Bitcoin (BTC) sedang membentuk kemungkinan lantai di dekat US$60.000 saat pembeli spot kembali masuk, namun data valuasi dan profitabilitas on-chain memastikan pasar masih sangat berada di zona bear market.
Pemulihan dari level terendah di awal Juni telah mengurangi tekanan pada pembeli baru-baru ini, meski masalah tersebut belum sepenuhnya selesai. Beberapa indikator kini memperlihatkan sinyal stabilisasi daripada adanya konfirmasi bottom.
Saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran US$64.171, turun 1% selama 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,29 triliun.
Rasio Realized Profit/Loss mengukur nilai US dollar dari koin yang bergerak dalam kondisi profit dibandingkan dengan yang berpindah dalam posisi rugi. Jika nilainya di bawah 1, artinya realisasi kerugian masih mendominasi.
Rata-rata 30 hari berada di 0,53, sementara rata-rata 90 hari di 1,10. Perbedaan ini memperjelas bahwa aksi ambil rugi lebih tinggi daripada aksi ambil untung selama sebagian besar waktu bulan terakhir.
Valuasi pun menunjukkan hal serupa. Glassnode menempatkan True Market Mean di angka US$77.200, sekitar 15% di atas harga spot, sehingga on-chain masih dalam zona bearish. Short-Term Holder MVRV sudah pulih ke 0,90 namun masih di bawah garis break-even 1,0.
Pergerakan rata-rata kedua indikator ini secara konsisten menuju angka 2 akan menjadi sinyal utama perubahan tren.
Aliran data cenderung bearish, tapi likuiditas spot berbalik arah. Divergensi inilah yang menjadi pijakan awal skenario pemulihan harga.
Imbalance Depth Orderbook Spot Binance telah bergerak kuat ke arah bid. Likuiditas sisi beli kini mengungguli jumlah order jual yang mengendap, dengan selisih terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Hal ini mengindikasikan bahwa para trader bersiap menyerap suplai di harga bawah, bukan justru menjual saat harga reli. Bid pasif di area US$60.000 terlihat menjaga support saat ini.
Open interest pun menyusut dari puncaknya di akhir Mei, sementara funding rate bergerak mendekati posisi netral. Kondisi deleveraging menunjukkan adanya basis pembeli yang lebih sabar, bukan leverage berlebihan.
Indikator jangka panjang turut memperkuat skenario stabilisasi. Capriole Macro Index Oscillator mencatat -2,03, salah satu level terdalam sepanjang sejarahnya.
Analis Charles Edwards menuturkan kunjungan ke zona sedalam ini sebelumnya hanya terjadi dalam waktu singkat. Kali terakhir sekitar empat bulan pada akhir 2018 dan dua bulan pada pertengahan 2022. Kedua periode itu selalu diikuti reli besar dalam siklus berikutnya.
Ia menyeimbangkan pandangan ini dengan dua catatan penting yang belum pernah ada di siklus sebelumnya. Edwards menyoroti risiko digital-asset-treasury dan ancaman kuantum yang semakin nyata. Ketegangan ini membuat pembacaan nilai dalam tetap konstruktif, bukan sepenuhnya menandakan bottom sudah terjadi.
Pergerakan harga tetap netral di grafik harian. Bitcoin mengalami breakdown dari parallel ascending channel dan langsung menyentuh target US$59.000 hingga US$60.000.
Penurunan itu disertai lonjakan volume besar dan volatilitas ekstrem, menandakan aksi flush dan bukan penurunan perlahan. Rebound setelahnya telah mengangkat harga ke zona pivot US$64.000 hingga US$66.000.
Zona ini menjadi level kunci untuk pergerakan berikutnya. Jika berhasil breakout, jalur menuju lower channel band di area resistance US$74.000 hingga US$76.000 bakal terbuka.
Penolakan di area ini kemungkinan besar bakal menjebak Bitcoin dalam rentang antara US$60.000 dan US$65.000. Area US$59.000 hingga US$60.000 menjadi support yang harus bertahan, sedangkan area US$74.000 sampai US$76.000 akan membatasi setiap upaya pemulihan harga.
Pertanyaan yang menentukan pergerakan selanjutnya adalah apakah aksi beli secara sabar bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan profitabilitas yang masih lemah sekarang.

