Saham SpaceX melesat layaknya roket buatan mereka sendiri. Dalam beberapa hari setelah debutnya, harganya meroket mendekati US$3 triliun, lalu berakhir di kisaran US$2,66 triliun. Pasar aset kripto paling aktifnya kini bertaruh harga akan kembali turun ke bumi.
Di perpetuals, tempat SpaceX diperdagangkan 24 jam nonstop, pelaku pasar cerdas justru mengambil posisi turun. BeInCrypto sudah merangkum data di balik euforia ini.
SpaceX (SPCX) menetapkan harga IPO di US$135 pada 12 Juni dan berhasil mengumpulkan sekitar US$75 miliar, menjadi listing terbesar dalam sejarah. Empat hari kemudian, mereka menandatangani akuisisi Cursor senilai US$60 miliar dalam bentuk saham, dengan membeli perusahaan AI coding Anysphere.
Mau info seperti ini setiap hari? Daftar ke Newsletter Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Harga saham melonjak sampai 14%. Kapitalisasi pasar SpaceX tembus US$2,7 triliun, sempat melampaui Amazon.
Sekarang, harganya stabil di sekitar US$202, dan Skor Hype menurun jadi 69. Euforianya mungkin memang mulai reda.
SpaceX jadi salah satu perpetuals Hyperliquid paling sibuk, dengan open interest sebesar US$304 juta. Di sana, smart money tegas mengarah ke satu sisi. Data Nansen menunjukkan posisi net short sebesar US$20,8 juta, dengan 91% eksposurnya untuk posisi short.
Para whale tercatat net short US$23,7 juta. Tiga kelompok yang dicatat menghasilkan taruhan net short gabungan sebesar US$45,3 juta, menunjukkan taruhan sepihak melawan reli.
Mereka membangun posisi short itu sejak IPO di sekitar US$167 hingga kenaikan ke US$208. Trader paling cerdas memang sudah siap-siap untuk penurunan harga.
Saat ini, arus dana masih mengarah ke pembelian. Inilah satu-satunya faktor yang membuat reli tetap bertahan.
Chaikin Money Flow mengukur apakah dana masuk atau keluar dari aset. Setiap pergerakan dinilai berdasarkan volume, sehingga cenderung menyoroti aktivitas institusi besar. Saat ini nilainya positif di +0,14, artinya dana besar masih mengakumulasi SpaceX, bukan mendistribusikannya.
Harga juga masih berada di atas volume-weighted average price (VWAP). Garis ini adalah rata-rata harga berbasis volume yang dipakai institusi untuk mengukur nilai wajar harian.
Pergerakan di atas VWAP menandakan pembeli rela membayar lebih untuk masuk, bukan menunggu harga lebih rendah. Bersama arus dana, ini menegaskan proses akumulasi masih berlangsung.
Sinyal yang mesti dipantau sangat sederhana. Bila harga tetap tinggi sementara arus dana mulai negatif, institusi diam-diam sedang menjual di puncak kekuatan. Selisih antara harga stabil dan arus dana menurun adalah ciri klasik distribusi. Sampai sekarang, pola ini belum muncul.
Pergerakan arus dana hanya menunjukkan bagaimana SpaceX diperdagangkan harian. Hal itu tidak memberi gambaran karakter saham tersebut sebenarnya.
Risiko lebih dalam datang dari sisi perusahaan SpaceX sendiri. Pola perdagangannya seperti saham Musk, bukan saham luar angkasa. Korelasi dengan Tesla mendekati 0,12, sedangkan hubungannya dengan perusahaan luar angkasa lain ada di angka negatif 0,15. SpaceX bergerak mengikuti sentimen Musk dan teknologi, meski korelasinya masih lemah untuk saat ini.
Hal ini penting karena Tesla, perusahaan Musk lainnya, juga pernah melesat usai IPO di 2010 sebelum akhirnya berbalik tajam. Para trader melihat pola yang sama. BeInCrypto telah mengulas skenario bearish secara detail. Analis Ted Pillows memperkirakan kenaikan 60% hingga 70%, lalu crash brutal hingga 50%.
Pada pasar opsi, kondisinya terlihat seperti ada sentimen bullish yang cukup kuat. Ini juga menjadi pembacaan paling kontradiktif di seluruh papan. Volume rasio put-to-call SpaceX berada di sekitar 0,84, berdasarkan data Barchart. Rasio di bawah 1 berarti jumlah transaksi call lebih banyak dibandingkan put, sehingga mayoritas pelaku pasar cenderung mengambil posisi long.
Pembelian call secara masif bisa memicu squeeze. Dealer yang menjual call tersebut akan melakukan lindung nilai dengan membeli saham, dan mereka akan membeli lebih banyak saat harga naik. Tapi, strategi lindung nilai ini juga berjalan sebaliknya. Jika harga turun, dealer yang sama akan menjual kembali saham mereka, sehingga penurunan harga terjadi lebih cepat.
Kontrak ini akan jatuh tempo besok, saat efek tersebut mencapai puncaknya. Jika reli berhenti di bawah level strike call, dukungan itu bisa langsung hilang. Portofolio yang didominasi call bukanlah taruhan satu arah ke atas. Ini hanya bahan bakar yang akan terbakar sesuai arah harga melakukan breakout terlebih dahulu.
Catatan: Implied volatility, yaitu pergerakan harga yang diprediksi pasar opsi, mendekati 170% menjelang jatuh tempo dua hari ini. Ini adalah pertaruhan pada pergerakan harga yang sangat tajam, bukan pergerakan tenang, dan bisa bergerak ke dua arah sekaligus.
Skew ini juga memperlihatkan bahwa mayoritas pelaku pasar memburu call, sementara smart money di pasar aset kripto justru menjualnya. Risiko forced-selling berada di sisi lain, yaitu pada perps dengan leverage. Di sana, posisi long akan berhadapan dengan risiko likuidasi jika terjadi breakdown, sedangkan pembeli call hanya akan kehilangan premiumnya saja.
Grafik menunjukkan batasan harga dalam waktu dekat. SpaceX masih bertahan di US$201 sebagai support Fibonacci, level yang telah BeInCrypto tandai minggu ini. Jika breakout, harga berpotensi menuju US$193, lalu US$179. Expiry opsi minggu ini menjadi pemicu pertama untuk saham SpaceX. Ujian sebenarnya akan terjadi pada bulan Agustus, ketika lock-up awal berakhir dan saham baru mulai masuk pasar.
Setiap prediksi harga saham SpaceX saat ini seperti melempar koin. Mayoritas pelaku pasar serta opsi call yang mereka miliki siap untuk squeeze, sementara smart money dan skenario Tesla justru bersiap untuk koreksi besar. Agustus nanti akan menjadi penentu utamanya.