, The Fed akan semakin sulit memberi sinyal pelonggaran kebijakan.
Pasar crypto sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Ketika pasar melihat peluang rate cut, aset crypto biasanya mendapat dorongan karena likuiditas diperkirakan membaik.
Sebaliknya, ketika peluang rate hike meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Karena itu, meskipun The Fed kemungkinan tidak mengubah suku bunga minggu ini, nada pernyataan FOMC tetap dapat memicu volatilitas besar.
Baca juga: Prediksi Harga Saham SpaceX: Tunggu Keputusan The Fed
Tekanan tidak hanya datang dari Amerika Serikat. Beberapa bank sentral global juga mulai bergerak lebih ketat.
Bank of Japan baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1%, level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
European Central Bank juga menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%, kenaikan pertama sejak 2023.
Tim Research Tokocrypto mengatakan kenaikan suku bunga di Jepang dan Eropa menunjukkan bahwa kondisi likuiditas global mulai mengetat.
“Bagi crypto, ini menjadi risiko penting karena Bitcoin dan altcoin sering bergerak mengikuti perubahan kondisi likuiditas dunia,” ungkapnya.
Jika semakin banyak bank sentral memberi sinyal hawkish, pasar crypto bisa menghadapi tekanan meskipun sentimen jangka pendek terlihat membaik.
Investor kini menunggu sinyal dari The Fed mengenai arah kebijakan ke depan. Jika The Fed menekankan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan membuka ruang untuk pengetatan lebih lanjut, crypto bisa kembali tertekan.
Namun, jika The Fed memilih nada netral dan menyatakan akan menunggu data berikutnya, pasar mungkin bisa lebih stabil.
Dengan ekspektasi hold yang sudah sangat kuat, bahasa komunikasi The Fed akan menjadi faktor paling menentukan.
Baca juga: Rahasia SpaceX yang Baru IPO: Punya 18.712 Bitcoin, Lebih Banyak dari Tesla!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Crypto Market Tunggu FOMC, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Mulai Naik appeared first on Tokocrypto News.

