Model AI asal Cina kini mulai menyaingi Anthropic dan OpenAI setelah Z.ai meluncurkan GLM-5.2, sebuah sistem open-source yang beroperasi dengan biaya sekitar seperenam dari laboratorium terdepan di Amerika Serikat. Peluncuran ini juga terjadi saat Washington memperketat akses ke model-model buatan Amerika Serikat.
Waktunya benar-benar mengubah peta persaingan di industri AI global hanya dalam waktu satu minggu.
Model AI open-source adalah sistem yang bobotnya dapat diunduh, disesuaikan, dan dijalankan di infrastruktur manapun tanpa izin dari pengembang aslinya. GLM-5.2 masuk kategori ini, dan perilisan GLM-5.2 telah memicu respons paling heboh dari Silicon Valley sejak debut DeepSeek tahun lalu.
Model ini punya kredensial teknis yang mumpuni. Z.ai, yang sebelumnya bernama Zhipu AI, merancang GLM-5.2 dengan 750 miliar parameter dan window konteks sebesar 1 juta token.
Sistem ini juga sepenuhnya berjalan di chip buatan Cina sendiri, yang jadi poin penting mengingat pembatasan ekspor yang masih diterapkan Amerika Serikat.
Benchmark membuktikan keunggulannya. Kini, GLM-5.2 hanya berselisih satu persen dari Opus 4.8 Anthropic dalam penilaian agentic yang banyak diamati.
Alhasil, jarak antara model open-source Cina dengan sistem tertutup Amerika Serikat terdepan menyempit lebih cepat dari yang diprediksi sebagian besar analis industri.
Ikuti kami di X untuk dapatkan berita terbaru secara real-time.
Peluncurannya juga tidak kebetulan. GLM-5.2 dirilis sehari setelah Anthropic menonaktifkan akses global ke model-model tercanggihnya seperti Fable 5 dan Mythos. Selain itu, OpenAI memutuskan membatasi akses ke GPT-5.6 setelah ada permintaan dari pemerintah di minggu yang sama.
Co-founder Tang Jie menyoroti perbedaan tersebut secara langsung. Ia menyebut penangguhan Anthropic sebagai “sangat disayangkan” dan mengungkapkan bahwa kecerdasan frontier seharusnya tidak hanya dimiliki segelintir orang atau tunduk pada perubahan aturan secara mendadak.
Selain itu, ia juga menempatkan model open weight asal Cina sebagai pilihan institusi yang lebih aman.
Pasar langsung merespons. Saham Z.ai melesat lebih dari 30% di bursa Hong Kong dan kini sudah meningkat lebih dari 800% sejak debut pada Januari. JP Morgan memprediksi pendapatan Z.ai bakal tumbuh lebih dari 534% tahun ini, dan mulai meraih laba pada 2028.
Keunggulan biaya menjadi faktor paling memberatkan bagi laboratorium Amerika Serikat. DeepSeek V4 Pro mengenakan biaya US$3,48 per juta token output. Fable 5 milik Anthropic mematok harga US$50 untuk jumlah output yang sama. Kini, para pembeli perusahaan pun secara terbuka mempertimbangkan ulang seluruh kerja sama bersama vendor AI mereka.
Data adopsi semakin memperkuat pergeseran ini. OpenRouter, platform agregator AI populer, kini menunjukkan bahwa model asal Cina menempati empat posisi teratas di antara sistem AI paling banyak digunakan di dunia. DeepSeek, MiniMax, Tencent, dan Xiaomi secara kolektif telah melampaui setiap penyedia frontier Amerika Serikat menurut lalu lintas token.
Pergeseran ini bukan soal harga semata. Model open-source dapat diunduh, disesuaikan, dan dijalankan secara permanen. Artinya, baik pengembang maupun pemerintah tidak dapat mencabut akses ke sistem yang sudah berjalan di server pelanggan. Fitur ini kini lebih berharga daripada sekadar performa frontier terbaik.
Peta persaingan tetap kompleks. DeepSeek sendiri memperkirakan model Cina tertinggal 3 hingga 6 bulan dari sistem terbaik Amerika Serikat dari sisi murni kemampuan.
namun, hal itu jadi kurang berarti ketika akses menjadi faktor risiko utama, dan struktur harga menentukan apakah produksi layak atau ekonomi token menjadi tidak menguntungkan.
Kebijakan global juga makin mendukung kemajuan Cina. Pembatasan Washington terhadap Anthropic dan OpenAI diprediksi justru menguatkan visi kemandirian teknologi Cina yang makin cepat pasca pengendalian chip dari administrasi Biden tahun 2022.
Lebih jauh lagi, permintaan terhadap model open-source Cina tumbuh paling pesat di negara-negara berkembang di seluruh dunia.
Z.ai juga berencana melakukan dual listing di Shanghai untuk mendanai langkah jangka panjang menuju artificial general intelligence. Model terbaru, GLM-5.5, dijadwalkan akan rilis pada bulan Agustus.
