Yen Jepang Turun ke Level Terlemah Sejak 1986, Membuat Tokyo Kembali Tertekan untuk Menahan Nilai Mata Uangnya.
Mata uang ini telah turun lebih dari 2% pada kuartal ini. Penurunan terbaru ini menandai kerugian kuartal keempat berturut-turut, menjadi rentetan penurunan terpanjang sejak tahun 2022, saat yen melemah selama tujuh kuartal berturut-turut.
Pada hari Selasa, yen sempat menyentuh level terendah intraday di 162,4 per US dollar. Pada waktu publikasi, berada di angka 162,1.
Sementara itu, Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyatakan pemerintah siap merespons pergerakan nilai tukar kapan saja.
Menteri Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menuturkan pemerintah akan berupaya membangun ekonomi yang lebih tahan terhadap fluktuasi kurs, sambil tetap siap melakukan intervensi bila diperlukan.
Jepang sudah mengeluarkan dana besar untuk memperlambat pelemahan yen. Pemerintah menggelontorkan rekor 11,7 triliun yen, atau sekitar US$72,25 miliar, dari akhir April hingga akhir Mei. Namun, yen tetap melanjutkan penurunannya setelah dukungan tersebut mereda.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Bank of Japan juga terus mengetatkan kebijakan moneter. Bank ini baru saja menaikkan suku bunga acuan menjadi 1%, setelah sebelumnya naik ke 0,75% pada bulan Desember.
Meskipun demikian, para ahli strategi ragu intervensi saja bisa membalikkan tren pelemahan yen. Carol Kong, ahli strategi mata uang dari Commonwealth Bank of Australia, menilai intervensi hanyalah masalah waktu, bukan kemungkinan.
Ekspektasi kenaikan suku bunga US semakin menekan yen. Para trader sekarang memperkirakan peluang 63,1% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September, setelah tiga bulan berturut-turut data tenaga kerja AS melebihi ekspektasi.
Sekarang, perhatian beralih ke data ketenagakerjaan AS untuk bulan Juni yang akan rilis pada hari Kamis. Survei Reuters memproyeksikan tambahan 110.000 lapangan kerja pada bulan tersebut.
Jika angkanya kuat, hal itu akan memperkuat keyakinan akan kenaikan suku bunga The Fed, sehingga memperlebar selisih imbal hasil yang telah menekan yen. Jika angkanya lemah, Tokyo bisa memanfaatkan dolar yang lebih lemah jika pemerintah memutuskan untuk melakukan intervensi.
Subscribe YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis memberikan insight dari para ahli


