Kalshi dan ADI Predictstreet telah mengumumkan kemitraan strategis untuk memperluas prediction market secara global, dengan penempatan co-branded selama babak knockout FIFA World Cup 2026™ serta pengembangan infrastruktur yang menargetkan pasar internasional di luar turnamen tersebut.
Kerja sama ini menghubungkan Kalshi dengan ADI Predictstreet, mitra prediction market resmi FIFA untuk turnamen ini. Menurut Bank of America, Kalshi menguasai sekitar 90% pangsa pasar prediction market regulasi di AS.
Mereka akan bersama-sama meluncurkan hub co-branded yang menampilkan prediction market sepak bola, update langsung, dan konten eksklusif untuk penggemar.
Branding Kalshi akan ditampilkan bersamaan dengan ADI Predictstreet di stadion, televisi, dan penempatan online ketika World Cup memasuki babak knockout. setelah turnamen berakhir, Kalshi akan mendukung perluasan pasar di seluruh jaringan internasional ADI Predictstreet.
Kedua perusahaan juga akan mengeksplorasi integrasi infrastruktur menggunakan teknologi ADI Chain. Rencananya meliputi stablecoin, produk Web3, dan solusi settlement on-chain untuk pasar global.
CEO ADI Predictstreet, Dimitrios Psarrakis, memaparkan ambisi yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan membangun ekosistem global yang meliputi dunia olahraga, berita, hiburan, hingga event dunia nyata. ADI Predictstreet bergabung dengan FIFA sebagai mitra resmi di awal tahun ini, menandai kehadiran kategori prediction market untuk pertama kalinya di ajang World Cup.
Co-founder sekaligus CEO Kalshi, Tarek Mansour mengatakan.
Pengumuman ini datang di tengah performa rekor Kalshi. Dalam dua minggu pertama World Cup, platform tersebut membukukan volume harian lebih dari US$1 miliar.
Saat ini, Kalshi menguasai sekitar 62% dari total volume trading prediction market, sedangkan Polymarket berada di posisi sekitar 28%, menurut data pemantauan pasar.
Selain kemitraan ADI Predictstreet, Kalshi juga telah mengamankan sejumlah kerja sama yang berfokus pada turnamen. Di antara mitra terbarunya adalah Asosiasi Sepak Bola Argentina, Federasi Sepak Bola Kroasia, duo podcast Men in Blazers, serta bintang Kroasia Luka Modric.
Prediction market mendominasi pemberitaan World Cup sejak hari pertama, mencerminkan pertumbuhan perdagangan event regulasi secara luas. ADI Predictstreet memiliki lisensi operasional Gibraltar dan baru-baru ini mengintegrasikan infrastruktur oracle Chainlink sebagai sumber data settlement. Platform ini berjalan di blockchain ADI Chain yang telah siap mematuhi regulasi dan memenuhi standar global.
Apakah kedua perusahaan bisa mempertahankan momentum setelah peluit akhir World Cup berbunyi akan menentukan nilai jangka panjang kerja sama ini. Taruhan World Cup dengan aset kripto sudah memecahkan rekor, tapi mengubah penggemar sepak bola menjadi trader prediction market tetap menjadi tantangan tersendiri yang lebih berat.

